LOMBOKINI.com – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Timur, Farihin, menyebut kelangkaan blangko KTP Elektronik (KTP-el) sebagai masalah klasik yang berulang setiap transisi tahun anggaran.
Farihin menjelaskan, ketergantungan daerah pada pasokan pusat menjadi akar masalah. “Ini kendala klasik. Kita usul 10.000, tapi yang diberikan kadang hanya 500. Akibatnya, kami harus menerapkan skala prioritas yang sangat ketat,” ujarnya di ruang kerjanya, Selasa 27 Januari 2026.
Dinasnya kini memprioritaskan stok terbatas untuk kategori darurat, seperti warga yang membutuhkan penanganan medis atau pelajar yang akan mendaftar ke perguruan tinggi dan melamar TNI-Polri.
Farihin juga menyoroti lonjakan permintaan akibat perubahan data secara masif. Untuk solusi jangka panjang, Dukcapil Lotim menggencarkan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau KTP digital di ponsel Android.
“IKD memiliki keunggulan luar biasa: anti hilang, efisiensi anggaran, dan praktis,” jelasnya.
Namun, ia mengakui kendala penerimaan. “Banyak instansi, terutama perbankan, masih menolak IKD. Kami mendorong pusat mengeluarkan edaran wajib bagi semua lembaga,” tegasnya.
Ia optimistis pasokan blangko dari pusat akan normal pada Februari 2026. Sementara itu, Dukcapil berkomitmen terus melakukan pendampingan aktivasi IKD, yang saat ini baru mencapai 3-4 persen. ***
Penulis : Najamudin Anaji







