Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BNPB Catat 38 Jiwa Meninggal dan 2.000 Warga Mengungsi Akibat Gempa M 7,7 NTT. (Foto: Lombokini.com/BNPB)

BNPB Catat 38 Jiwa Meninggal dan 2.000 Warga Mengungsi Akibat Gempa M 7,7 NTT. (Foto: Lombokini.com/BNPB)

LOMBOKINI.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 38 jiwa hingga Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 15.00 Wita.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan data itu dalam konferensi pers penanganan pascagempa di Kabupaten Nagekeo.

Suharyanto merinci, gempa juga mengakibatkan 2 orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan.

“Terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia, 2 jiwa luka berat, 11 luka ringan, dan kurang lebih 2.000 jiwa melaksanakan pengungsian secara mandiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah

Gempa utama terjadi pada dini hari tadi dan sempat memicu peringatan dini tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gelombang tsunami kecil setinggi kurang dari 1 meter di sejumlah titik, sebelum akhirnya mencabut peringatan tersebut sekitar tiga jam setelah guncangan utama.

Sementara itu, tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi di kawasan pelabuhan Maumere, Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta

Kepala Basarnas Maumere, Fathur Rahman, melaporkan bahwa petugas telah menemukan 20 korban meninggal, 6 orang luka-luka, dan 2 warga yang masih tertimbun reruntuhan bangunan.

Evakuasi menghadapi kendala berat karena akses darat menuju titik terdekat pusat gempa di Kabupaten Nagekeo lumpuh total.

Material longsoran menutup jalur utama, sementara jaringan komunikasi terputus. Tim penyelamat kini berupaya menembus lokasi melalui jalur laut. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta
Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare di Bukit Loco Senggigi Berhasil Dipadamkan
Viral! Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink, Ini Kata DKP NTB 
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa
Material Jerami dan Bambu Picu Api Cepat Lalap Rumah Adat Sade
Api Melalap Desa Wisata Adat Sade
Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:00 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Pertanyaan Seputar Cerpen

Kamis, 6 Agustus 2026 - 05:34 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Warisan Ilmu Kecepatan Tangan

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:24 WITA

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:25 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Ada Kosnpirasi Di Cerita Ini 

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:06 WITA

Viralisasi Berkelindan dengan Motif Ekonomi, Program Literasi Selalu Dilayakkan Proyek Belaka

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:43 WITA

Penderitaan Modern di Era AI: Manusia dan Realitas Palsu, Sastra sebagai Penawarnya

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Nasional

Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Kamis, 3 Sep 2026 - 21:31 WITA