Ratusan Nelayan Lombok Timur Demo Tuntut Kuota BBM Subsidi

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan nelayan Lombok Timur mendemo SPBN Tanjung Luar, Selasa 19 Mei 2026, menuntut Pertamina memenuhi kuota BBM subsidi yang kosong. (Foto: Lombokini.com/Andy).

Ratusan nelayan Lombok Timur mendemo SPBN Tanjung Luar, Selasa 19 Mei 2026, menuntut Pertamina memenuhi kuota BBM subsidi yang kosong. (Foto: Lombokini.com/Andy).

LOMBOKINI.com – Ratusan nelayan dari Desa Tanjung Luar, Ketapang Raya, dan Pulau Maringkik, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, mendemo SPBN Tanjung Luar, Selasa 19 Mei 2026.

Mereka menuntut Pertamina memenuhi kuota BBM subsidi yang kerap kosong akibat pengurangan dari Pertamina.

Ketua Serikat Masyarakat Selatan (SMS), Sayadi, menyampaikan tuntutan. Ia meminta pemerintah daerah dan Pertamina memberikan hak BBM subsidi sesuai jatah nelayan.

Sayadi juga menduga oknum petugas Pertamina dan syahbandar berbuat curang sehingga memicu adu mulut di lapangan.

Baca Juga :  Integrasikan Tradisi, Syiar Islam, dan Hiburan Rakyat: Pemkab Lombok Timur Gelar Festival Muharram 1448 H Selama Sepekan

“Kami minta Pertamina, Pemda, dan Dirut PT Energi Selaparang memberi solusi atas kelangkaan ini. Jangan rampas hak nelayan,” tegas Sayadi.

Ia mengancam menggelar aksi lanjutan dengan massa lebih besar jika tidak ada penyelesaian.

Perwakilan nelayan Pulau Maringkik, H. Nanang, mengaku setiap melaut dipersulit. Ia bahkan merogoh kocek Rp300 ribu hanya untuk mendapatkan rekomendasi.

“Setiap BBM datang langsung habis. Kami minta oknum di SPBN segera dievaluasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Korsleting Listrik ke Tabung Gas, Rumah Warga Paok Lombok Terbakar usai Salat Iduladha

Menanggapi aksi itu, Direktur Utama PT Energi Selaparang, Joyo Supeno, menegaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah kuota BBM subsidi, terutama solar.

“Kami masih menunggu jawaban Pertamina. Untuk Pertalite sudah dapat tambahan kuota dua kali lipat sejak April,” jelasnya.

Para nelayan mengajukan tujuh poin tuntutan: menjamin pasokan BBM sesuai musim tangkap, menghilangkan praktik mafia di Pertamina dan syahbandar, serta mengevaluasi kepengurusan Pertamina Rayon NTB. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Tragis, Petugas Mitra PLN Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Jaringan di Pohgading
Dikes Lombok Timur Temukan Bakteri E-Coli Melebihi Batas Normal di Dapur MBG
Api Lahap Bukit Sempana Saat Puluhan Pendaki Berkemah
Polres Ungkap Identitas Mayat Wanita di Pantai Labuhan Haji, Keluarga Tolak Otopsi
Ditemukan Meninggal di Pantai Labuhan Haji, Wanita Asal Tanjung Luar Diduga Alami Gangguan Jiwa
Korsleting Listrik ke Tabung Gas, Rumah Warga Paok Lombok Terbakar usai Salat Iduladha
Damkarmat Lombok Timur Wajibkan Simulasi Kebakaran untuk Akreditasi Puskesmas
Sempat Terkendala Kabut Tebal, Evakuasi Udara Pendaki Malaysia di Gunung Rinjani Berhasil Dilakukan

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:50 WITA

Kafilah Lombok Timur Raih Prestasi Gemilang di MTQ NTB, Selaras dengan Semangat Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:55 WITA

Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:16 WITA

Gubernur NTB Rehabilitasi Lingkungan dan Apresiasi Perusahaan demi Perkuat Pembangunan Hijau

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:40 WITA

Tekan Inflasi, Pemprov NTB Gelar Pangan Murah di Lombok Barat

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:05 WITA

LSM Garuda: Kami Siap Jadi Cooling System dan Jembatan Komunikasi Masyarakat-Pemerintah

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:33 WITA

BPS NTB Buka Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 Secara Terbuka dan Berbasis Sistem

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:51 WITA

Menjelang Demo 2 Juni, GASAK NTB Ingatkan Aliansi PPS Soal Titik Vital

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:21 WITA

FITRA NTB Dorong Citizen Budget, APBD Tak Lagi Jadi Dokumen Gelap

Berita Terbaru