Api Ludeskan 9.500 DOC dan Kandang Ayam di Suralaga

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Damkarmat Lombok Timur memadamkan api. (Foto: Lombokini.com/Damkarmat).

Petugas Damkarmat Lombok Timur memadamkan api. (Foto: Lombokini.com/Damkarmat).

LOMBOKINI.com – Kebakaran menghanguskan kandang ayam pedaging di Dusun Gerung Timur, Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, pada Ahad 3 Mei 2026 pukul 03.00 Wita dini hari. Api meludeskan 9.500 ekor day old chicken (DOC) berumur 7 hari beserta seluruh bangunan kandang.

Warga setempat melaporkan kebakaran itu ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Timur pukul 03.23 Wita. Petugas langsung merespons cepat.

Kelalaian penjaga kandang menyebabkan kebakaran. Dua saksi kunci, Agustina Tjatur Ningsih (54) dan Yustin Yehezkiel Mahaputra K (24), warga Temanggung yang tinggal di Dusun Kamboja, Gerung Permai, menjelaskan kronologi kejadian.

Pada Sabtu 2 Mei 2026 pukul 17.00 Wita, Yustin menyiapkan lima tungku arang. Ia membakar arang di luar kandang, lalu memasukkannya: dua tungku di bawah dan tiga di atas. Pemanasan ini bertujuan menghangatkan DOC yang masih berusia 7-14 hari. Tengah malam, Agustina menambah arang. Pukul 01.00 Wita, kondisi kandang masih aman. Pukul 02.00 Wita, Yustin tidur di berugak samping kandang.

Baca Juga :  20 Persen Dana BOSP 2026 Boleh untuk Gaji Honorer, Lombok Timur Segera Terapkan

Pukul 03.00 Wita, Agustina terbangun karena suara benda jatuh. Saat ia keluar kamar, api sudah berkobar di pojok kanan selatan kandang. Ia berteriak minta tolong sambil mencari Yustin. Yustin terbangun dan berlari ke jalan. Warga yang datang berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, tetapi bahan kandang dari kayu, bambu, terpal, dan sekam membuat api cepat membesar. Seluruh 9.500 DOC tidak terselamatkan.

Tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba pukul 04.00 Wita. Petugas berhasil memadamkan api pukul 05.00 Wita. Operasi sempat terkendala keterbatasan penerangan karena petugas tidak memiliki senter dan satu nozel pistol tersumbat.

Kepala Dinas Damkarmat Lombok Timur, Lalu Dami Ahyani, menegaskan bahwa kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat. “Penggunaan arang atau sumber panas untuk menghangatkan ternak harus diawasi secara ketat dan tidak ditinggalkan tanpa pengawasan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi respons cepat tim di lapangan yang mencegah api merembet ke bangunan lain.

Baca Juga :  Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti Hadiri Peresmian RS Ummat di Lombok Timur 16 Mei 2026

Sementara itu, Kasihumas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, menyebut indikasi kuat kebakaran berasal dari percikan bara arang yang terbawa hembusan blower. Percikan itu jatuh ke sekam dan material mudah terbakar, lalu membesar.

“Fase pemanasan DOC 7-14 hari pakai arang memang risiko tinggi. Polisi sudah memasang garis polisi, cek TKP, dan melakukan pulbaket,” terangnya.

Kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, api menghanguskan kandang dan 9.500 ekor DOC sehingga kerugian materiil mencapai Rp 1,5 miliar. Makbul menyewa kandang milik Ahmad Subinato untuk memelihara DOC.

Petugas mengimbau peternak pengguna pemanas arang agar memperketat pengawasan dan menambah sistem pengaman. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Ratusan Nelayan Lombok Timur Demo Tuntut Kuota BBM Subsidi
Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan
Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya
Kebakaran Hanguskan Gudang Bahan Bangunan MAN IC Lombok Timur
Satpam Terbatas, Tembok Rendah, CCTV Nihil: Warga Kritik Keras Pengembang Griya Pesona Alam
Tumpahan Solar Sebabkan Truk Box Tergelincir, Armada Tua Damkarmat Lombok Timur Kesulitan Nanjak
Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Ratusan Warga Segel Kantor Desa Kerongkong, Desak Kades Mundur karena Pinjam Dana Kas Masjid Rp 170 Juta

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:01 WITA

Mulai 2027, Bahasa Inggris Menjadi Mata Pelajaran Wajib Bagi Siswa SD

Senin, 4 Mei 2026 - 23:30 WITA

Zulhas: Koperasi Merah Putih Menjadi Offtaker, Agen Pupuk Bersubsidi dan Penyalur Gas 3 Kg

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:12 WITA

Prabowo Keluarkan Keppres Satgas PHK untuk Lindungi Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:31 WITA

Prabowo Buka Baju dan Peluk Buruh Usai Pidato May Day di Monas

Senin, 27 April 2026 - 16:40 WITA

Prabowo Lantik Enam Pejabat, dari Aktivis Buruh hingga Penasihat Khusus

Senin, 20 April 2026 - 11:37 WITA

Pengamat Sebut Demokrasi Indonesia di Bawah Prabowo Masih ‘Belum Sempurna’ Versi EIU

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:07 WITA

Evaluasi Satu Dekade SDGs, Mahasiswa UMY Ajak Inovator Dunia Bertanding di KPM Competition 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:50 WITA

Pendaftaran Sudah Ditutup, BGN Minta Masyarakat Waspadai Penipuan Jual Beli Titik SPPG

Berita Terbaru

Sekda Lombok Timur membacakan amanat Menteri Komdigi pada upacara Harkitnas ke-118 di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu 20 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com/PKP Setda Lotim).

Lombok Timur

Harkitnas ke-118, Sekda Lotim Bacakan Amanat Menkomdigi

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:20 WITA

Ratusan nelayan Lombok Timur mendemo SPBN Tanjung Luar, Selasa 19 Mei 2026, menuntut Pertamina memenuhi kuota BBM subsidi yang kosong. (Foto: Lombokini.com/Andy).

Peristiwa

Ratusan Nelayan Lombok Timur Demo Tuntut Kuota BBM Subsidi

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:18 WITA

Delegasi Indonesia, Madagaskar, Nepal, Kenya, dan Jerman berpose bersama usai mengikuti forum energi terbarukan di Mataram, Selasa 19 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com/Diskominfotik).

Lingkungan

NTB Jadi Tuan Rumah Forum Internasional Energi Terbarukan

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:29 WITA