Pemerintah Hampir Ratakan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Kini Fasilitas Itu Mulai Beroperasi

Sabtu, 2 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik mendampingi Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal meresmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani di Sembalun, Sabtu 2 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com).

Sekda Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik mendampingi Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal meresmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani di Sembalun, Sabtu 2 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Sekretaris Daerah Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik menegaskan, bangunan Pusat Informasi Geopark Rinjani merupakan aset milik Pemda Lombok Timur. Bangunan itu tidak memiliki fungsi jelas pasca pembangunan fisik.

“Saya bersyukur kini bangunan tersebut bermanfaat sebagai pusat informasi,” ujarnya saat peresmian operasional Pusat Informasi Geopark Rinjani di Sembalun, Sabtu malam 2 Mei 2026.

Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal turut meresmikan langsung pusat informasi tersebut.

Sekda mengungkapkan, pemerintah hampir meratakan bangunan itu karena dinilai tidak memberi manfaat. Namun, dukungan pemerintah provinsi dan proses panjang membawa Geopark Rinjani meraih pengakuan internasional.

Sekda juga mengapresiasi Gubernur NTB atas perannya mendorong pengakuan Geopark Rinjani. Ia optimistis General Manager baru, Qwadru Putro Wicaksono, mampu mengembangkan kawasan dengan semangat baru.

Ia menyoroti pengembangan pariwisata Lombok Timur yang mengacu pada konsep 3A: aksesibilitas, amenitas, dan atraksi. Atraksi masih menjadi tantangan terbesar.

Baca Juga :  Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani

Karena itu, Sekda berharap Dinas Pariwisata memperbanyak atraksi wisata di Sembalun dan desa wisata lain guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Gubernur Lalu Muhammad Iqbal dalam sambutannya mengapresiasi rampungnya pembangunan dan peresmian pusat informasi yang menjadi bagian situs sejarah pascagempa 2018.

Ia mengakui pembangunan sempat terhenti, tetapi tim Geopark Rinjani melanjutkannya dengan kerja keras.

Gubernur juga mengumumkan bahwa UNESCO kembali memberikan status “Green Card” kepada Geopark Rinjani. UNESCO memutuskan hal itu dalam sidang revalidasi internasional di Paris, Prancis. Status tersebut memastikan Geopark Rinjani tetap menjadi bagian jaringan geopark dunia.

Gubernur menekankan pentingnya pengelolaan data dan informasi di pusat informasi geopark. Ia meminta petugas khusus siaga mengumpulkan dan mengintegrasikan berbagai informasi kawasan.

Di tengah keterbatasan anggaran dan kondisi fiskal, Gubernur mengajak semua pihak tetap bergerak dan berinovasi. Ia berkomitmen terus mengupayakan peningkatan anggaran ke depan agar pengelolaan Geopark Rinjani berjalan lebih optimal.

Baca Juga :  Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani

Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga kelestarian Gunung Rinjani. Menurutnya, keberhasilan geopark bergantung pada keseimbangan tiga pilar utama: pelestarian warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya. Ketiganya harus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Setelah meresmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Gubernur berharap kawasan ini menjadi pusat edukasi dan informasi sekaligus awal pengembangan kawasan berkelanjutan Gunung Rinjani yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Meski Geopark Rinjani mempertahankan status kartu hijau, UNESCO memberikan lima rekomendasi yang harus diselesaikan dalam empat tahun ke depan hingga revalidasi berikutnya pada 2029.

Rekomendasi itu meliputi: peningkatan visibilitas geosite melalui integrasi informasi geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya; penguatan infrastruktur pariwisata berkelanjutan pascagempa; pemberdayaan perempuan dalam konservasi dan ekonomi lokal; pengembangan fasilitas edukasi dan pengelolaan pengunjung; serta peningkatan pengelolaan pariwisata berkelanjutan di kawasan Kepulauan Gili. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani
Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi
Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa
Dispar Lombok Timur Desak Pemprov NTB Terbitkan Aturan Laut Teluk Ekas
Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun
Buka Rinjani 100, Plt Kadispora Lepas Pelari Kategori Ekstrem
Pemuda Asal Masbagik Terseret Ombak di Tanjung Beloam
Sembalun dan Ekas Jadi Sorotan, Ini Dampak Perda Pariwisata Baru

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:57 WITA

Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:28 WITA

Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:18 WITA

Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:32 WITA

Dispar Lombok Timur Desak Pemprov NTB Terbitkan Aturan Laut Teluk Ekas

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:44 WITA

Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun

Berita Terbaru

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh Edwin Hadiwijaya memaparkan dua raperda dalam Rapat Paripurna II Masa Sidang I DPRD Lombok Timur, Jumat (25/9/2026). Kedua raperda itu ialah Raperda Perubahan APBD Tahun 2026 dan Raperda Pelaksanaan Sub Kegiatan Tahun Jamak Pekerjaan Rehabilitasi Masjid Agung Al-Mujahiddin Selong. (Foto: Lombokini.com)

Pemerintahan

Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD

Jumat, 25 Sep 2026 - 22:52 WITA

Dr. H. Ali Bin Dachlan.  (Foto: Lombokini.com).

Nasional

Gibran Digugat di MK, Ali BD: Saya Ragu Hakim Akan Kabulkan

Rabu, 23 Sep 2026 - 21:46 WITA