BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD NTB bersama BPBD Lombok Timur memfasilitasi desa sasaran mengikuti Penilaian Ketangguhan Desa berbasis SIK SIAGA di Aula BPBD Lombok Timur, Kamis 30 Juli 2026. (Foto: Lombokini.com)

BPBD NTB bersama BPBD Lombok Timur memfasilitasi desa sasaran mengikuti Penilaian Ketangguhan Desa berbasis SIK SIAGA di Aula BPBD Lombok Timur, Kamis 30 Juli 2026. (Foto: Lombokini.com)

LOMBOKINI.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menggelar Fasilitasi Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) melalui Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) berbasis digital di Aula BPBD Lombok Timur, Kamis 30 Juli 2026.

Kegiatan ini memanfaatkan Aplikasi SIK SIAGA NTB sebagai instrumen penilaian mandiri bagi desa-desa sasaran.

Sekretaris BPBD Lombok Timur membuka acara dan menegaskan bahwa PKD menjadi langkah awal untuk mengukur ketangguhan desa.

“Kami berkomitmen mendampingi seluruh desa sasaran hingga data tervalidasi di SIK SIAGA NTB,” ujarnya.

Sekretaris BPBD Provinsi NTB menjelaskan, PKD merupakan penilaian mandiri digital dengan mengunggah bukti dukung pada lima komponen penilaian.

Baca Juga :  Kapolda NTB Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Hasil penilaian nantinya akan menjadi dasar rekomendasi peningkatan kapasitas, penguatan lembaga, dan integrasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) ke dalam dokumen perencanaan desa guna mendukung Program Desa Berdaya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi NTB menyampaikan materi inti mengenai kebijakan penanggulangan bencana dan mekanisme PKD.

Ia menekankan validitas dokumen bukti dukung sebagai kunci verifikasi status ketangguhan desa sekaligus baseline pemetaan kebutuhan.

Dalam sesi Focus Group Discussion (FGD) dan pendampingan teknis, peserta mengidentifikasi kelengkapan dokumen dan mempraktikkan penginputan aplikasi.

Sesi ini mengonfirmasi bahwa beberapa desa masih membutuhkan pendampingan khusus, terutama dalam melengkapi bukti dukung dan proses digitalisasi berkas.

Baca Juga :  BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD

Seluruh desa sepakat menuntaskan pengunggahan dokumen sesuai jadwal dan berkoordinasi dengan BPBD Lotim apabila menghadapi kendala.

Tim Fasilitator PKD akan memverifikasi berkas setelah data lengkap, kemudian menetapkan status ketangguhan desa secara resmi.

Panitia menutup kegiatan dengan komitmen bersama untuk menuntaskan PKD demi mewujudkan Lombok Timur yang tangguh bencana.

Program Destana merupakan upaya nasional untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di tingkat desa.

Dengan pendekatan digital melalui SIK SIAGA NTB, BPBD berharap penilaian berjalan transparan, terukur, dan terintegrasi dengan sistem perencanaan pembangunan desa. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Polres Lombok Timur Raih Predikat A Pelayanan Prima, Nilai Tertinggi se-NTB
Jumlah Penduduk Lombok Timur Tembus 1,47 Juta Jiwa, Pringgabaya dan Masbagik Terpadat
Ribuan Warga Lombok Timur Desak Polres Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian terhadap Bupati
Kejanggalan Pengelolaan APBD NTB 2025, Empat Anggota DPRD Desak BPK Gelar Audit Investigatif
Bapenda Lombok Timur Luruskan Redaksi SPPT PBB: Rumah Wajib Pajak Tidak Akan Disita
KPK Pantau Implementasi Desa Antikorupsi di Lombok Timur
KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara
Koresponden tvOne Datangi Ponpes Al-Ishlahuddiny dan Sampaikan Maaf atas Polemik Pemberitaan

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:24 WITA

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:25 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Ada Kosnpirasi Di Cerita Ini 

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:06 WITA

Viralisasi Berkelindan dengan Motif Ekonomi, Program Literasi Selalu Dilayakkan Proyek Belaka

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:43 WITA

Penderitaan Modern di Era AI: Manusia dan Realitas Palsu, Sastra sebagai Penawarnya

Berita Terbaru

Warga memaksa penutupan dan merusak sejumlah fasilitas kafe Pantai Lungkak, Keruak, Jumat 7 Agustus 2026. (Foto: Lombokini.com)

Peristiwa

Warga Tutup Paksa dan Rusak Fasilitas Kafe di Pantai Lungkak

Jumat, 7 Agu 2026 - 19:43 WITA