Soal Kematian Khairul Wardi, RSUD Selong Janji Perbaiki Pelayanan Setelah Akui Kesalahan

Senin, 22 Juli 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kades Kembang Kerang (sisi kanan) bersama Ketua FKKD Lombok Timur beserta pengurus lainnya. (foto: ong)

Kades Kembang Kerang (sisi kanan) bersama Ketua FKKD Lombok Timur beserta pengurus lainnya. (foto: ong)

LOMBOKINI.com – Terkait peristiwa meninggalnya Khairul Wardi, bocah 7 tahun asal Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Raden Soedjono Selong mengakui adanya kesalahan dengan alasan mis komunikasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Kembang Kerang, Yahya Putra, setelah mediasi dengan Direktur RSUD Dr. Raden Soedjono Selong dan Pj Bupati Lombok Timur, HM Juaini Taofik, pada Senin, 22 Juli 2024.

“Dalam pertemuan tadi, mereka mengakui adanya kesalahan yang dilakukan oleh jajarannya,” kata Yahya kepada LOMBOKINI.com.

Yahya menjelaskan, pertemuan di ruang Pj Bupati Lombok Timur bertujuan untuk mencari solusi terkait kasus kematian warganya, almarhum Khairul Wardi.

Baca Juga :  RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Yahya juga mengonfirmasi bahwa keterlambatan pelayanan kepada Khairul Wardi disebabkan oleh belum selesainya administrasi, karena warganya itu merupakan pasien umum.

Oleh karena itu, pihak manajemen RSUD Dr. Raden Soedjono Selong berjanji akan memperbaiki dan meningkatkan pelayanan. “Mereka akan mulai berbenah dan meningkatkan pelayanan. Permasalahan ini disebabkan oleh mis komunikasi,” ujarnya.

Yahya, didampingi Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa dan beberapa pengurus, berharap pelayanan di fasilitas kesehatan dapat ditingkatkan.

Baca Juga :  Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

“Karena rumah sakit ini tentunya menjadi harapan banyak masyarakat, baik dari golongan miskin maupun menengah, untuk mendapatkan pelayanan yang baik,” tandasnya.

Diketahui, Khairul Wardi menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (17/7/2024) di RSUD Dr Raden Soedjono Selong. Nyawanya tidak tertolong karena keterlambatan pengobatan akibat biaya Rp1 juta yang diperlukan untuk pemeriksaan scan penyakit pada otaknya.

Pihak rumah sakit meminta biaya terlebih dahulu sebelum melanjutkan tindakan medis, termasuk pemeriksaan scan penyakit pada otaknya. Permasalahan ini kemudian diadukan kepada Yahya Putra, Kepala Desa Kembang Kerang.***

Penulis : Ong

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting
Seleksi Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB 2026, Lombok Timur Usung Tiga Inovasi Unggulan
Kejar Target UHC, Pemda Lotim Dorong Kepesertaan BPJS Kesehatan Segmen Pekerja

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Rabu, 30 September 2026 - 15:19 WITA

RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA