LOMBOKINI.com – Destinasi Wisata Bale Mangrove di Dusun Poton Bako, Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) kian memantapkan diri sebagai destinasi unggulan berbasis alam.
Kawasan ekowisata berbasis hutan bakau ini kini menawarkan pengalaman alam menyeluruh.
Pengelola menyajikan berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif, mulai dari menyusuri kanal bakau dengan kano, menjelajahi titian gantung sambil mengamati burung, hingga mempelajari ekosistem mangrove.

Wisatawan lokal hingga mancanegara membanjiri kawasan ini, menyamai antusiasme warga sekitar yang rutin mengunjungi lokasi.
Masyarakat meningkatkan aktivitas sore hari: selain bersantai, warga memunguti kerang laut tradisional saat air surut.
Dinas Pariwisata Lombok Timur terus memberdayakan SDM lokal dan meningkatkan pengelolaan pariwisata berbasis kearifan lokal.

Pengelola juga senantiasa bersinergi dengan Dinas Pariwisata untuk memastikan destinasi berkonsentrasi pada peningkatan layanan dan kualitas SDM.
Mereka mengadopsi program local champion Kementerian Pariwisata sembari menyediakan tempat sampah di tiap sudut. Bapak Amir, petugas kebersihan, aktif berkeliling menjamin area tetap bersih.
“Kami berkomitmen menjadikan destinasi ini aman, bersih, dan ramah lingkungan. Sinergi petugas-masyarakat menjaga kelestariannya,” tegas Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Widayat, kepada Lombokini.com, Jumat 11 Juli 2025.

Bale Mangrove menawarkan spot foto instagramable. Masyarakat lokal seperti Bang Emon mengelola jasa fotografi drone sekaligus mencetak foto instan.
“Berwisata di sini sangat menyenangkan. Pelayanannya baik dan tempatnya asri,” ungkap Elisa, pengunjung asal Selong.
Pemerintah daerah mengembangkan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Dukungan smart government memperkuat pengembangan destinasi di Lombok Timur.

Pemerintah daerah juga mempercepat pengembangan infrastruktur dan penataan kawasan Bale Mangrove agar lebih nyaman bagi pengunjung.
Selain berfokus pada pelestarian lingkungan, Bale Mangrove juga menjalin kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
“Ini bertujuan memajukan perekonomian masyarakat sekitar melalui kegiatan ekowisata,” kata Lukmanul Hakim, pengelola Bale Mangrove.

Upaya ini tidak sia-sia, karena Desa Jerowaru berhasil masuk dalam daftar 15 Desa Wisata Terbaik di Indonesia dalam kampanye Sadar Wisata.
Destinasi wisata alam di bagian selatan Lombok Timur ini telah menjadi salah satu daya tarik wisata sejak tahun 2021.
Bale Mangrove tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjadi contoh nyata upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Lukman menambahkan inisiatif ini berawal dari kepedulian pemuda desa terhadap kelestarian ekosistem mangrove.
“Dengan semangat gotong royong, kami berupaya menjaga dan memanfaatkan kawasan mangrove secara berkelanjutan,” katanya. ***
Editor : Najamudin Anaji







