HMI Sebut Kunker DPRD Lombok Timur hanya Pemborosan Anggaran

Rabu, 22 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wawan Jaya Purnama, Ketum HMI MPO Cabang Lombok Timur (Foto: El)

Wawan Jaya Purnama, Ketum HMI MPO Cabang Lombok Timur (Foto: El)

LOMBOKINI.com – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Lombok Timur, Wawan Jaya Purnama melontarkan kritik pedas kepada Sekretariat dan Pimpinan DPRD Lombok Timur yang terkesan melakukan pemborosan anggaran dalam agenda kunjungan kerja (Kunker) luar daerah yang dinilai tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Masyarakat perlu tahu kalau anggota DPRD Lombok Timur hanya doyan Kunker tanpa tujuan yang jelas, dan tanpa manfaat yang nyata bagi masyarakat, melainkan hanya untuk hamburkan anggaran dan hura-hura saja,” katanya (21/01).

Masih lanjutnya, acap kali para anggota DPRD Lombok Timur sering berangkat Kunker ke luar daerah tanpa alasan yang jelas, misalnya Kunker yang dilakukan tidak sesuai dengan tuntutan alat kelengkapan DPRD (AKD) tempatnya berada (difungsikan, red) oleh partainya.

“Kami dapat informasi, anggota Komisi III yang membidangi ekonomi dan keuangan, malah ikut Kunker di anggota Komisi I yang membidangi pemerintahan, begitu juga sebaliknya. Itu kan tidak sesuai tuntutan kewajiban mereka,” paparnya.

Lanjutnya, mestinya Kunker dilakukan secara proporsional. Artinya hanya dilakukan jika ada aspirasi masyarakat yang masuk, seperti soal honorer dan atau dibutuhkan untuk mengawal dan mengkoreksi tata kelola APBD oleh eksekutif.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

“Selama ini kami dapat informasi anggota DPRD kita hanya Kunker, tanpa output yang jelas dan dasar yang nyata, ya sekadar rutinitas semu tanpa hasil,” ungkapnya.

Parahnya lagi, anggaran Kunker kerap dipaksakan. Sejatinya tidak ada pos anggaran untuk Kunker tapi dipaksakan harus ada. Mirisnya lagi, peranggota DPRD, dalam satu tahun bisa melakukan Kunker hingga lebih dari 18 kali.

“Anggaran untuk Kunker anggota DPRD itu fantastis, per satu kali Kunker untuk Pimpinanan DPRD itu tembus Rp21 juta, untuk anggota biasa bisa Rp12 juta. Kalikan saja 4 Pimpinan DPRD lakukan Kunker 18 kali setahun dan 46 anggotanya 18 kali juga, sudah berapa miliar dana rakyat dipakai. Mana efisiensi anggaran yang digelorakan berapi-api oleh Presiden Prabowo itu,” serunya dengan nada tanya.

Masih lanjut dia, seyogyanya Pimpinan DPRD harus merencanakan agenda kerja termasuk Kunker anggotanya secara proporsional dan mengedepankan efektifitas dan efisiensi anggaran di tengah struktur APBD Lombok Timur yang rapuh.

Baca Juga :  Gema Alam NTB dan WRI Indonesia Libatkan Perempuan Desa Awasi Kawasan Hijau

“Coba dialihkan saja anggaran Kunker itu untuk gaji honorer, biar gaji yang mereka terima lebih layak. Mestinya harus proporsional dan efisien, dalam satu tahun itu cukuplah satu anggota itu pergi Kunker maksimal 10 atau 12 kali. Itu pun dengan alasan dan dasar yang jelas. Jangan hura-huralah, kasian masyarakat kita,” bebernya.

Dirinya pun memastikan, HMI MPO Lombok Timur akan mengawal kiprah anggota DPRD Lombok Timur periode 2024-2029, agar semua aspirasi masyarakat tersalurkan dengan baik dan sesuai aturan.

“Kami akan kawal penuh kinerja dari DPRD Lombok Timur, cukuplah kasus SPPD Fiktif terjadi di masa periode yang lalu, dan tidak terjadi di masa periode ini,” tandasnya.

Sampai berita ini diterbitkan, Ketua DPRD Lombok Timur, M. Yusri, belum memberikan tanggapan atas kritik Ketua Umum HMI MPO Cabang Lombok Timur itu.***

Penulis : Eyok el Abrorii

Editor : El

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029
TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara
Kejanggalan Pengelolaan APBD NTB 2025, Empat Anggota DPRD Desak BPK Gelar Audit Investigatif
Haerul Warisin Tegaskan Jangan Seret Gerindra ke Kasus LAZ
DPD PDIP NTB Peringati 30 Tahun Kudatuli, Refleksi Perjuangan Demokrasi
Rumah Aspirasi Lombok Timur Diresmikan, Rachmat Hidayat: Kawal Keluhan Warga hingga Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WITA

Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Kamis, 3 September 2026 - 21:31 WITA

Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:02 WITA

TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:21 WITA

Kejanggalan Pengelolaan APBD NTB 2025, Empat Anggota DPRD Desak BPK Gelar Audit Investigatif

Berita Terbaru

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh Edwin Hadiwijaya memaparkan dua raperda dalam Rapat Paripurna II Masa Sidang I DPRD Lombok Timur, Jumat (25/9/2026). Kedua raperda itu ialah Raperda Perubahan APBD Tahun 2026 dan Raperda Pelaksanaan Sub Kegiatan Tahun Jamak Pekerjaan Rehabilitasi Masjid Agung Al-Mujahiddin Selong. (Foto: Lombokini.com)

Pemerintahan

Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD

Jumat, 25 Sep 2026 - 22:52 WITA

Dr. H. Ali Bin Dachlan.  (Foto: Lombokini.com).

Nasional

Gibran Digugat di MK, Ali BD: Saya Ragu Hakim Akan Kabulkan

Rabu, 23 Sep 2026 - 21:46 WITA