Bunda Literasi NTB Ingatkan Generasi Muda: Jangan Malas Berpikir karena AI

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta Agathia Muhammad Iqbal. (Foto: Lombokini.com).

Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta Agathia Muhammad Iqbal. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Bunda Literasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta Agathia M Iqbal, mengingatkan generasi muda agar bijak menghadapi kecerdasan buatan (AI). Ia menyampaikan hal itu dalam Seminar Nasional bertajuk “Strategi Meraih Beasiswa S1 dan S2 di Luar Negeri di Era AI” di Gedung Teater Perpustakaan UIN Mataram, Rabu 13 Mei 2026.

UKM Literasi Ilmiah UIN Mataram menggelar seminar tersebut. Di hadapan ratusan mahasiswa, Sinta merefleksikan perbedaan drastis akses informasi antara era 1990-an dan era digital saat ini.

“Dahulu mahasiswa harus berjuang fisik mendatangi perpustakaan dan mengandalkan warung internet (warnet). Kini, satu gawai menyimpan segala kemudahan informasi beasiswa dalam genggaman,” ujarnya.

Sinta menegaskan, tantangan mahasiswa kini berbeda. Menurutnya, teknologi AI yang melesat justru berpotensi membuat generasi muda malas jika tidak digunakan secara bijak.

“Jangan sampai AI membuat kalian menjadi generasi yang malas. AI seharusnya membantu bekerja lebih maksimal, bukan menggampangkan segala hal tanpa proses berpikir kritis,” tegasnya.

Baca Juga :  Penderitaan Modern di Era AI: Manusia dan Realitas Palsu, Sastra sebagai Penawarnya

Selain soal AI, Sinta juga memperingatkan maraknya informasi beasiswa palsu di dunia maya. Ia menemukan banyak mahasiswa Indonesia menjadi korban penipuan informasi visual selama mendampingi suaminya yang bertugas sebagai duta besar di luar negeri.

Ia memberi contoh di Turki. Para pembuat brosur kerap memanipulasi visual kampus. Banyak calon mahasiswa tergiur karena mengira lokasi kampus berada di pusat kota, padahal kenyataannya berada di daerah terpencil dengan fasilitas tidak memadai.

Sinta meminta mahasiswa tidak hanya percaya pada satu kali klik. “Pelajari silabusnya, cek kebenarannya, dan yang terpenting: hubungi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di negara tujuan. Mereka sumber informasi paling akurat mengenai kondisi nyata di lapangan,” pesannya.

Baca Juga :  Kapolda NTB Rotasi 8 Pejabat Utama dan 4 Kapolres Tindak Lanuti Telegram Kapolri

Dalam kesempatan itu, Sinta juga mengingatkan pentingnya literasi digital terkait isu sosial di NTB, seperti pernikahan usia anak dan stunting.

Ia menilai banyak ibu muda generasi Z menelan informasi mentah dari internet tanpa menyaringnya, baik soal pola asuh maupun asupan gizi.

“Literasi bukan sekadar membaca, tapi memahami informasi secara utuh. Masalah stunting terkadang bukan hanya soal ekonomi, tapi juga literasi gizi. Karena kemudahan aplikasi pesan antar makanan, banyak orang tua tidak lagi memperhatikan kandungan gizi untuk anak,” tambahnya.

Bunda Literasi itu mengajak mahasiswa tetap menjaga integritas di tengah kemudahan teknologi. Ia berharap para pemburu beasiswa tidak hanya fokus pada biaya kuliah (tuition fee), tetapi juga menyiapkan literasi budaya dan biaya hidup agar tidak kesulitan saat berada di luar negeri. ***

Penulis : Heri

Berita Terkait

Kapolda NTB Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Kapolda NTB Rotasi 8 Pejabat Utama dan 4 Kapolres Tindak Lanuti Telegram Kapolri
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Besok, Presiden Prabowo Kunjungan Kerja Perdana ke NTB
Cetak Wirausaha Muda Mandiri, PW Pemuda NW dan BAZNAS NTB Gelar Pelatihan Manajemen Bisnis
Kejati NTB Periksa Mantan Sekda Lalu Gita atas Dugaan Korupsi Motocross 2023
PW Pemuda NW NTB Gelar Diskusi dan Bakti Sosial ‘Desa Berdaya’ di Sembalun
Perkuat Pengamanan KEK Mandalika, Gubernur NTB dan Danjen Kopassus Lepas Konvoi Taktis

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:18 WITA

Menulis untuk Merapikan Pikiran, Begitu Modal Dasar Meditasi yang Baik

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:13 WITA

Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:31 WITA

Sastra Bermutu Itu Bebas dari Ruang dan Waktu yang Fana: Karya yang Menentang Zaman

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:08 WITA

DPN SPI Rekomendasikan Bung Syam Ikuti Pendidikan Lemhannas RI

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:06 WITA

Gigaduka: Penderitaan Modern dari Akal Imitasi (AI)

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:00 WITA

Sastra Menjadi ‘Suaka’ di Tengah Absurditas Era Digitalisasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:28 WITA

Menjaga Kewarasan di Era Digital: Haul ke-4 Buya Syafii Maarif di Selong Kupas Tuntas Eksistensi Manusia dan AI

Senin, 1 Juni 2026 - 10:30 WITA

Kepala SMAN 1 Keruak Ajak Amalkan Pancasila dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Berita Terbaru

Kapolda NTB dan Kajati NTB beserta jajaran berfoto bersama usai pertemuan di Kantor Kejati NTB, Selasa 14 Juli 2026. Keduanya sepakat memperkuat sinergi penegakan hukum profesional dan berintegritas. (Foto: Lombokini.com/Asman).

Hukrim

Kapolda NTB Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Selasa, 14 Jul 2026 - 22:25 WITA