Kesadaran Waktu dalam Kepemimpinan: Pelajaran dari Mantan Bupati Ali BD tentang Efektivitas Masa Jabatan

Minggu, 6 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kesadaran Waktu dalam Kepemimpinan: Pelajaran dari Mantan Bupati Ali BD tentang Efektivitas Masa Jabatan. (Foto: Lombokini.com).

Kesadaran Waktu dalam Kepemimpinan: Pelajaran dari Mantan Bupati Ali BD tentang Efektivitas Masa Jabatan. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Mantan Bupati Lombok Timur, H. Moch. Ali Bin Dachlan (Ali BD), menekankan pentingnya kesadaran waktu selama masa jabatan seorang kepala daerah. Ia menegaskan bahwa satu bulan tanpa aksi nyata berarti kehilangan momentum strategis dari periode jabatan yang terbatas.

“Seorang Presiden, Gubernur, Bupati, atau Wali Kota yang hanya berkeliling tanpa agenda konkret selama satu bulan telah menyia-nyiakan 1,66 persen masa jabatannya. Setiap bulan sangat berharga,” tegas Ali BD, di Labuhan Haji, Ahad 6 April 2025.

Ali BD mengisahkan pengalamannya memimpin Lombok Timur. Ia mengaku sering gelisah karena waktu terasa terus mendesak. Kecemasan itu muncul karena banyak pekerjaan strategis belum tertuntaskan sesuai rencana.

Baca Juga :  Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD

“Saya dulu sampai sulit tidur. Waktu berjalan begitu cepat, sementara target-target penting masih menumpuk,” ungkapnya.

Menurut Ali BD, ketidaksiapan memimpin sering berasal dari kurangnya persiapan sejak awal. Ia mencontohkan sosok seperti Dedi Mulyadi yang langsung bekerja sejak hari pertama karena telah memiliki rencana matang sebelum dilantik.

Ia juga menyoroti kisah inspiratif dari luar negeri. Ia menyebut seorang anak tiga tahun di Amerika yang pernah menjadi wali kota simbolis, serta anak lima tahun yang bercita-cita jadi presiden.

Baca Juga :  Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi

“Mereka masih kecil tapi sudah punya tujuan. Kenapa kita yang dewasa justru kebingungan saat mendapat amanah?” sindirnya.

Ia mengakui bahwa kebingungan di awal jabatan memang wajar, tetapi tidak boleh berkepanjangan. Waktu dalam kepemimpinan, katanya, terus bergerak tanpa kompromi.

“Waktu tidak menunggu. Ia mendesak kita dari belakang. Jika lamban bertindak, kita akan terlindas,” tegasnya.

Sebagai penutup, Ali BD mengingatkan perlunya menetapkan target kerja terukur.

“Pelabuhan harus selesai, bendungan harus mulai dibangun, pasar-pasar harus diperbaiki. Tanpa target jelas, jabatan hanya jadi rutinitas tanpa hasil,” tandasnya. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan
Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD
Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:19 WITA

AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Jumat, 25 September 2026 - 22:52 WITA

Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD

Rabu, 23 September 2026 - 23:39 WITA

Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Berita Terbaru

Berita

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:41 WITA