LOMBOKINI.com – Pembina Klaster Cabai Orong Balak Lombok Timur, Haji Subhan, menjadi narasumber utama dalam Capacity Building Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Senin 25 Agustus 2025.
Pemprov Jambi secara resmi mengundang Haji Subhan untuk berbagi pengalamannya. Undangan ini menegaskan bahwa strateginya dalam menstabilkan harga cabai kini menjadi rujukan nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Merumatta Senggigi ini menghadirkan perwakilan pemerintah, Bank Indonesia (BI), serta kelompok tani dari Jambi dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam pemaparannya, Haji Subhan menekankan peran strategis petani dalam mengendalikan inflasi. Ia memaparkan tiga kunci sukses, yaitu pengaturan pola tanam terjadwal, penguatan distribusi, serta dukungan pembiayaan dari perbankan.
Bank Indonesia telah mendampingi klaster binaannya sejak tahun 2021. Berkat pendampingan ini, klaster tersebut berhasil berkembang dari lahan seluas 1 hektar menjadi 12 hektar.
Model dari Lombok Timur ini telah terbukti efektif menjaga stabilitas harga. Forum ini pun mengharapkan agar daerah lain dapat mereplikasi kesuksesan model tersebut.
Kapasitas building ini menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat koordinasi pusat dan daerah. Tujuannya adalah menekan inflasi tanpa mengorbankan kesejahteraan petani.
“Petani bukan hanya produsen, tetapi juga aktor penting dalam kebijakan ekonomi nasional,” tutup Haji Subhan mengakhiri paparannya. ***
Editor : Najamudin Anaji







