LOMBOKINI.com – Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Lombok Timur, H. Ahyan SH, MH, mengklarifikasi video viral yang memperlihatkan pembagian nasi bungkus kepada massa aksi Cipayung Plus, aparat, dan sejumlah elemen masyarakat yang ada di Kantor DPRD setempat.
Ahyan menegaskan bahwa pihaknya menyediakan air minum dan nasi untuk semua pihak yang hadir, termasuk aparat keamanan dan peserta unjuk rasa serta masyarakat yang ada. Ia menyatakan bahwa pimpinan DPRD mengarahkannya untuk mewujudkan kesetaraan pelayanan.
“Setelah saya konsultasikan dengan pimpinan DPRD, pimpinan memberikan arahan. Apabila pihak keamanan kami siapkan air minum dan nasi, maka siapkan juga untuk mahasiswa dan yang lainnya agar terwujud kesetaraan pelayanan,” kata Ahyan dalam keterangan resminya, Selasa 01 September 2025.
Ahyan membantah adanya komunikasi atau permintaan khusus dari pimpinan massa aksi. Ia mengungkapkan bahwa staf sekretariat dewan dan anggota Satpol-PP-lah yang berinisiatif berkoordinasi dengan koordinator lapangan (korlap) sebelum membagikan nasi.
“Saya katakan saat itu ada persediaan nasi, apa boleh kami bagikan kepada rekan-rekan mahasiswa. Kemudian dijawab, ‘ya, nanti’. Namun, setelah saya konsultasikan kembali dengan pimpinan korlap, ternyata staf Setwan dan Satpol-PP sudah membagikan nasi tersebut,” jelasnya.
Ahyan menandaskan bahwa tindakan tersebut murni merupakan bentuk apresiasi dan kesetaraan pelayanan. Atas insiden ini, ia menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada seluruh jajaran pimpinan dan massa aksi Cipayung Plus.
Ia berharap niat baiknya untuk memberikan layanan yang setara tidak disalahtafsirkan dan tidak dibingkai secara negatif oleh media.
“Demikian klarifikasi terbuka ini saya sampaikan untuk maklum dan terima kasih,” tutupnya.
Sebelumnya, kelompok Cipayung Plus telah mengirimkan somasi terbuka kepada Ahyan. Bahkan, dalam sebuah video, Ketum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lombok Timur, Ar Yandis, menilai pernyataan Ahyan justru memperkeruh suasana.
Dalam video yang beredar, Yandis membacakan somasi terbuka dan mengancam akan turun aksi pada Rabu 3 September 2025. ***
Editor : Najamudin Anaji







