Desakan Copot Kapolres Lombok Timur Menguat, Akan Dilanjut ke Polda dan Mabes

Senin, 27 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta dialog publik menyoroti kinerja aparat penegak hukum dalam diskusi di Rumah Kita, Lombok Timur, Ahad malam, 26 Oktober 2025. (Foto: Lombokini.com).

Peserta dialog publik menyoroti kinerja aparat penegak hukum dalam diskusi di Rumah Kita, Lombok Timur, Ahad malam, 26 Oktober 2025. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan aktivis di Lombok Timur menggalang petisi untuk mendesak pemberhentian Kapolres Lombok Timur. Desakan ini muncul dalam sebuah diskusi kritik kinerja aparat penegak hukum yang berlangsung di Rumah Kita, Jalan Pejanggik Pancor, pada Ahad malam, 26 Oktober 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP Benteng Obrak, H. Hulain, SH. MH, mengungkapkan bahwa forum secara bulat menyuarakan permintaan pencopotan Kapolres. Alasannya, Kapolres dinilai kurang membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, seperti LSM, aktivis, mahasiswa, dan ormas. Padahal, membangun kamtibmas justru membutuhkan kebersamaan semua pihak. Lebih lanjut, Hulain menambahkan bahwa selama ini Kapolres tidak pernah mengajak mereka berdiskusi.

Baca Juga :  TGB Buka Muswil II NWDI Sulbar, Tekankan Empat Pesan Perjuangan

Sebagai tindak lanjut, Hulain menyatakan akan segera mengirim surat resmi kepada Kapolda NTB dan Mabes Polri. Selain itu, ia menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal, dan akan ada pertemuan lanjutan.

Sementara itu, moderator diskusi, Rohman Ropiki, menegaskan tujuan kegiatan adalah mengkritisi kinerja Kapolres dan Kajari Lombok Timur. Menurutnya, banyak persoalan, terutama kasus korupsi, yang belum tuntas di kedua instansi. Oleh karena itu, rekomendasi hasil diskusi akan dibawa ke atasan masing-masing untuk memperkuat posisi tawar.

Baca Juga :  Logis NTB Minta Musyafirin Mundur dari Komisaris Independen Bank NTB Syariah

Di sisi lain, Ketua Forum Rakyat Bersatu (FRB) Lombok Timur, Eko Rahardi, mengkritik adanya upaya sabotase terhadap acara. Contohnya, panitia kesulitan meminjam aula dan sound system.

“Kapolres jangan alergi kritik. Sebaliknya, jadikan ini sebagai cambuk untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun
Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan
Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan
Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya
Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional
Logis NTB Minta Musyafirin Mundur dari Komisaris Independen Bank NTB Syariah
Bang Boy Minta ABUJAPI NTB Jaga Sinergi dengan Polda NTB Jelang Musda III
Satpol PP Tertibkan Lapak di Labuhan Haji, Temukan Kuitansi Nama Perempuan Bertarif Rp 50-200 Ribu

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:41 WITA

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:14 WITA

Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:29 WITA

Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:07 WITA

Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:00 WITA

Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Berita Terbaru

Berita

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:41 WITA