Rinjani dan Stroberi: Pesona Agrowisata Sembalun yang Tak Pernah Sepi

Minggu, 20 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rinjani dan Stroberi: Pesona Agrowisata Sembalun yang Tak Pernah Sepi. (Foto: Lombokini.com).

Rinjani dan Stroberi: Pesona Agrowisata Sembalun yang Tak Pernah Sepi. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.comSembalun, sebuah kecamatan di kaki Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, menawarkan pengalaman liburan unik dan menjelma sebagai destinasi populer.

Panorama alamnya yang memukau melebihi sekadar pemandangan indah. Barisan bukit hijau memikat mata, berpadu dengan udara sejuk pegunungan yang mengundang Anda menginap di villa sekitar.

Rasakan sensasi memetik dan menyantap stroberi segar langsung dari pohonnya sambil menghirup udara pegunungan yang menyegarkan. Udara bersih pegunungan mendukung pertumbuhan stroberi yang subur. Tak heran agrowisata ini memikat ratusan wisatawan tiap hari.

Meski Anda menempuh jarak sekitar 2,5 jam dari Bandara Zainuddin Abdul Madjid (Praya) atau Kota Mataram, dan 1,5 jam dari Kota Selong, keindahan alam Sembalun pasti menghapus penat perjalanan.

Petik stroberi segar langsung di kebun Agrowisata Sembalun, kaki Gunung Rinjani! Rasakan kesegaran buah sambil nikmati udara sejuk.
Kebun stroberi Sembalun. (Foto: Lombokini.com).

Pak Anwar, salah seorang petani, mengelola agrowisata stroberi Sembalun dengan baik sehingga membuat wisatawan betah berlama-lama.

“Kami para petani merawat kebun dengan telaten dan menghasilkan buah stroberi berkualitas,” tutur Pak Anwar kepada Lombokini.com, Ahad 20 Juli 2025.

Baca Juga :  Ratusan Ribu Jamaah Banjiri Pancor, Ikuti Hultah ke-91 NWDI dan Haul ke-29 Maulana Syaikh

Pilihlah stroberi berukuran besar dan berwarna merah pekat untuk mendapatkan rasa manis, asam, dan menyegarkan. Untuk merasakan sensasi memetik sendiri, pengunjung cukup membayar tiket masuk sekitar Rp 15.000-20.000 per orang.

Perlu diketahui, pengelola dan ketentuan tiket bisa berbeda antar kebun stroberi. Tiket masuk memungkinkan Anda makan stroberi sepuasnya di lokasi.

Jika ingin membawa pulang stroberi sebagai oleh-oleh, siapkan tambahan biaya sekitar Rp 20.000 per kotak mika atau sekitar Rp 50.000 per kilogram (Rp 5.000 per ons).

Petik stroberi Sembalun
Wisata Petik stroberi Sembalun. (Foto: Lombokini.com).

Destinasi wisata stroberi ini terus ramai dikunjungi. “Kebun stroberi di wilayah Sembalun tak pernah sepi pengunjung,” ujar Sa’adah, pemilik kebun stroberi lainnya.

Ia menambahkan bahwa ratusan wisatawan lokal, nasional, hingga asing rata-rata datang setiap hari untuk merasakan sensasi memetik buah segar langsung dari kebun.

Meningkatnya minat wisatawan ini meningkatkan pendapatan para petani. Meski sempat muncul isu negatif tentang pengunjung yang menyia-nyiakan stroberi, para pengelola terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan mengedukasi pengunjung.

Baca Juga :  TGB Ungkap Empat Syarat Kemajuan Lombok Timur di HUT ke-131

Para petani menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kepuasan. Salah satunya menggunakan konsep garansi seperti di marketplace: pengunjung baru membayar setelah memastikan ada buah yang bisa mereka petik.

“Kami memprioritaskan kepuasan pengunjung agar mereka merasa nyaman,” kata Sa’adah.

Sembalun Menyatukan Pesona Rinjani dan Stroberi dalam Agrowisata yang Tak Pernah Sepi
Sembalun Menyatukan Pesona Rinjani dan Stroberi dalam Agrowisata yang Tak Pernah Sepi. (Foto: Lombokini.com).

Meskipun potensi wisata Sembalun sangat besar, pengelola sedang mengatasi beberapa kendala, seperti kurangnya fasilitas umum seperti toilet dan mushola.

“Kami berharap pemerintah daerah memperhatikan pengembangan wisata di Sembalun, khususnya penyediaan fasilitas umum,” harap Sa’adah.

Selain stroberi, keindahan alam Sembalun juga menjadi daya tarik tersendiri. “Sembalun itu indah. Liburan ke Sembalun tidak pernah membosankan,” kata Bu Luluk, salah satu pengunjung.

Meskipun bukan musim stroberi, ia mengaku sering ke Sembalun sekadar menikmati panoramanya. “Alhamdulillah, saya bersama anak-anak, dan keluarga sering berlibur ke Sembalun,” ujarnya.

“Jelajahi Sembalun, rasakan sensasi liburan lengkap!” serunya dengan semangat. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani
Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi
Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa
Dispar Lombok Timur Desak Pemprov NTB Terbitkan Aturan Laut Teluk Ekas
Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun
Pemerintah Hampir Ratakan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Kini Fasilitas Itu Mulai Beroperasi
Buka Rinjani 100, Plt Kadispora Lepas Pelari Kategori Ekstrem
Pemuda Asal Masbagik Terseret Ombak di Tanjung Beloam

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:57 WITA

Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:28 WITA

Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:18 WITA

Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:32 WITA

Dispar Lombok Timur Desak Pemprov NTB Terbitkan Aturan Laut Teluk Ekas

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:44 WITA

Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun

Berita Terbaru

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":1,"effects":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Sastra

CERPEN-CERPEN YUSPIANAL IMTIHAN: Tetaring Hultah

Senin, 14 Sep 2026 - 05:52 WITA