Pemerintah NTB Kaji Kelayakan Proyek Super Grid EBT untuk Hubungkan Kepulauan Sunda Kecil

Minggu, 24 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangkit Listrik Tenaga Surya. (Foto: Lombokini.com/IIst).

Pembangkit Listrik Tenaga Surya. (Foto: Lombokini.com/IIst).

LOMBOKINI.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan bahwa proyek Super Grid Energi Baru Terbarukan (EBT) memerlukan studi kelayakan sebagai langkah awal mewujudkan pusat pengembangan listrik bersih yang menghubungkan Kepulauan Sunda Kecil.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, Samsudin, mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan kajian studi kelayakan setelah rencana besar NTB membangun jaringan transmisi area luas menemui kendala nilai keekonomian.

“Hasil konsultasi kami dengan Dirjen Gatrik Kementerian ESDM menyimpulkan bahwa membangun supergrid tidak mudah. Salah satu syaratnya harus ada jaringan bawah laut,” ujarnya di Mataram, Ahad 24 Mei 2026 melansir Antara.

Samsudin menjelaskan bahwa pembangunan jaringan transmisi area luas membutuhkan infrastruktur besar, terutama jaringan kabel listrik bawah laut di Selat Lombok yang menghubungkan NTB dengan Bali.

Pemerintah pusat menilai jaringan kabel listrik bawah laut pemasok energi bersih tersebut baru layak bangun sekitar tahun 2031 hingga 2033.

“Kementerian ESDM melihat perkembangan penduduk dan faktor lainnya, sehingga kelayakan baru tercapai sekitar tahun 2031-2033 untuk menyambungkan jaringan kabel laut di Selat Lombok,” kata Samsudin.

Baca Juga :  IKMAN Sumbawa Kumpulkan Rp 32 Juta untuk NTT, Tutup Galang Dana dan Ancam Aksi Jalanan Bila Pemerintah Abai

Ia menuturkan bahwa mereka sangat memerlukan studi kelayakan untuk menguji apakah pembangunan jaringan interkoneksi listrik bawah laut bisa direalisasikan lebih cepat dari proyeksi pemerintah pusat. Kajian itu juga menghitung secara detail potensi energi baru terbarukan milik NTB sebagai syarat utama menjadi supergrid energi bersih di kawasan tengah Indonesia.

“NTB punya tujuh sumber energi baru terbarukan. Berapa kemampuan NTB dan bagaimana jika dibandingkan dengan NTT? NTB sebagai supergrid harus mampu mengidentifikasi potensi itu,” papar Samsudin.

Potensi energi bersih yang cukup besar di NTB bersumber dari air, matahari, angin, arus laut, sampah, biomassa, hingga panas bumi. Dinas ESDM NTB mencatat kontribusi energi baru terbarukan saat ini mencapai 25 persen. Angka itu terbilang tinggi ketimbang bauran energi bersih skala nasional yang hanya 15,75 persen dengan kapasitas terpasang 15.630 megawatt.

Baca Juga :  Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani

Kapasitas terpasang pembangkit energi baru terbarukan di NTB meliputi tenaga surya (PLTS) on grid sebesar 21,6 megawatt, PLTS off grid yang dikelola industri pertambangan mencapai 26,8 megawatt, dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) sebesar 18,5 megawatt.

Pemerintah NTB aktif menawarkan peluang investasi listrik bersih kepada sejumlah kedutaan besar, sektor privat, hingga organisasi nirlaba guna mencari sumber pendanaan bagi pengembangan proyek jaringan transmisi area luas tersebut.

“Dukungan anggaran kami terbatas. Gubernur telah meminta dukungan melalui mitra strategis, seperti kedutaan besar,” pungkas Samsudin.

Sebelumnya, para pemangku kepentingan mendeklarasikan gagasan NTB sebagai super grid energi baru terbarukan dalam forum kerja sama Bali-NTB-NTT (KRBN). Proyek itu menjadi langkah strategis untuk membantu Indonesia mewujudkan target emisi nol bersih. Saat ini, jaringan transmisi area luas Pulau Jawa masih mencakup Bali, sehingga ke depan NTB dan NTT akan memasok listrik untuk Bali. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IKMAN Sumbawa Kumpulkan Rp 32 Juta untuk NTT, Tutup Galang Dana dan Ancam Aksi Jalanan Bila Pemerintah Abai
Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi
Laskar Sasak Kecam Dugaan Intimidasi Oknum DPD RI saat Mediasi Warga Lombok di Bali
Kerja Sama Bali-NTB dan NTT Masuki Fase Implementasi Nyata

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:05 WITA

IKMAN Sumbawa Kumpulkan Rp 32 Juta untuk NTT, Tutup Galang Dana dan Ancam Aksi Jalanan Bila Pemerintah Abai

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:06 WITA

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:26 WITA

Laskar Sasak Kecam Dugaan Intimidasi Oknum DPD RI saat Mediasi Warga Lombok di Bali

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:10 WITA

Pemerintah NTB Kaji Kelayakan Proyek Super Grid EBT untuk Hubungkan Kepulauan Sunda Kecil

Berita Terbaru

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":1,"effects":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Sastra

CERPEN-CERPEN YUSPIANAL IMTIHAN: Tetaring Hultah

Senin, 14 Sep 2026 - 05:52 WITA