TGB Tegaskan Pemerintah Harus Jadi Fasilitator, Bukan Pesaing Rakyat

Minggu, 26 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PB NWDI, Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, menyampaikan tausiyah pada peringatan Hultah ke-79 Pondok Pesantren Darul Muttaqien (PPDM) NWDI di Lombok Timur, Ahad 26 Juli 2026. (Foto: Lombokini.com).

Ketua Umum PB NWDI, Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, menyampaikan tausiyah pada peringatan Hultah ke-79 Pondok Pesantren Darul Muttaqien (PPDM) NWDI di Lombok Timur, Ahad 26 Juli 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Ketua Umum PB NWDI, Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), menegaskan pemerintah tidak boleh menjadi pesaing rakyat. Pemerintah, kata dia, wajib hadir sebagai fasilitator dan pendorong kemajuan masyarakat.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam ceramah peringatan Hultah ke-79 Pondok Pesantren Darul Muttaqien (PPDM) NWDI Perian, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahad 26 Juli 2026.

“Tidak ada ceritanya di dunia ini pemerintah bersaingan sama rakyatnya. Dan tidak boleh pemerintah itu bersaingan sama rakyatnya,” ujar TGB tegas.

Baca Juga :  MotoGP Indonesia 2026: Pebalap dan Kru Mulai Tiba di Lombok

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dua periode itu menambahkan, pemerintah seharusnya berkompetisi dengan negara lain, bukan dengan masyarakatnya sendiri, guna meningkatkan daya saing bangsa di kancah global.

“Pemerintah itu bersaing dengan pemerintah negara lain untuk memajukan bangsa dan Indonesia. Kalau dalam bahasa agama itu, haram hukumnya pemerintah itu bersaingan sama rakyat,” katanya.

TGB menjelaskan, kebijakan publik harus bertujuan memperbesar kapasitas masyarakat. Ia menekankan, setiap program pemerintah mesti menjadi instrumen pemberdayaan, bukan pengganti atau pesaing aktivitas ekonomi dan sosial yang sudah dibangun rakyat.

Baca Juga :  Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya

“Rakyat itu dibantu, difasilitasi, diperkuat, dan diperkokoh,” tegasnya.

Cucu pahlawan nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid itu pun mengarahkan agar seluruh program pemerintah diniatkan untuk menambah kekuatan sumber daya nasional, bukan menyaingi kegiatan rakyat.

“Semua program pemerintah itu diniatkan bukan untuk menyaingi apa yang dilaksanakan oleh rakyat, tapi untuk menambah kekuatan sumber daya dan kekuatan nasional kita,” pungkasnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Hultah ke-91 NWDI: TGB Tekankan Binaul Insan dan Warisan Maulana Syaikh
Ratusan Ribu Jamaah Banjiri Pancor, Ikuti Hultah ke-91 NWDI dan Haul ke-29 Maulana Syaikh
TGB Ungkap Empat Syarat Kemajuan Lombok Timur di HUT ke-131
TGB Imbau Warga Lombok Timur Kompak Jaga Persatuan Jelang HUT ke-131
Wagub NTB Ajak Kolaborasi Majukan Pendidikan di Harja ke-5 Yafama NW
TGB Peringatkan Akun Islami Pemecah Belah sebagai Proksi Dajjal
Kafilah Lombok Timur Raih Prestasi Gemilang di MTQ NTB, Selaras dengan Semangat Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Minggu, 13 September 2026 - 14:24 WITA

Hultah ke-91 NWDI: TGB Tekankan Binaul Insan dan Warisan Maulana Syaikh

Minggu, 13 September 2026 - 14:13 WITA

Ratusan Ribu Jamaah Banjiri Pancor, Ikuti Hultah ke-91 NWDI dan Haul ke-29 Maulana Syaikh

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WITA

TGB Ungkap Empat Syarat Kemajuan Lombok Timur di HUT ke-131

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:15 WITA

TGB Imbau Warga Lombok Timur Kompak Jaga Persatuan Jelang HUT ke-131

Berita Terbaru

Berita

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:41 WITA