LOMBOKINI.com – Warga Paok Lombok mengalami hari menegangkan seusai melaksanakan ibadah salat Iduladha. Sekitar pukul 13.30 WITA, api tiba-tiba menyambar rumah milik Mardiun. Dugaan sementara, korsleting listrik memercikkan api, lalu api merembet ke tabung gas LPG pada Rabu 27 Mei 2026.
Beruntung, petugas Damkarmat Lombok Timur (Lotim) merespons cepat sehingga kebakaran tidak sempat meluas. Petugas berhasil menjinakkan api hanya dalam 13 menit.
Kepala Dinas Damkarmat Lombok Timur, Lalu Dami Ahyani, membeberkan kronologi penanganan berdasarkan laporan resmi Regu Piket 3 Jaya Pos Mako Damkarmat. Pada pukul 13.30 WITA, anggota piket Mako Damkarmat menerima telepon dari warga yang melaporkan kebakaran di Paok Lombok. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung mengerahkan satu unit mobil pemadam dengan enam anggota ke lokasi.
Mobil damkar tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pukul 13.45 WITA. Petugas langsung melakukan pengecekan, asesmen, dan pendinginan. Dengan kecepatan itu, petugas berhasil memadamkan api yang awalnya membakar bagian rumah akibat korsleting yang merembet ke tabung gas. Petugas menyatakan situasi terkendali pukul 13.58 WITA.
“Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Pemilik rumah, Mardiun, selamat. Untuk total kerugian material, pihak Damkarmat masih mencatat dan belum mengetahui jumlah pasti karena sedang melakukan asesmen lanjutan,” jelas Lalu Dami.
Penyebab pasti kebakaran mengarah ke korsleting listrik yang kemudian menyambar tabung gas. Kombinasi ini paling rawan terjadi di musim kemarau dan saat warga banyak menggunakan listrik berlebih.
Lalu Dami mengapresiasi kecepatan Regu Piket 3 Jaya yang dikomandoi Komandan Peleton Junaidi, S.Ap., dan Danru Khairul Aziz Anwar. Ia menilai, kejadian ini membuktikan bahwa saat armada dan personel siaga, petugas Damkarmat mampu memenuhi waktu respons 15 menit.
“Tapi kami juga ingin mengingatkan warga agar mengecek instalasi listrik dan meletakkan tabung gas jauh dari sumber percikan api. Korsleting ditambah tabung gas merupakan kombinasi berbahaya,” pesannya.
Ia kembali menekankan pentingnya armada siaga di setiap kecamatan. Kasus Paok Lombok menjadi contoh, jika mobil damkar dekat dan siap, kerugian dapat ditekan seminimal mungkin.
Peristiwa ini menambah daftar panjang tugas Damkarmat Lotim yang armadanya terbatas. Namun, semangat petugas tidak pernah padam. Usai penanganan, petugas kembali ke Mako dengan satu unit mobil dan enam anggota. Bagi warga Paok Lombok, insiden ini menjadi pengingat bahwa api kecil bisa menjadi besar jika lengah.
“Cek colokan, cabut perangkat listrik yang tidak dipakai, dan pastikan tabung gas dalam kondisi aman,” imbau Lalu Dami. ***
Penulis : Paozan Azima
Editor : Najamudin Anaji







