Ketika Bupati Lotim ‘H. Iron’ Mengukir Sejarah

Senin, 23 Juni 2025 - 16:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin (Haji Iron). (Foto: Lombokini.com).

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin (Haji Iron). (Foto: Lombokini.com).

Oleh: Ir. Lalu Muh. Kabul, M. AP

Otonomi daerah seringkali hanya dipahami sebagai otonomi pemerintah kewenangan daerah mengurus penyelenggaraan pemerintahan. Padahal, semangat otonomi juga mencakup otonomi fiskal, yang mendorong kemandirian daerah secara bertahap. Rasio Kemandirian Daerah menjadi indikator kunci untuk mengukur kemandirian ini. Menurut Halim dalam Riwu Kaho (2012), rasio ini membandingkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan total Pendapatan Daerah. Semakin tinggi rasio, semakin mandiri suatu daerah.

Halim mengklasifikasikan kemandirian daerah ke dalam empat kategori:

  1. 0-<25% : Rendah sekali
  2. 25-<50% : Rendah
  3. 50-<75% : Sedang
  4. 75-≤100% : Tinggi
Baca Juga :  KPK Pantau Implementasi Desa Antikorupsi di Lombok Timur

Hingga 30 Juni 2024, realisasi PAD Lombok Timur mencapai Rp230,147 miliar, dengan total pendapatan Rp1,579 triliun. Rasio kemandiriannya hanya 14,58% (rendah sekali). Angka ini hampir sama dengan tahun 2023 (13,58%). Data Okky Afriwan dkk (2013) menunjukkan, dalam periode 2018-2022, rasio Lombok Timur hanya berkisar 11,32%-14,74%. Artinya, tidak satu pun bupati sebelumnya berhasil membawa rasio ini ke kategori “rendah” (25-50%).

Bupati Lombok Timur periode 2025-2030, H. Haerul Warisin (H. Iron), menargetkan PAD minimal Rp 500 miliar/tahun (ANTARA, 6/3/2025). Jika pendapatan daerah stabil di Rp1,579 triliun, rasio kemandirian akan melonjak ke 31,67% naik kelas dari “rendah sekali” ke “rendah”. Ini akan menjadi sejarah baru, karena H.Iron menjadi bupati pertama yang mencapai hal tersebut.

Baca Juga :  Londo Ireng dan Malu Menjadi Indonesia  (terbuka untuk Prabowo Subianto)

Untuk mewujudkan target ini, H.Iron perlu mengubah mindset dari sekadar mengejar target PAD menjadi menggali potensi PAD. Target PAD hanyalah bagian dari potensi yang realistis dicapai, sementara potensi PAD mencakup seluruh kemampuan daerah yang bisa dikembangkan. H. Iron telah memulai langkah ini dengan berkunjung dan berdiskusi bersama pemangku kepentingan, termasuk pelaku pariwisata di Ekas. ***

Penulis : Penulis adalah Direktur Lembaga Pengembangan Pedesaan

Berita Terkait

Londo Ireng dan Malu Menjadi Indonesia  (terbuka untuk Prabowo Subianto)
Lombok Barat Dikutuk Guru Dane
Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      
Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan
Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   
Gandeng UMJ, Pemkab Lotim Matangkan Aplikasi EWS ‘Gumi Sasak’ Berbasis Kearifan Lokal
Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD, Bupati Lotim Paparkan Realisasi Pendapatan 101 Persen
Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:45 WITA

TGB Peringatkan Akun Islami Pemecah Belah sebagai Proksi Dajjal

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:50 WITA

Kafilah Lombok Timur Raih Prestasi Gemilang di MTQ NTB, Selaras dengan Semangat Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:07 WITA

Sentilan Kiki Sulistyo: Kepopuleran Sastra dan Bagaimana Hilangnya Insting Manusia di Zaman Digital ini

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:34 WITA

Bupati Lombok Barat Lepas 54 Kafilah, Target Juara Umum MTQ NTB

Senin, 25 Mei 2026 - 14:55 WITA

Sekda Lotim Saksikan Bule Swiss Ucap Syahadat di Penutupan TC MTQ XXXI 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 10:30 WITA

Qoriah Asal Lombok Tengah Harumkan NTB di MTQ Internasional 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:25 WITA

Majelis Ta’lim Darunnajah Gelar Ziarah Mahabbah Kubra, Rawat Sanad Keilmuan Ulama Lombok Timur

Senin, 16 Maret 2026 - 00:55 WITA

Warga Lengkok Embuk Mamben Lauk Khidmati Peringatan Nuzulul Qur’an, Hadirkan Qori Internasional dan Nasional

Berita Terbaru

Tim KPK RI meninjau penerapan indikator Desa Antikorupsi di Desa Kumbang, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, Selasa 28 Juli 2026. (Foto: Lombokini.com)

Lombok Timur

KPK Pantau Implementasi Desa Antikorupsi di Lombok Timur

Selasa, 28 Jul 2026 - 19:07 WITA