LOMBOKINI.com – Operasional Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kabupaten Lombok Timur yang berlokasi di Desa Denggen hingga kini belum diresmikan secara kelembagaan. Pihak Dinas Kesehatan masih menunggu rampungnya regulasi daerah serta pengiriman bantuan alat medis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrozi, S.Kep.NS., M.Kep, mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik gedung bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut sebenarnya telah rampung sejak tahun lalu. Namun, izin operasionalnya masih tertahan pada proses birokrasi daerah.
“Laboratorium Kesehatan Masyarakat Lombok Timur secara fisik sudah selesai pembangunan di tahun 2025, akan tetapi secara lembaga kita belum melaunching karena belum ada keluar izinnya di Peraturan Bupati (Perbup). Ini akan menjadi sebuah lembaga baru di Lombok Timur,” jelas Aries Fahrozi saat dikonfirmasi pada Selasa (26/5/2026).
Aries memaparkan bahwa untuk mengisi fasilitas penunjang di dalam gedung baru tersebut, pihaknya telah mengajukan permohonan sarana prasarana melalui program khusus kementerian. Pihak Kemenkes sendiri menjanjikan dropping alat-alat laboratorium tersebut akan terealisasi pada tahun 2026 ini.
“Kita sudah ajukan semua dan tinggal menunggu dari pusat. Kalau Perbup-nya sudah jadi dan alat-alat dari kementerian sudah didroping, segera kita resmikan,” imbuhnya.
Sembari menunggu fasilitas dari pusat tiba, Dinas Kesehatan berinisiatif memindahkan operasional laboratorium kesehatan lingkungan yang sebelumnya berada di kantor dinas ke gedung Labkesmas Denggen tersebut. Dengan demikian, proses pengujian sampel kini sudah dialihkan sepenuhnya ke fasilitas baru meski status kelembagaannya belum diresmikan.
Kendati sudah mulai digunakan, Aries mengakui bahwa jenis pelayanan pemeriksaan di Labkesmas Lotim saat ini masih sangat terbatas karena keterbatasan alat penunjang bawaan yang ada.
“Alat yang ada saat ini hanya bisa memeriksa air yang mengandung kimia ataupun bakteri. Kalau sampel makanan kita belum, karena itu diperiksa di BPOM. Jika alat baru sudah datang dan diresmikan, tentunya kita akan menambah jenis pelayanan pemeriksaannya,” pungkas Aries.







