LOMBOKINI.com – Pimpinan Daerah (PD) PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai di Kota Mataram, Sabtu 7 Februari 2026. Kegiatan konsolidasi ini berlangsung di Bangunan Serbaguna Kantor DPD PDI Perjuangan NTB.
Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H. Rachmat Hidayat, membuka forum tersebut. Rachmat yang juga Anggota DPR RI Dapil NTB II Pulau Lombok itu menegaskan Musancab bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk memperkuat ideologi, militansi, dan disiplin kader hingga ke akar rumput.
“PDI Perjuangan adalah partai ideologis, partai kader, dan partai wong cilik. Seluruh kader harus senantiasa mengamalkan nilai-nilai luhur partai,” tegas Rachmat dalam sambutannya.
Ia menyebut anak ranting sebagai “busur panah perjuangan” yang menjadi garda terdepan partai. “Dari sanalah anak panah ideologi kita melesat, menembus persoalan rakyat,” ujarnya.
Forum Musancab juga menjadi ajang penegasan sikap. PDI Perjuangan secara tegas menolak wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD. Rachmat menilai, mengembalikan pilkada ke DPRD sama dengan menarik mundur demokrasi.
“Pilkada langsung adalah manifestasi kedaulatan rakyat. PDI Perjuangan berpandangan rakyat harus tetap menjadi pemilik hak tertinggi dalam menentukan pemimpin,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram, I Gede Wiska, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Rachmat Hidayat.
Ia juga mengucapkan selamat atas penghargaan tertinggi partai yang diterima Rachmat dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
“Penghargaan ini merupakan pengakuan partai atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian panjang Bapak H. Rachmat Hidayat. Bagi kami di daerah, ini adalah teladan,” kata I Gede Wiska.
Ia menegaskan komitmen DPC-nya untuk terus menjalankan politik kerakyatan dengan turun langsung ke tengah masyarakat. Musancab ini menjadi bagian dari konsolidasi total untuk menguatkan organisasi partai yang solid dan ideologis. ***
Editor : Najamudin Anaji







