Dari Muara Sampah Jadi Primadona Wisata, Bale Mangrove Kini Hadapi Ujian Tata Kelola

Minggu, 4 Januari 2026 - 09:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gapura Ekowisata Bale Mangrove Dusun Poton Bako, Desa Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Lombokini.com).

Gapura Ekowisata Bale Mangrove Dusun Poton Bako, Desa Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Warga Dusun Poton Bako, Desa Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, menggelar aksi protes di Ekowisata Bale Mangrove pada Sabtu, 3 Januari 2026. Mereka menuntut penutupan lokasi wisata tersebut.

Massa menduga pihak tertentu menguasai ekowisata itu dan tidak mengakomodir kepentingan masyarakat setempat. Para demonstran juga meminta peninjauan kembali pengaturan pedagang serta mengalihkan pengelolaan kepada pihak desa.

Menanggapi aksi tersebut, Pengelola Ekowisata Bale Mangrove, Lukmanul Hakim, membantah keras tudingan monopoli dan ketidaktransparanan dari puluhan warga.

Ia menegaskan bahwa aksi penutupan pada Sabtu 3 Januari 2026 didalangi oleh oknum-oknum yang mendahulukan kepentingan tertentu.

Konflik ini mengusik ketenangan destinasi yang telah berubah total dari “muara sampah” menjadi primadona wisata. Padahal, kawasan seluas 1,9 hektar itu awalnya merupakan tempat pembuangan akhir yang jorok.

Lukman mengisahkan perjalanan panjang transformasi yang ia mulai bersama Kepala Dusun dan beberapa pemuda pada akhir 2020.

Baca Juga :  Pemerintah Hampir Ratakan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Kini Fasilitas Itu Mulai Beroperasi

“Kami sadar potensi alam di sini. Ada hutan mangrove purba, tapi lingkungannya hancur. Ini harus diubah,” tegasnya.

Mereka membentuk kelompok konservasi kecil untuk membersihkan lokasi yang dahulu juga menjadi sarang pengeboman ikan dan penebangan liar. Jalan mereka terjal.

“Masyarakat kerap mencemooh, menganggap pekerjaan kami sia-sia,” kenang Lukman.

Tanpa modal besar, mereka memulai pembangunan dengan modal nekat. Mereka berhutang untuk membeli papan kayu guna membuat jembatan setapak sebagai pondasi awal Bale Mangrove.

Promosi intensif di media sosial akhirnya membuahkan hasil. Tempat ini viral sekitar 2022 dan kunjungan pun membludak.

Perjuangan mereka menarik perhatian PT PLN. Pada 2023, Pokdarwis Jerowaru menerima dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp 231 juta. Dukungan ini mengubah Bale Mangrove menjadi ekowisata edukatif yang lengkap.

Baca Juga :  Buka Rinjani 100, Plt Kadispora Lepas Pelari Kategori Ekstrem

Dampaknya nyata. Data kunjungan melonjak dari 91.719 orang (September 2023-Juni 2024) menjadi 135.269 orang (Juli 2024-Juni 2025). Desa Wisata Jerowaru pun meraih sejumlah prestasi nasional.

Ekowisata ini juga menggerakkan ekonomi warga. Siti Mukmainah, pedagang kuliner di lokasi, merasakan manfaatnya.

“Dulu dapat uang harian susah. Sekarang, terutama akhir pekan, jualan cepat habis,” ujarnya.

Menanggapi tudingan, Lukman membantah praktik monopoli. Ia menyatakan telah menyetor retribusi Rp 750.000 per bulan ke kas desa.

“Semua yang kami lakukan bertujuan memberdayakan dan mengedukasi masyarakat. Tuduhan itu sangat tidak berdasar,” pungkasnya.

Kini, setelah sukses membangkitkan ekonomi, Bale Mangrove menghadapi ujian tata kelola. Insiden demonstrasi ini mengingatkan bahwa aset bersama memerlukan pengelolaan yang baik, bijak, dan inklusif dari seluruh pihak. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Pemerintah Hampir Ratakan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Kini Fasilitas Itu Mulai Beroperasi
Buka Rinjani 100, Plt Kadispora Lepas Pelari Kategori Ekstrem
Pemuda Asal Masbagik Terseret Ombak di Tanjung Beloam
Sembalun dan Ekas Jadi Sorotan, Ini Dampak Perda Pariwisata Baru
Ali BD Dorong Pemda Lotim Bangun Kawasan Labuhan Haji, Tiru Kesuksesan Penang
Pertemuan dengan Bupati Lotim Gagal Capai Kesepakatan, APIPI Ancam Aksi Jilid III
Pemkab Lotim Resmikan Destinasi Wisata Pantai Kahona Sekaroh
IKP Labuhan Haji dan Pemda Lotim Berseteru Soal Pengelolaan Sunrise Land Lombok

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:04 WITA

Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Senin, 4 Mei 2026 - 16:14 WITA

Haroen: Potensi BBNKB di Samsat Selong Capai Rp 41 Miliar per Tahun

Senin, 4 Mei 2026 - 14:04 WITA

Pemkab Lotim Evaluasi PAD, Bupati Sebut 2026 Tahun Berat

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:31 WITA

Buka Rinjani 100, Plt Kadispora Lepas Pelari Kategori Ekstrem

Kamis, 30 April 2026 - 20:14 WITA

Soal Anjing Liar, Wabup Lombok Timur: Sterilisasi Lebih Efektif daripada Eliminasi

Kamis, 30 April 2026 - 15:30 WITA

Tumpahan Solar Sebabkan Truk Box Tergelincir, Armada Tua Damkarmat Lombok Timur Kesulitan Nanjak

Kamis, 30 April 2026 - 14:51 WITA

Pemkab Lotim-Unram Teken Hibah Lahan Riset Rumput Laut dan Klinik Spesialis di Ekas

Rabu, 22 April 2026 - 15:35 WITA

TNI dan Pemda Lombok Timur Buka TMMD Ke-128, Satukan Langkah Membangun Desa

Berita Terbaru

Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air guna memadamkan sisa api yang menghanguskan gudang material MAN IC Lombok Timur, Senin 4 Mei 2026 malam. (Foto: Lombokini.com/Damkarmat Lombok Timur).

Peristiwa

Kebakaran Hanguskan Gudang Bahan Bangunan MAN IC Lombok Timur

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:25 WITA