Pilkada 2029, Generasi Muda Ditunggu, Elite Lama Diminta Legowo

Sabtu, 11 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bambang Mei Finarwanto alias Didu. (Foto: Lombokini.com).

Bambang Mei Finarwanto alias Didu. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto mendorong kader muda agar berani maju sebagai kandidat kepala daerah pada Pilkada 2029. Ia menyebut hal itu sebagai kebutuhan mendesak untuk menjaga demokrasi yang sehat dan adaptif.

“Membuka ruang luas bagi kader muda menjadi prasyarat utama lahirnya demokrasi yang hidup, adaptif, dan berkelanjutan,” ujarnya di Mataram, Sabtu 11 April 2026.

Analis politik NTB yang akrab disapa Didu itu menegaskan, tanpa keberanian memberi panggung kepada generasi baru, NTB hanya akan mengulang pola lama yang stagnan. Kekuasaan akan berputar pada figur yang sama sementara tantangan zaman terus berubah.

“Regenerasi bukan sekadar pergantian usia, tetapi pembaruan cara pandang, energi, dan keberanian menghadirkan solusi relevan bagi masa depan daerah,” tandas Didu.

Mantan Eksekutif Daerah WALHI NTB itu mengungkapkan, tantangan pembangunan daerah semakin kompleks dan tuntutan masyarakat kian tinggi. Karena itu, kebutuhan akan kepemimpinan yang adaptif, inovatif, dan berintegritas semakin mendesak.

Didu melihat stagnasi dalam kontestasi politik lokal. Figur-figur yang sama terus mendominasi panggung Pilkada dari periode ke periode. Kondisi ini, menurutnya, tidak hanya menghambat gagasan baru tetapi juga menurunkan kualitas kompetisi politik.

Baca Juga :  Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani

“Jika ruang kontestasi hanya diisi aktor yang sama, maka yang terjadi bukan kompetisi gagasan, melainkan sekadar pengulangan pola. Demokrasi kehilangan daya dorong sebagai mekanisme perubahan,” tegas Didu.

Ia menjelaskan, kader muda memiliki keunggulan relevan dengan kebutuhan zaman: adaptif terhadap teknologi dan informasi, serta memiliki perspektif terbuka terhadap inovasi kebijakan publik. Generasi muda juga lebih dekat dengan kelompok demografis produktif yang mendominasi struktur penduduk NTB.

Namun, Didu mengakui jalan bagi kader muda tidak mudah. Hambatan utama terletak pada mekanisme rekrutmen politik internal partai yang pragmatis. Partai lebih memilih kandidat populer ketimbang memberi kesempatan kepada kader muda.

“Partai politik sering terjebak logika jangka pendek. Padahal, jika ingin menjaga keberlanjutan organisasi dan demokrasi, mereka harus berani berinvestasi pada kaderisasi,” ujarnya.

Didu juga meminta para tokoh senior bersikap legowo. Ia menekankan, regenerasi kepemimpinan adalah proses alami yang perlu didukung, bukan dihambat.

“Sudah saatnya para senior mengambil peran sebagai pembimbing. Memberi ruang, membuka akses jaringan, serta mentransfer pengalaman. Ini bukan soal kehilangan panggung, tetapi tentang memastikan kesinambungan kepemimpinan,” katanya.

Baca Juga :  Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Dinasti Politik Jadi Tantangan

Didu mengkritisi praktik dinasti politik yang masih kuat di sejumlah daerah. Fenomena itu mempersempit ruang kompetisi bagi kader muda. Ketika akses kekuasaan hanya berputar di lingkar keluarga tertentu, prinsip meritokrasi sulit terwujud.

“Dinasti politik harusnya mendistribusikan peluang. Jika sejak awal tidak setara, maka hasil akhir sulit mencerminkan kualitas terbaik,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pilkada 2029 harus menjadi titik balik untuk mengurangi dominasi dinasti politik melalui reformasi internal partai, peningkatan literasi politik masyarakat, dan penguatan regulasi.

Didu juga menyoroti pentingnya pendekatan representasi dalam pasangan calon, terutama mencerminkan keberagaman sosial di NTB. Hal itu penting untuk menjaga kohesi sosial dan membangun legitimasi politik.

“Jika kita ingin demokrasi daerah lebih berkualitas, maka kita harus berani berubah. Memberi ruang bagi kader muda sebuah keharusan. Tanpa itu, kita hanya akan terjebak dalam siklus lama yang tidak membawa kemajuan berarti,” pungkasnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029
TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara
Kejanggalan Pengelolaan APBD NTB 2025, Empat Anggota DPRD Desak BPK Gelar Audit Investigatif
Haerul Warisin Tegaskan Jangan Seret Gerindra ke Kasus LAZ
DPD PDIP NTB Peringati 30 Tahun Kudatuli, Refleksi Perjuangan Demokrasi
Rumah Aspirasi Lombok Timur Diresmikan, Rachmat Hidayat: Kawal Keluhan Warga hingga Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Kamis, 3 September 2026 - 21:31 WITA

Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:02 WITA

TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:21 WITA

Kejanggalan Pengelolaan APBD NTB 2025, Empat Anggota DPRD Desak BPK Gelar Audit Investigatif

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:42 WITA

Haerul Warisin Tegaskan Jangan Seret Gerindra ke Kasus LAZ

Berita Terbaru

Anggota DPRD Lombok Timur YS Diduga Pamer Miras di Media Sosial, Perindo Beri Teguran Keras. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar)

Gaya Hidup

Perindo Tegur Keras Anggota DPRD Lotim YS Usai Story Botol Miras

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:31 WITA

Anggota DPRD Lombok Timur dari PAN, Ir. Baidullah. (Foto: Lombokini.com)

Lombok Timur

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 Sep 2026 - 18:38 WITA