Korwil SPPG Diduga Paksa Bayar Rp 60-200 Juta buat Akun

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengelola Dapur MBG Sebut Korwil SPPG Lotim Paksa Bayar Rp 60-200 Juta buat Akun. (Foto: Lombokini.com).

Pengelola Dapur MBG Sebut Korwil SPPG Lotim Paksa Bayar Rp 60-200 Juta buat Akun. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Sejumlah pengelola dapur menuding Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Agamawan melakukan praktik penerimaan suap. Mereka mengungkapkan bahwa Agamawan mematok tarif hingga ratusan juta rupiah bagi mitra yang ingin mengajukan pembuatan akun dapur SPPG.

Salah satu pengelola dapur yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa Agamawan aktif “bermain” dalam sistem tersebut.

“Siapapun dapur yang mau buat akun, harus bayar dulu sama Agam, dengan nilai puluhan hingga ratusan juta rupiah,” katanya kepada wartawan, Sabtu 24 Januari 2026.

Baca Juga :  Haerul Warisin Tekankan Legalitas Lahan demi Pastikan Tanah Ulayat Tercatat dengan Baik

Sumber tersebut menambahkan bahwa korwil ini tidak hanya menjual “titik” atau lokasi dapur, tetapi juga mengancam mitra yang menolak permintaannya.

Menurut sumber tersebut tarif yang ia tetapkan bervariasi, mulai dari Rp 60 juta hingga Rp 200 juta, tergantung kondisi dan lokasi dapur.

“Bukan hanya penjualan titik, beberapa mitra juga menerima ancaman dari pihak korwil jika permintaannya ditolak,” bebernya.

Pemilik dapur lain juga menyampaikan keluhan serupa. Ia mengaku kerap mengalami tekanan dari Agamawan yang meminta material bangunan sebagai syarat bantuan.

Baca Juga :  Nusa Medica Clinic Sembalun Siapkan Evakuasi Helikopter dan Asuransi Internasional bagi Pendaki Rinjani

“Dia minta mengadakan pasir dan juga gerbang. Kalau ini tidak dipenuhi, akunnya tidak akan bisa jadi atau centang biru,” ungkapnya.

Menanggapi tuduhan tersebut, Agamawan membantah seluruhnya. Pria asal Keruak ini menyatakan semua informasi yang beredar tidak benar.

“Saya berani bersumpah, semua yang dituduhkan itu tidak ada yang benar,” tegasnya.

Terkait permintaan material seperti pasir, ia mengaku hanya bercanda. “Itu kan terlalu sedikit yang saya minta,” pungkasnya, sembari menegaskan bahwa ucapannya saat itu hanyalah gurauan. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun
Kabut Tebal Tunda Evakuasi Helikopter Pendaki Malaysia Cedera Tulang Belakang di Rinjani
Sekda Lotim Saksikan Bule Swiss Ucap Syahadat di Penutupan TC MTQ XXXI 2026
Pusat Keluarkan Bantuan Revitalisasi Sekolah untuk Lombok Timur Usulan DPR dan DPD, Kadis Dikbud Lotim Ungkapkan Hal Ini
Kendalikan Harga Jelang Iduladha, Pemkab Lombok Timur Gelar Pasar Murah dan Sidak
Danrem 162 dan Bupati Lombok Timur Tutup TMMD ke-128
Buka TC MTQ XXXI, Wabup Lotim Ingatkan Faktor Nonteknis
Harkitnas ke-118, Sekda Lotim Bacakan Amanat Menkomdigi

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:13 WITA

Polri Luncurkan SIM Digital, Pengendara Cukup Tunjukkan di Ponsel

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:50 WITA

Kemendikdasmen Tegaskan Guru Non-ASN Tetap Boleh Mengajar di Sekolah Negeri

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:35 WITA

SMSI dan ABPEDNAS Jajaki Kolaborasi Nasional Perkuat Tata Kelola Desa

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:53 WITA

Cadangan Beras RI Tembus Rekor 5,37 Juta Ton, Wamentan: Tertinggi dalam Sejarah

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:01 WITA

Mulai 2027, Bahasa Inggris Menjadi Mata Pelajaran Wajib Bagi Siswa SD

Senin, 4 Mei 2026 - 23:30 WITA

Zulhas: Koperasi Merah Putih Menjadi Offtaker, Agen Pupuk Bersubsidi dan Penyalur Gas 3 Kg

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:12 WITA

Prabowo Keluarkan Keppres Satgas PHK untuk Lindungi Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:31 WITA

Prabowo Buka Baju dan Peluk Buruh Usai Pidato May Day di Monas

Berita Terbaru