Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa

Sabtu, 8 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengembang menggarap salah satu desain Private Pool Villa baru dalam proyek renovasi Windy Ekasbreaks Resort & Villa, Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com/Paozan Azima)

Pengembang menggarap salah satu desain Private Pool Villa baru dalam proyek renovasi Windy Ekasbreaks Resort & Villa, Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com/Paozan Azima)

LOMBOKINI.com – Industri pariwisata di kawasan Teluk Ekas, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, mencatatkan babak baru. Akomodasi ternama Ekas Breaks Resort yang sebelumnya dimiliki oleh empat investor asal Prancis, kini resmi diakuisisi penuh oleh dua putra daerah Lombok, Adi Isnaini dan Busran Ekamayadi.

Kedua sosok di balik akuisisi ini memiliki rekam jejak yang solid di bidangnya. Adi Isnaini merupakan praktisi kontraktor sekaligus desainer hotel dan vila berpengalaman.

Sementara Busran Ekamayadi adalah akademisi serta praktisi perhotelan yang tengah menempuh pendidikan doktor (S3) Bisnis Pariwisata Terapan.

Kolaborasi keahlian teknis dan manajemen pariwisata ini langsung diwujudkan melalui renovasi besar-besaran serta rebranding menjadi Windy Ekasbreaks Resort & Villa.

“Setelah pengembangan selesai, resort ini akan memiliki total 12 unit bungalow dan 13 unit Private Pool Villa, sehingga mampu menawarkan pengalaman menginap yang lebih eksklusif, nyaman, dan berkelas bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Busran Ekamayadi, Jumat 7 Aguatus 2026.

Baca Juga :  Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Proyek renovasi yang ditargetkan rampung dalam enam bulan ini menambah 7 unit Private Pool Villa baru serta fasilitas meeting hall untuk mengakomodasi kegiatan rapat, pelatihan, maupun acara korporasi dari instansi pemerintah dan swasta.

Transformasi Windy Ekas Breaks Resort & Villa tak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga filosofi pengelolaan. Resort ini mengusung konsep Eco Design melalui efisiensi energi, penggunaan material berkelanjutan, serta penataan kawasan yang harmonis dengan ekosistem pesisir Ekas.

Selain ramah lingkungan, manajemen menerapkan prinsip Community-Based Tourism (CBT) guna memastikan masyarakat lokal terlibat aktif dalam rantai ekonomi pariwisata.

Baca Juga :  Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Kebutuhan operasional resort akan menyerap tenaga kerja lokal, produk UMKM, hasil pertanian dan perikanan warga sekitar, hingga integrasi atraksi budaya daerah.

Adi Isnaini dan Busran Ekamayadi menegaskan komitmen mereka untuk menjadikan destinasi ini sebagai pelopor pariwisata berkelanjutan di Lombok Selatan.

“Kami ingin membangun sebuah destinasi yang bukan hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Pariwisata harus mampu tumbuh bersama masyarakat dan tetap menjaga kelestarian alam sebagai aset utama daerah,” tegas keduanya.

Kehadiran wajah baru Windy Ekas Breaks Resort & Villa diharapkan mampu memperpanjang durasi menginap (length of stay) wisatawan, membuka lapangan kerja baru, menggerakkan ekonomi warga lokal, serta memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur. ***

Penulis : Paozan Azima

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?
Pemkab Lombok Timur Petakan Kebutuhan ASN, Ribuan Tenaga Honorer Masuk Usulan
Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WITA

Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Selasa, 8 September 2026 - 14:42 WITA

Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Berita Terbaru