Suhu di Lombok Makin Gerah, BMKG Beberkan Penyebabnya

Kamis, 16 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG Ungkap Alasan di Balik Fenomena Suhu Gerah yang Melanda Lombok. (Foto: Lombokini.com).

BMKG Ungkap Alasan di Balik Fenomena Suhu Gerah yang Melanda Lombok. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid mengungkapkan penyebab suhu udara di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang belakangan terasa lebih gerah. Menurut BMKG, gerak semu tahunan matahari memicu fenomena ini.

Prakirawan BMKG Andre Jersey memaparkan bahwa pada Oktober ini posisi matahari sedang bergerak dari utara menuju selatan. Pergerakan ini merupakan bagian dari siklus tahunan yang memengaruhi intensitas panas di wilayah tropis, termasuk Indonesia.

“Gerak semu tahunan matahari menjadi penyebab utama cuaca terasa lebih panas di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk NTB,” jelas Andre saat konfirmasi media, Kamis 16 Oktober 2025.

Baca Juga :  SPI NTB Sambangi Polres Lotim dan Polresta Loteng, Dukung Penuh Program Polri

Andre menambahkan, di wilayah tropis seperti Indonesia, gerak semu matahari dapat meningkatkan suhu ekstrem ketika matahari berada paling dekat dengan garis khatulistiwa. Fenomena ini biasanya terjadi dua kali setahun, sekitar Maret-April dan September-Oktober.

“Posisi matahari yang hampir tegak lurus di atas Indonesia meningkatkan intensitas radiasi sinar matahari ke permukaan bumi. Kondisi ini membuat suhu terasa lebih terik dan udara lebih gerah,” tegasnya.

Minimnya tutupan awan di atmosfer juga memperkuat pancaran sinar matahari langsung ke permukaan bumi, sehingga panas terasa lebih menyengat terutama pada siang hari.

Baca Juga :  Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

BMKG mencatat suhu udara maksimum di wilayah NTB dalam beberapa hari terakhir mencapai 33-35 derajat Celcius, khususnya di kawasan pesisir dan perkotaan seperti Mataram, Praya, dan Selong.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa fenomena ini masih tergolong normal dalam siklus tahunan iklim tropis. BMKG mengimbau warga untuk menjaga asupan cairan tubuh, menggunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, serta menghindari paparan langsung sinar matahari antara pukul 10.00-15.00 Wita. ***

Penulis : Harry Bahagia

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPI NTB Sambangi Polres Lotim dan Polresta Loteng, Dukung Penuh Program Polri
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C
Truk Overload Galian C Merusak Jalan Utama Desa Kalijaga Timur
Lapas Selong Beri Remisi kepada 362 Warga Binaan di HUT ke-81 RI
Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah
Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan
Tim SAR Evakuasi 106 Penumpang KMP Putri Yasmin

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 19:59 WITA

SPI NTB Sambangi Polres Lotim dan Polresta Loteng, Dukung Penuh Program Polri

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:19 WITA

Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:26 WITA

Truk Overload Galian C Merusak Jalan Utama Desa Kalijaga Timur

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:17 WITA

Lapas Selong Beri Remisi kepada 362 Warga Binaan di HUT ke-81 RI

Berita Terbaru

Kegaduhan Seputar Desil. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Kegaduhan Seputar Desil 

Sabtu, 19 Sep 2026 - 16:40 WITA

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":1,"effects":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Sastra

CERPEN-CERPEN YUSPIANAL IMTIHAN: Tetaring Hultah

Senin, 14 Sep 2026 - 05:52 WITA