Asrul Sani Siapkan Transformasi RSUP NTB, Ini Gebrakannya

Minggu, 17 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, didampingi Direktur RSUP NTB, drg. Asrul Sani, dan para wakil direktur saat mengunjungi RSUD Provinsi NTB. (Foto: Lombokini.com/Istimewa).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, didampingi Direktur RSUP NTB, drg. Asrul Sani, dan para wakil direktur saat mengunjungi RSUD Provinsi NTB. (Foto: Lombokini.com/Istimewa).

LOMBOKIKI.com – Pemerintah Provinsi NTB terus melangkah maju. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, secara tegas mendorong RSUP NTB melakukan transformasi menyeluruh. Langkah ini bertujuan menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, modern, responsif, dan manusiawi bagi seluruh masyarakat NTB.

Gubernur Iqbal menegaskan, rumah sakit tidak cukup hanya mengandalkan gedung besar.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan pelayanan yang cepat, manusiawi, nyaman, dan memberi kepastian,” ujarnya dalam rapat di pendopo gubernur NTB, Rabu 13 Mei 2026.

Direktur RSUP NTB, drg. H. Asrul Sani, M. Kes., pun menyiapkan sejumlah gebrakan transformasi. Apa saja?

Baca Juga :  Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Pertama, pihak rumah sakit melakukan redistribusi kapasitas. Mereka menata tempat tidur layanan anak (pediatri) untuk mengurai kepadatan di IGD.

Kedua, RSUP NTB menerapkan dual-track pathway. Manajemen memisahkan jalur pasien infeksius dan non-infeksius sejak pintu masuk. Kebijakan ini menekan risiko penularan dan mempercepat response time di bawah enam jam.

Ketiga, rumah sakit memperkuat layanan kritis. Mereka meningkatkan fasilitas ICU dan sistem monitoring untuk menekan angka mortalitas.

Keempat, manajemen mengakselerasi digitalisasi. RSUP NTB menerapkan pendaftaran online, rekam medis elektronik, dan manajemen antrean. Mereka juga menyediakan dashboard real-time agar keputusan medis lebih cepat dan akurat. Data rumah sakit akan langsung tersinkronisasi dengan Kemenkes.

Baca Juga :  MotoGP Indonesia 2026: Pebalap dan Kru Mulai Tiba di Lombok

Kelima, pemerintah memberikan perhatian penuh kepada tenaga kesehatan (nakes). Pemprov NTB mendorong pengadaan ruang istirahat, sarana olahraga, hingga penitipan anak (day care) bagi para nakes. Mereka juga memperkuat sistem ambulans profesional.

Keenam, RSUP NTB menuju kemandirian fiskal. Manajemen berkomitmen mewujudkan kondisi nihil utang, mengurangi ketergantungan subsidi APBD, serta membangun tata kelola yang mandiri dan berkelanjutan.

Komitmen transformasi ini menunjukkan langkah nyata RSUP NTB berbenah tidak hanya secara internal, tetapi juga langsung berorientasi pada kebutuhan masyarakat. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem
LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WITA

LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:42 WITA

Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA