LOMBOKINI.com – Syamsuddin bin Sataruddin membuktikan tekadnya mengubah nasib dari keterbatasan. Pria kelahiran Dusun Ujung, Jerowaru, Lombok Timur, 22 Maret 1982 ini kini menjabat sebagai Executive Associate di BUMN PT Sucofindo berdasarkan Surat Tugas Juli 2025. Masyarakat mengenal sosoknya lewat senyum khasnya.
Sebelum berkarier di BUMN, Syamsuddin merintis PT Gada Tunggal Perkasa (GTP). Perusahaan outsourcing ini menyediakan jasa security, driver, dan cleaning service serta mempekerjakan 374 orang.
Meski pernah gagal dalam pemilihan legislatif, Bung Syam tak surut langkah. Ia mendirikan Sasak Integrity Watch (SIW) untuk mengawal kebijakan antikorupsi dan membuka BS Law Firm sebagai ruang bagi advokat muda berintegritas.
Tak berhenti di tingkat nasional, Bung Syem meluaskan pengaruhnya ke kancah global. Ia bergabung dalam International Association of Democratic Lawyers (IADL) dan Office of Legal Affairs PBB, sekaligus memegang jabatan Branch Ambassador for Asia and Pacific.
Di ranah sosial, bersama Guru Hayan Waraq, ia mendirikan Yayasan Pondok Pesantren Darul Masmirah untuk mencerdaskan generasi muda. Ia juga menginisiasi Majelis Taklim Milenial agar pemuda mendekat pada nilai spiritual.
Baru-baru ini, Bung Syam bersama rekannya Tang dan Aliong meluncurkan startup teknologi PT Tatang Ali Sham (TAS X). Bung Syam bersyukur karena PT TAS X berhasil mengantongi nota kesepahaman (MoU) dengan Korea Selatan dan Malaysia
“Alhamdulillah perusahaan ini mendapatkan MoU dengan Korea Selatan dan Malaysia di bidang pariwisata,” ucapnya kepada Lombokini.com, Ahad, 20 Juli 2025 .
Perusahaan berbasis teknologi, actuating, dan sustainability ini telah menandatangani kerja sama investasi pariwisata dan ketahanan pangan.
Masyarakat menyematkan citra familier, visioner, ramah, dan bersahaja pada Bung Syem.
Ia menjunjung tinggi prinsip hidup sederhana, komitmen, kejujuran, dan antipenumpukan kekayaan.
Dari dusun terpencil Lombok Timur, Syamsuddin membuktikan: tekad tanpa batas mampu menembus panggung global. ***
Editor : Najamudin Anaji







