Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan rumah warga ambruk akibat gempa dahsyat yang mengguncang NTT, Sabtu 15 Agustus 2026. Pemilik rumah kini mengungsi ke tenda darurat sambil menunggu bantuan logistik dari pemerintah. (Foto: Lombokini.com).

Ratusan rumah warga ambruk akibat gempa dahsyat yang mengguncang NTT, Sabtu 15 Agustus 2026. Pemilik rumah kini mengungsi ke tenda darurat sambil menunggu bantuan logistik dari pemerintah. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu 15 Aguatus 2026. Tercatat sebanyak 47 orang meninggal dunia hingga pukul 18.48 Wita. Guncangan dahsyat itu juga merusak ratusan unit rumah. Petugas gabungan hingga kini masih terus melakukan kaji cepat di sejumlah wilayah terdampak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak. Gempa menewaskan 24 orang di daerah tersebut. menyusul Manggarai Timur dengan 17 orang, Sikka 3 orang, serta Manggarai Barat, Ngada, dan Ende masing-masing 1 orang.

Selain menewaskan puluhan jiwa, gempa juga melukai sejumlah warga. Tim evakuasi kini tengah mengevakuasi para korban dan petugas medis pun memberikan perawatan intensif kepada mereka.

Baca Juga :  Api Melalap Desa Wisata Adat Sade

Data sementara pada pukul 17.00 WIB menunjukkan gempa merusak total 346 unit rumah. Rinciannya, 157 unit rusak berat, 41 unit rusak sedang, dan 148 unit rusak ringan. Bencana ini juga merobohkan atau merusak 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, 5 tempat ibadah, 6 kantor pemerintahan, serta sejumlah fasilitas umum lainnya.

Merespons bencana tersebut, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah terdampak. Tim logistik menyalurkan bantuan dari gudang yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT. Dari Jakarta, BNPB juga mengerahkan 50.000 paket bantuan berbobot total 275 ton melalui pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.

Baca Juga :  Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

“Sebanyak 10.500 paket di antaranya telah tiba di baseops, yang berasal dari Sekretaris Kabinet,” tulis humas BNPB dalam akun resmi yang dilansir Lombokini.com.

Guncangan gempa juga menerjang wilayah lain, yakni Kabupaten dan Kota Bima di Nusa Tenggara Barat, serta Kabupaten Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan. Meski merasakan getaran kuat, masyarakat di Bima relatif kondusif. Petugas BPBD setempat pun terus melakukan pendataan serta verifikasi di lapangan.

Sementara itu, di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan pos-pos pengungsian di tiga kecamatan, yaitu Pasirmarannu, Pasilambena, dan Takabonerate. Langkah ini untuk mengantisipasi dampak susulan pascagempa. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta
Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare di Bukit Loco Senggigi Berhasil Dipadamkan
Viral! Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink, Ini Kata DKP NTB 
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa
Material Jerami dan Bambu Picu Api Cepat Lalap Rumah Adat Sade
Api Melalap Desa Wisata Adat Sade
Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:00 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Pertanyaan Seputar Cerpen

Kamis, 6 Agustus 2026 - 05:34 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Warisan Ilmu Kecepatan Tangan

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:24 WITA

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:25 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Ada Kosnpirasi Di Cerita Ini 

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:06 WITA

Viralisasi Berkelindan dengan Motif Ekonomi, Program Literasi Selalu Dilayakkan Proyek Belaka

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:43 WITA

Penderitaan Modern di Era AI: Manusia dan Realitas Palsu, Sastra sebagai Penawarnya

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Nasional

Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Kamis, 3 Sep 2026 - 21:31 WITA