Tekan Inflasi, Pemprov NTB Gelar Pangan Murah di Lombok Barat

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB Menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Jumat 5 Juni 2026. (Foto: Lombokini.com).

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB Menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Jumat 5 Juni 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Jumat 5 Juni 2026.

Kegiatan ini menyasar wilayah kategori kemiskinan ekstrem serta masyarakat yang memiliki akses terbatas terhadap pasar dan bahan pangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, menyatakan bahwa GPM merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya bagi masyarakat di pelosok.

“Pemerintah peduli terhadap rakyatnya, termasuk di daerah-daerah pelosok. Kami harus memberikan pelayanan, terutama dalam menyediakan bahan pangan murah kepada masyarakat,” ujarnya.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI menyalurkan bantuan pangan kepada 1.343 keluarga di Taman Ayu, yakni 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret.

Mirza menambahkan, program GPM merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah pengendalian inflasi daerah.

Baca Juga :  Gubernur NTB Rehabilitasi Lingkungan dan Apresiasi Perusahaan demi Perkuat Pembangunan Hijau

“Kami mengupayakan GPM ini bersama. Jangan hanya mengandalkan Dinas Pertanian, tetapi seluruh pihak harus berkolaborasi untuk mengendalikan inflasi agar harga pangan tetap terjangkau oleh masyarakat,” katanya.

Pemerintah akan terus melaksanakan GPM setiap bulan di berbagai wilayah yang terindikasi mengalami kenaikan harga kebutuhan pokok. Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga melibatkan pelaku UMKM yang menyediakan berbagai komoditas dengan harga terjangkau.

Hasil pemantauan dan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kelangkaan minyak goreng dan bahan bakar rumah tangga memicu inflasi di hampir seluruh kabupaten dan kota di NTB.

“Kalau bulan ini satu titik, setiap bulan kami akan melaksanakan GPM pada lokasi yang terindikasi mengalami kenaikan harga. Pantauan kami dan data BPS menunjukkan bahwa bahan bakar rumah tangga dan minyak goreng menjadi penyumbang inflasi karena kelangkaan terjadi di hampir seluruh daerah di NTB,” jelasnya.

Pemerintah memfokuskan program GPM pada desa berdaya yang masuk kategori miskin ekstrem. Langkah ini menekan lonjakan harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih murah.

Baca Juga :  NTB Jadi Tuan Rumah Forum Internasional Energi Terbarukan

“Sasaran GPM banyak berada di desa berdaya dan kami fokus pada desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem,” tambah Mirza.

Kepala Desa Taman Ayu, Muhammad Tajudin, mengapresiasi pelaksanaan GPM yang dinilainya mampu membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok. Ia menilai stabilitas harga beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat.

Ia juga menilai kehadiran GPM sangat membantu warga, terutama di tengah kelangkaan sejumlah komoditas penting seperti beras dan minyak goreng.

“Program ini menawarkan harga yang cukup terjangkau. Apalagi saat ini masyarakat paling kesulitan mendapatkan minyak goreng dan beras, sehingga program ini sangat mereka butuhkan. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi terus berlanjut hingga kondisi ekonomi masyarakat semakin stabil,” pungkasnya. ***

Penulis : Harianto

Berita Terkait

Gubernur NTB Rehabilitasi Lingkungan dan Apresiasi Perusahaan demi Perkuat Pembangunan Hijau
Bupati Lombok Barat Lepas 54 Kafilah, Target Juara Umum MTQ NTB
LSM Garuda: Kami Siap Jadi Cooling System dan Jembatan Komunikasi Masyarakat-Pemerintah
BPS NTB Buka Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 Secara Terbuka dan Berbasis Sistem
Menjelang Demo 2 Juni, GASAK NTB Ingatkan Aliansi PPS Soal Titik Vital
FITRA NTB Dorong Citizen Budget, APBD Tak Lagi Jadi Dokumen Gelap
Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun
Qoriah Asal Lombok Tengah Harumkan NTB di MTQ Internasional 2026

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:51 WITA

Ini Alasan Presiden Tunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:39 WITA

Kejagung Tahan Dadan, Sony, dan Lodewyk Pusung sebagai Tersangka Korupsi Program MBG

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:40 WITA

Presiden Prabowo Tunjuk Tiga Pimpinan Baru BGN, Ini Daftar Namanya

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:22 WITA

Presiden Prabowo Copot Dadan, Sony dan Lodewyk dari BGN

Senin, 1 Juni 2026 - 00:38 WITA

Mulai 1 Juni 2026, Pertamina Turunkan Harga Dexlite dan Pertamina Dex, Pertamax Turbo Naik

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:42 WITA

BGN Luncurkan Aplikasi ‘Reviu MBG’ untuk Awasi Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:37 WITA

Kakorlantas Tegaskan Transformasi Penegakan Hukum Lalu Lintas Berbasis ETLE 95 Persen

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:13 WITA

Polri Luncurkan SIM Digital, Pengendara Cukup Tunjukkan di Ponsel

Berita Terbaru

Ketua Presidium DPD KAI NTB, Adv. Oke Wiredarme. (Foto: Lombokini.com).

Mataram

KAI Tutup Rakernas 2026 dengan Perayaan HUT ke-18 di NTB

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:37 WITA

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB Menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Jumat 5 Juni 2026. (Foto: Lombokini.com).

Lombok Barat

Tekan Inflasi, Pemprov NTB Gelar Pangan Murah di Lombok Barat

Jumat, 5 Jun 2026 - 14:40 WITA