Kekerasan Aparat Lukai Kader HMI dan Himmah NWDI di Kantor Bupati Lotim

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum HMI MPO Cabang Lombok Timur, Agamawan Salam. (Foto: Lombokini.com).

Ketua Umum HMI MPO Cabang Lombok Timur, Agamawan Salam. (Foto: Lombokini.com).

Ralat berita “Dua Kader Himmah NWDI Luka Berat Usai Bentrok dengan Aparat di Kantor Bupati Lombok Timur”.

Judul berita yang benar adalah “Kekerasan Aparat Lukai Kader HMI dan Himmah NWDI di Kantor Bupati Lotim”.

Kekerasan Aparat Lukai Kader HMI dan Himmah NWDI dalam Unjuk Rasa di Kantor Bupati Lotim
Bima Tiar Kader HMI Cabang Lombok Timur dan Mariadi kader Himmah NWDI saat menjalani perawatan di IGD RSUD Selong, Kamis 22 Januari 2026 malam. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Bentrokan antara aparat dan pengunjuk rasa melukai dua mahasiswa di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis 22 Januari 2026. Kedua korban mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Aksi Damai Berujung Ricuh

Ratusan massa dari Koalisi Rakyat Lombok Timur mendatangi kantor bupati untuk menuntut dialog langsung dengan Bupati Haerul Warisin.

Mereka menilai kepemimpinan daerah gagal memenuhi janji transparansi dan keadilan sesuai visi Lombok Timur Smart. Aparat keamanan kemudian membubarkan paksa aksi unjuk rasa tersebut.

Kondisi Korban: Jahitan hingga Serpihan Logam

Bentrokan itu melukai dua mahasiswa, yaitu Mariadi, kader Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (Himmah NWDI), dan Bima Tiar. Tim medis IGD RSUD dr. R. Soedjono Selong merawat Bima Tiar yang mendapat tujuh jahitan di pelipis. Sementara Mariadi menderita luka robek di mulut, kehilangan tiga gigi, dan satu gigi patah. Pihak medis juga menemukan serpihan logam tertanam di gusi Mariadi.

Baca Juga :  Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

Klarifikasi Identitas dan Kecaman Organisasi

Klaim awal menyebut kedua korban merupakan kader Himmah NWDI. Namun, Ketua Umum HMI MPO Cabang Lombok Timur, Agamawan Salam, mengonfirmasi kepada Lombokini.com, Sabtu 24 Januari 2026, bahwa Bima Tiar adalah kader HMI.

“Korban kekerasan aparat atas nama Bima Tiar merupakan kader HMI Cabang Lombok Timur, bukan kader Himmah NWDI,” tegasnya.

HMI mengecam tindakan aparat sebagai tindakan biadab terhadap kader yang beraksi damai. HMI menuding Bupati Haerul Warisin absen dan lepas tanggung jawab sehingga memicu eskalasi kekerasan.

Baca Juga :  Warga Tutup Paksa dan Rusak Fasilitas Kafe di Pantai Lungkak

“Ketika pemimpin absen dari ruang dialog, aparat sering kali mengisi kekosongan itu dengan kekerasan,” ujarnya.

Tuntutan Tanggung Jawab dan Ancaman Aksi Lanjutan

HMI Cabang Lombok Timur mendesak Bupati Haerul Warisin dan Wakil Bupati Edwin Hadiwijaya bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut. Mereka juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap prosedur dan tindakan aparat di lapangan.

Agamawan Salam menyatakan peristiwa ini menambah daftar korban kekerasan setelah seorang kader PMII mengalami luka robek di pelipisnya pada Selasa (20/1). Total korban bentrok dalam aksi unjuk rasa pekan ini menjadi tiga orang.

“Pemerintahan dengan visi Lombok Timur Smart kini hanya menyisakan duka mendalam di Gumi Patuh Karya,” pungkasnya.

Sebagai konsekuensi, HMI mengancam akan menggelar aksi besar-besaran jilid III di kantor Bupati Lombok Timur jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa
Material Jerami dan Bambu Picu Api Cepat Lalap Rumah Adat Sade
Api Melalap Desa Wisata Adat Sade
Festival Gawe Beleq Sakra Barat Resmi Ditutup Kapolres Lombok Timur
HMPS SI FT Unham Gelar Seminar Pangan Hadirkan Sekda Lotim
Temui Massa Aksi, Wabup Pastikan Jalan Kalijaga Timur Diperbaiki Lewat APBD Perubahan 2026
Pemkab Lotim dan PT Energi Selaparang Tandai Batas 25 Hektare Wisata Joben

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:15 WITA

Bermasalah: Roadmap Kebudayaan NTB 2027-2047

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:37 WITA

Ate Bakat: Konseptualisasi Estetika Sasak

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:46 WITA

Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:28 WITA

Londo Ireng dan Malu Menjadi Indonesia  (terbuka untuk Prabowo Subianto)

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:32 WITA

Lombok Barat Dikutuk Guru Dane

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:13 WITA

Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:53 WITA

Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:44 WITA

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Berita Terbaru

Kebudayaan di Nusa Tenggara Barat . (Foto: Lombokini.com).

Opini

Bermasalah: Roadmap Kebudayaan NTB 2027-2047

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:15 WITA