LOMBOKINI.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menggelar Fasilitasi Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) melalui Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) berbasis digital di Aula BPBD Lombok Timur, Kamis 30 Juli 2026.
Kegiatan ini memanfaatkan Aplikasi SIK SIAGA NTB sebagai instrumen penilaian mandiri bagi desa-desa sasaran.
Sekretaris BPBD Lombok Timur membuka acara dan menegaskan bahwa PKD menjadi langkah awal untuk mengukur ketangguhan desa.
“Kami berkomitmen mendampingi seluruh desa sasaran hingga data tervalidasi di SIK SIAGA NTB,” ujarnya.
Sekretaris BPBD Provinsi NTB menjelaskan, PKD merupakan penilaian mandiri digital dengan mengunggah bukti dukung pada lima komponen penilaian.
Hasil penilaian nantinya menjadi dasar rekomendasi peningkatan kapasitas, penguatan lembaga, dan integrasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) ke dalam dokumen perencanaan desa guna mendukung Program Desa Berdaya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi NTB menyampaikan materi inti mengenai kebijakan penanggulangan bencana dan mekanisme PKD.
Ia menekankan validitas dokumen bukti dukung sebagai kunci verifikasi status ketangguhan desa sekaligus baseline pemetaan kebutuhan.
Dalam sesi Focus Group Discussion (FGD) dan pendampingan teknis, peserta mengidentifikasi kelengkapan dokumen dan mempraktikkan penginputan aplikasi.
Sesi ini mengonfirmasi bahwa beberapa desa masih membutuhkan pendampingan khusus, terutama dalam melengkapi bukti dukung dan proses digitalisasi berkas.
Seluruh desa sepakat menuntaskan pengunggahan dokumen sesuai jadwal dan berkoordinasi dengan BPBD Lotim apabila menghadapi kendala.
Tim Fasilitator PKD akan memverifikasi berkas setelah data lengkap sebelum menetapkan status ketangguhan desa secara resmi.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menuntaskan PKD demi mewujudkan Lombok Timur yang tangguh bencana.
Program Destana merupakan upaya nasional untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di tingkat desa.
Dengan pendekatan digital melalui SIK SIAGA NTB, BPBD berharap penilaian berjalan transparan, terukur, dan terintegrasi dengan sistem perencanaan pembangunan desa. ***
Penulis : Najamudin Anaji







