Petani Klaster Cabai Lombok Timur Jadi Rujukan Nasional Kendalikan Inflasi

Senin, 25 Agustus 2025 - 17:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Haji Subhan (baju putih, paling kanan) berpose bersama perwakilan Pemprov dan BI Jambi usai memaparkan strategi stabilisasi harga cabai di Hotel Marumatta Senggigi, Senin 25 Agustus 2025. (Foto: Lombokini.com).

Haji Subhan (baju putih, paling kanan) berpose bersama perwakilan Pemprov dan BI Jambi usai memaparkan strategi stabilisasi harga cabai di Hotel Marumatta Senggigi, Senin 25 Agustus 2025. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Pembina Klaster Cabai Orong Balak Lombok Timur, Haji Subhan, menjadi narasumber utama dalam Capacity Building Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Senin 25 Agustus 2025.

Pemprov Jambi secara resmi mengundang Haji Subhan untuk berbagi pengalamannya. Undangan ini menegaskan bahwa strateginya dalam menstabilkan harga cabai kini menjadi rujukan nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Merumatta Senggigi ini menghadirkan perwakilan pemerintah, Bank Indonesia (BI), serta kelompok tani dari Jambi dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga :  143 Kades Habis Masa Jabatan, Pemkab Lombok Timur Konsultasikan Pilkades ke Pusat

Dalam pemaparannya, Haji Subhan menekankan peran strategis petani dalam mengendalikan inflasi. Ia memaparkan tiga kunci sukses, yaitu pengaturan pola tanam terjadwal, penguatan distribusi, serta dukungan pembiayaan dari perbankan.

Bank Indonesia telah mendampingi klaster binaannya sejak tahun 2021. Berkat pendampingan ini, klaster tersebut berhasil berkembang dari lahan seluas 1 hektar menjadi 12 hektar.

Baca Juga :  Produksi Padi di Lombok Timur Melonjak 155,93 Persen

Model dari Lombok Timur ini telah terbukti efektif menjaga stabilitas harga. Forum ini pun mengharapkan agar daerah lain dapat mereplikasi kesuksesan model tersebut.

Kapasitas building ini menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat koordinasi pusat dan daerah. Tujuannya adalah menekan inflasi tanpa mengorbankan kesejahteraan petani.

“Petani bukan hanya produsen, tetapi juga aktor penting dalam kebijakan ekonomi nasional,” tutup Haji Subhan mengakhiri paparannya. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Pemprov NTB Tegaskan Pengiriman Ternak ke Jabodetabek Lebih Tertata
IPM Lotim Naik Signifikan, Tokoh Pendidikan Sebut Kontribusi Dinas Dikbud
Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Massa Gempur Demo ke Kantor Bupati Lombok Timur, Protes Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Pengamat: Tagline ‘Kolotan’ Sekda NTB Kontraproduktif
Tokoh Pendidikan Pertanyakan Arah Kebijakan Strategis Pendidikan Lombok Timur
Istri Bupati Lombok Timur Bagikan Mi Instan dan Terigu ke Ibu Hamil, Langgar Juknis MBG
Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:34 WITA

Musancab PDIP Kota Mataram Dibuka, Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:30 WITA

Dasco Ajak Seluruh Kader Gerindra Fokus Kawal Program Pemerintah Prabowo di HUT ke-18

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:28 WITA

Aktivis Lotim Suarakan Mosi Tidak Percaya terhadap Pemerintahan Iron-Edwin

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:05 WITA

DPC PDIP Lombok Timur Rayakan HUT ke-79 Megawati, Resmikan Musholla untuk Rakyat

Selasa, 6 Januari 2026 - 22:00 WITA

Kursi Kosong Mendominasi Rapat Paripurna DPRD Lombok Timur

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:01 WITA

Ketua DPRD Lombok Timur Desak Pemkab Segera Tuntaskan Konflik dan Penyegelan di Sejumlah Desa

Selasa, 25 November 2025 - 17:34 WITA

Pimpin PAN Lombok Timur, Edwin Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan

Sabtu, 22 November 2025 - 16:16 WITA

PAN Tetapkan Edwin Hadiwijaya Pimpin DPD Lombok Timur

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perdagangan, dan Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Timur mendampingi Bupati Haerul Warisin dalam agenda hearing dengan Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (Gempur) di Ruang Rapat Bupati, Senin 13 April 2026.
(Foto: Lombokini.com).

Lombok Timur

Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Senin, 13 Apr 2026 - 17:27 WITA