Dinsos Lotim Turun Tangan Usut Oknum Pendamping PKH Penahan ATM KPM di Sakra Barat

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Sosial Lombok Timur, Hj Siti Aminah. (Foto: Lombokini.com).

Kepala Dinas Sosial Lombok Timur, Hj Siti Aminah. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lombok Timur turun tangan merespons dugaan penyimpangan penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Sakra Barat. Seorang oknum pendamping sekaligus agen BRI Link diduga menyimpan paksa kartu ATM milik puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Menanggapi dugaan tersebut, Kepala Dinas Sosial Lombok Timur, Hj Siti Aminah, mengaku telah memerintahkan tim pendamping untuk segera turun ke lokasi dan melakukan pengecekan.

“Kami sudah perintahkan ketua tim pendamping PKH untuk kroscek ke lapangan,” ujar Siti Aminah, Senin 9 Maret 2026.

Baca Juga :  Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Langkah ini ditempuh guna memastikan kebenaran informasi sekaligus menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan penyelewengan bansos tersebut.

Sementara itu, Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Sakra Barat, Andi, membenarkan bahwa pihaknya sedang melakukan penelusuran intensif.

“Untuk kasus ini, kami sudah minta ketua tim menelusuri di lapangan. Kami tunggu hasilnya dulu,” katanya singkat.

Di sisi lain, sejumlah KPM mengaku tidak pernah memegang kartu ATM bansos milik mereka. Kartu tersebut justru disimpan oleh oknum pendamping. Mereka hanya diberikan buku tabungan tanpa bisa mengakses dana secara mandiri.

Baca Juga :  Ribuan Warga Lombok Timur Desak Polres Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian terhadap Bupati

“Selama ini kami tidak pernah pegang ATM. Yang kami pegang hanya buku tabungan,” ungkap beberapa KPM yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Akibatnya, temuan ini memicu kekhawatiran publik atas potensi penggelapan dana bansos. Pasalnya, kartu ATM merupakan akses utama pencairan dana yang seharusnya berada di tangan penerima manfaat.

Menanggapi kekhawatiran itu, Dinsos Lombok Timur berjanji akan menuntaskan penelusuran dan memastikan penyaluran PKH berjalan sesuai aturan tanpa merugikan masyarakat. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

TGB Imbau Warga Lombok Timur Kompak Jaga Persatuan Jelang HUT ke-131
Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa
Festival Gawe Beleq Sakra Barat Resmi Ditutup Kapolres Lombok Timur
HMPS SI FT Unham Gelar Seminar Pangan Hadirkan Sekda Lotim
Temui Massa Aksi, Wabup Pastikan Jalan Kalijaga Timur Diperbaiki Lewat APBD Perubahan 2026
Pemkab Lotim dan PT Energi Selaparang Tandai Batas 25 Hektare Wisata Joben
Polres Lombok Timur Rotasi Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek
Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:30 WITA

Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 01:34 WITA

Material Jerami dan Bambu Picu Api Cepat Lalap Rumah Adat Sade

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:34 WITA

Api Melalap Desa Wisata Adat Sade

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:19 WITA

Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:33 WITA

Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:06 WITA

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

Berita Terbaru