LOMBOKINI.com – Ketua Umum PB NWDI, Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), menegaskan pemerintah tidak boleh menjadi pesaing rakyat. Pemerintah, kata dia, wajib hadir sebagai fasilitator dan pendorong kemajuan masyarakat.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam ceramah peringatan Hultah ke-79 Pondok Pesantren Darul Muttaqien (PPDM) NWDI Perian, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahad 26 Juli 2026.
“Tidak ada ceritanya di dunia ini pemerintah bersaingan sama rakyatnya. Dan tidak boleh pemerintah itu bersaingan sama rakyatnya,” ujar TGB tegas.
Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dua periode itu menambahkan, pemerintah seharusnya berkompetisi dengan negara lain, bukan dengan masyarakatnya sendiri, guna meningkatkan daya saing bangsa di kancah global.
“Pemerintah itu bersaing dengan pemerintah negara lain untuk memajukan bangsa dan Indonesia. Kalau dalam bahasa agama itu, haram hukumnya pemerintah itu bersaingan sama rakyat,” katanya.
TGB menjelaskan, kebijakan publik harus bertujuan memperbesar kapasitas masyarakat. Ia menekankan, setiap program pemerintah mesti menjadi instrumen pemberdayaan, bukan pengganti atau pesaing aktivitas ekonomi dan sosial yang sudah dibangun rakyat.
“Rakyat itu dibantu, difasilitasi, diperkuat, dan diperkokoh,” tegasnya.
Cucu pahlawan nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid itu pun mengarahkan agar seluruh program pemerintah diniatkan untuk menambah kekuatan sumber daya nasional, bukan menyaingi kegiatan rakyat.
“Semua program pemerintah itu diniatkan bukan untuk menyaingi apa yang dilaksanakan oleh rakyat, tapi untuk menambah kekuatan sumber daya dan kekuatan nasional kita,” pungkasnya. ***
Penulis : Najamudin Anaji







