LOMBOKINI.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lombok Timur turun tangan merespons dugaan penyimpangan penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Sakra Barat. Seorang oknum pendamping sekaligus agen BRI Link diduga menyimpan paksa kartu ATM milik puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Menanggapi dugaan tersebut, Kepala Dinas Sosial Lombok Timur, Hj Siti Aminah, mengaku telah memerintahkan tim pendamping untuk segera turun ke lokasi dan melakukan pengecekan.
“Kami sudah perintahkan ketua tim pendamping PKH untuk kroscek ke lapangan,” ujar Siti Aminah, Senin 9 Maret 2026.
Langkah ini ditempuh guna memastikan kebenaran informasi sekaligus menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan penyelewengan bansos tersebut.
Sementara itu, Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Sakra Barat, Andi, membenarkan bahwa pihaknya sedang melakukan penelusuran intensif.
“Untuk kasus ini, kami sudah minta ketua tim menelusuri di lapangan. Kami tunggu hasilnya dulu,” katanya singkat.
Di sisi lain, sejumlah KPM mengaku tidak pernah memegang kartu ATM bansos milik mereka. Kartu tersebut justru disimpan oleh oknum pendamping. Mereka hanya diberikan buku tabungan tanpa bisa mengakses dana secara mandiri.
“Selama ini kami tidak pernah pegang ATM. Yang kami pegang hanya buku tabungan,” ungkap beberapa KPM yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Akibatnya, temuan ini memicu kekhawatiran publik atas potensi penggelapan dana bansos. Pasalnya, kartu ATM merupakan akses utama pencairan dana yang seharusnya berada di tangan penerima manfaat.
Menanggapi kekhawatiran itu, Dinsos Lombok Timur berjanji akan menuntaskan penelusuran dan memastikan penyaluran PKH berjalan sesuai aturan tanpa merugikan masyarakat. ***
Penulis : Najamudin Anaji







