Ratusan Nelayan Lombok Timur Demo Tuntut Kuota BBM Subsidi

Selasa, 19 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan nelayan Lombok Timur mendemo SPBN Tanjung Luar, Selasa 19 Mei 2026, menuntut Pertamina memenuhi kuota BBM subsidi yang kosong. (Foto: Lombokini.com/Andy).

Ratusan nelayan Lombok Timur mendemo SPBN Tanjung Luar, Selasa 19 Mei 2026, menuntut Pertamina memenuhi kuota BBM subsidi yang kosong. (Foto: Lombokini.com/Andy).

LOMBOKINI.com – Ratusan nelayan dari Desa Tanjung Luar, Ketapang Raya, dan Pulau Maringkik, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, mendemo SPBN Tanjung Luar, Selasa 19 Mei 2026.

Mereka menuntut Pertamina memenuhi kuota BBM subsidi yang kerap kosong akibat pengurangan dari Pertamina.

Ketua Serikat Masyarakat Selatan (SMS), Sayadi, menyampaikan tuntutan. Ia meminta pemerintah daerah dan Pertamina memberikan hak BBM subsidi sesuai jatah nelayan.

Sayadi juga menduga oknum petugas Pertamina dan syahbandar berbuat curang sehingga memicu adu mulut di lapangan.

Baca Juga :  Lombok Timur Peringkat Pertama Penerima Program LSDP Bantuan Bank Dunia

“Kami minta Pertamina, Pemda, dan Dirut PT Energi Selaparang memberi solusi atas kelangkaan ini. Jangan rampas hak nelayan,” tegas Sayadi.

Ia mengancam menggelar aksi lanjutan dengan massa lebih besar jika tidak ada penyelesaian.

Perwakilan nelayan Pulau Maringkik, H. Nanang, mengaku setiap melaut dipersulit. Ia bahkan merogoh kocek Rp300 ribu hanya untuk mendapatkan rekomendasi.

“Setiap BBM datang langsung habis. Kami minta oknum di SPBN segera dievaluasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Melalui FTBI 2026, Dikbud Lombok Timur Bentengi Bahasa Sasak dari Arus Modernisasi

Menanggapi aksi itu, Direktur Utama PT Energi Selaparang, Joyo Supeno, menegaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah kuota BBM subsidi, terutama solar.

“Kami masih menunggu jawaban Pertamina. Untuk Pertalite sudah dapat tambahan kuota dua kali lipat sejak April,” jelasnya.

Para nelayan mengajukan tujuh poin tuntutan: menjamin pasokan BBM sesuai musim tangkap, menghilangkan praktik mafia di Pertamina dan syahbandar, serta mengevaluasi kepengurusan Pertamina Rayon NTB. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda
Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta
Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare di Bukit Loco Senggigi Berhasil Dipadamkan
Viral! Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink, Ini Kata DKP NTB 
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:56 WITA

Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Selasa, 8 September 2026 - 20:10 WITA

Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:05 WITA

Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:43 WITA

Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare di Bukit Loco Senggigi Berhasil Dipadamkan

Berita Terbaru

Dr. H. Ali Bin Dachlan.  (Foto: Lombokini.com).

Nasional

Gibran Digugat di MK, Ali BD: Saya Ragu Hakim Akan Kabulkan

Rabu, 23 Sep 2026 - 21:46 WITA

Kegaduhan Seputar Desil. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Kegaduhan Seputar Desil 

Sabtu, 19 Sep 2026 - 16:40 WITA