Nusa Medica Clinic Sembalun Siapkan Evakuasi Helikopter dan Asuransi Internasional bagi Pendaki Rinjani

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusa Medica Clinic Sembalun Siap Beroperasi untuk Perkuat Keamanan Wisata Rinjani. (Foto: Lombokini.com).

Nusa Medica Clinic Sembalun Siap Beroperasi untuk Perkuat Keamanan Wisata Rinjani. (Foto: Lombokini.com).

Klinik rawat jalan 24 jam berstandar internasional ini juga beri layanan gratis bagi warga sekitar, termasuk ambulans dan pertolongan darurat tanpa biaya.

LOMBOKINI.com – Nusa Medica Clinic Sembalun, klinik pariwisata internasional di kawasan lingkar Gunung Rinjani, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, menjadwalkan pembukaan penuh (grand opening) pada Juni 2026. Kehadiran klinik rawat jalan 24 jam berstandar internasional ini membawa kabar gembira bagi pelaku pariwisata, wisatawan domestik dan mancanegara, serta masyarakat setempat.

Klinik ini tidak hanya memperkuat rasa aman industri pariwisata premium di Nusa Tenggara Barat (NTB), tetapi juga berkomitmen menunjang fasilitas kesehatan masyarakat lokal secara gratis.

Direktur Operasional Nusa Medica Clinic Group, dr. Rosalia Puspita Jaya, mengungkapkan, kehadiran Nusa Medica Clinic Sembalun bertujuan utama mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama penanganan kegawatdaruratan medis pariwisata dan pendakian.

“Nusa Medica ini tidak hanya berfungsi sebagai klinik swasta saja, tapi juga mendukung Pemda dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat setempat dan mensupport kegiatan pendakian, terutama Gunung Rinjani yang kita ketahui sangat terkenal,” ujar dr. Rosalia, Kamis 21 Mei 2026.

Klinik ini memperkuat layanannya dengan empat dokter dan sekitar enam perawat yang berjaga secara bergantian. Mereka didukung tim farmasi, front office, serta marketing dengan total personel mencapai 15 hingga 20 orang. Manajemen klinik menyiapkan fasilitas penunjang medis mutakhir, mulai dari Automated External Defibrillator (AED) untuk pasien henti jantung, monitor pemantau, ruang observasi maksimal 24 jam, pelayanan vaksinasi (tifoid, demam berdarah, rabies), hingga apotek 24 jam dengan ketersediaan obat generik maupun paten yang lengkap.

Sebagai destinasi menuju premium tourism dan berstatus Unesco Global Geopark, Gunung Rinjani kini menaikkan jaminan keselamatannya. Nusa Medica membawa sistem penanganan evakuasi tingkat tinggi melalui kerja sama dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Basarnas, serta maskapai helikopter Air Ambulance (SGI dan PINS) yang berbasis di Bali.

Baca Juga :  Soal Anjing Liar, Wabup Lombok Timur: Sterilisasi Lebih Efektif daripada Eliminasi

Kelebihan utama klinik ini: mampu mengaktifkan sistem jaminan asuransi internasional secara langsung (cashless) bagi wisatawan asing.

“Kelebihan Nusa Medica adalah turis bisa tidak membayar di klinik. Apalagi kalau dia punya respons asuransi, kami bisa membuka asuransinya dan hingga sampai di rumah sakit tujuan dengan menggunakan helikopter itu bisa gratis dan di-cover full sama asuransi,” jelas dr. Rosalia.

Ketua Tim Medis Edelweis Medical Help Center (EMHC) Sembalun sekaligus praktisi evakuasi Rinjani, Mustiadi, menyambut sangat positif kehadiran infrastruktur medis ini. Ia menilai, sistem evakuasi menggunakan helikopter (helikopter evakuasi) merupakan tuntutan zaman bagi destinasi internasional seperti Rinjani, terutama untuk menangani kasus gawat darurat (KGD) di atas gunung.

“Ke depan, karena mau tidak mau di Rinjani itu basis pariwisata internasional, kita ikut kemajuan zaman. Kita akan usahakan sistem informasi heli. Yang menyambungkan kita dan heli nanti adalah Nusa Medica,” kata Mustiadi.

Mustiadi merincikan, evakuasi udara menggunakan helikopter ini memprioritaskan korban dengan kriteria mengancam nyawa atau kecacatan permanen.

“Kriterianya seperti korban gawat darurat. Yang pertama itu fraktur (patah tulang) terbuka atau tertutup, ketika dia sudah positif itu sudah masuk kriteria gawat darurat. Yang kedua, korban jatuh dengan posisi luka terbuka yaitu pendarahan hebat. Itu bisa kita segera melakukan evakuasi menggunakan heli. Kalau untuk MD (meninggal dunia), itu tidak masuk kriteria gawat darurat udara,” urainya.

Untuk memastikan kesiapan operasional di medan ekstrem, seluruh tenaga medis Klinik Nusa Medica mengikuti pelatihan gabungan khusus penanganan crash rescue dan evakuasi helikopter di Bali bersama Basarnas pada bulan lalu. Pihak klinik juga mengoordinasikan secara matang titik koordinat pendaratan (landing pad) darurat di area atas gunung maupun di Lapangan Sembalun bersama TNGR.

Baca Juga :  Kebakaran Hanguskan Gudang Bahan Bangunan MAN IC Lombok Timur

Meski berstatus klinik internasional, Nusa Medica tidak melupakan tanggung jawab sosialnya terhadap masyarakat Sembalun. Manajer Nusa Medica Clinic Sembalun, Erwin Hidayat, S.H., menegaskan komitmen pihaknya: membuka pintu lebar-lebar bagi warga lokal yang membutuhkan pertolongan medis mendesak, termasuk menyediakan unit ambulans gratis 24 jam.

“Masyarakat dipersilakan datang ke sini meminta koordinasi dengan piket dan dokter yang ada di sini jika membutuhkan ambulans saat urgen. Kami ada untuk masyarakat di sini 24 jam. Itu poin plusnya,” kata Erwin.

Nusa Medica Clinic Sembalun menempati titik ke-18 dari ekspansi jaringan klinik pariwisata Nusa Medica di Indonesia, setelah sebelumnya sukses mengembangkan layanan serupa di destinasi utama seperti Gili Trawangan dan wilayah Bali.

Dalam alur birokrasi dan pelayanan, Nusa Medica memposisikan diri sebagai jejaring yang bernaung di bawah Dinas Kesehatan Lombok Timur dan Puskesmas Sembalun, bukan sebagai kompetitor. Kedua pihak merancang pola kolaborasi yang saling mengisi kekurangan fasilitas sarana dan prasarana.

Jika Puskesmas menerima pasien darurat yang membutuhkan alat penunjang berstandar internasional milik Nusa Medica, pihak klinik siap menerima. Sebaliknya, karena Nusa Medica berstatus klinik rawat jalan murni, pasien yang memerlukan perawatan inap lebih lanjut atau layanan spesialistik/radiologi akan dirujuk internal ke Puskesmas Sembalun atau dialihkan langsung ke RSUD Dr. R. Soedjono Selong dan RSUD Selaparang. Kedua rumah sakit tersebut telah menjalin kerja sama resmi dalam penyerapan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan hadirnya Klinik Internasional Nusa Medica pada awal Juni mendatang, keamanan dan keselamatan pendakian di Gunung Rinjani kini berada di level tertinggi. Klinik ini sekaligus memberikan akses fasilitas medis kelas dunia secara inklusif bagi masyarakat lereng Gunung Rinjani. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Asrul Sani Siapkan Transformasi RSUP NTB, Ini Gebrakannya
Resmikan RS Ummat PKU Muhammadiyah Lombok Timur, Abdul Mu’ti Serukan Pentingnya Budaya Hidup Sehat
Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 
RSUD Soedjono Selong Gelar Pelatihan Internal untuk Tingkatkan Mutu Pelayanan
Fisik Rampung, Puskesmas Sakra Timur Tunggu Izin Operasional
Pemkab Lombok Timur Prioritaskan Kualitas Data untuk Percepatan Penurunan Stunting
Tim Medis NTB Perkuat Layanan Kesehatan dan Trauma Healing di Aceh Utara
Kemenkes Hapus Rujukan Berjenjang BPJS untuk Percepat Penanganan Pasien

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:26 WITA

Danrem 162 dan Bupati Lombok Timur Tutup TMMD ke-128

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:20 WITA

Harkitnas ke-118, Sekda Lotim Bacakan Amanat Menkomdigi

Senin, 18 Mei 2026 - 23:30 WITA

Haerul Warisin Tekankan Legalitas Lahan demi Pastikan Tanah Ulayat Tercatat dengan Baik

Senin, 18 Mei 2026 - 22:38 WITA

Lombok Timur Gelar O2SN, Siapkan Atlet Muda untuk Porprov 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 22:32 WITA

20 Persen Dana BOSP 2026 Boleh untuk Gaji Honorer, Lombok Timur Segera Terapkan

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:52 WITA

Brigjen TNI Wawan Setiawan Nilai Pelaksanaan TMMD di Lombok Timur Sangat Baik

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:18 WITA

Ini Besaran Harga Sapi Kurban Presiden Prabowo di Lombok Timur

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:10 WITA

Dandim 1615 Lotim Tegaskan Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Terpadu Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

Danrem 162 Tutup TMMD ke-128 di Lombok Timur, 100 Persen Sasaran Fisik Tuntas. (Foto: Lombokini.com).

Lombok Timur

Danrem 162 dan Bupati Lombok Timur Tutup TMMD ke-128

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:26 WITA