Pemkab Lombok Timur Tutup Permanen Warung di Pantai Lungkak

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah dan masyarakat menyepakati penutupan permanen warung Pantai Lungkak dalam musyawarah di Desa Ketapang Raya, Senin 10 Agustus 2026. (Foto: Lombokini.com).

Pemerintah dan masyarakat menyepakati penutupan permanen warung Pantai Lungkak dalam musyawarah di Desa Ketapang Raya, Senin 10 Agustus 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama masyarakat secara resmi menutup permanen seluruh aktivitas warung di kawasan Pantai Lungkak, Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak. Kesepakatan ini tercipta dalam musyawarah yang berlangsung di Balai Desa Ketapang Raya pada Senin 10 Agustus 2026.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Timur, Salmun Rahman, Kepala Kesbangpol Lombok Timur, H. Mustapa, Camat Keruak, serta perangkat desa dan tokoh masyarakat hadir langsung dalam pertemuan tersebut. Para pemilik warung pun turut duduk bersama untuk menyepakati langkah tegas ini.

Kasatpol PP Salmun Rahman menyatakan bahwa semua pihak sepakat menghentikan seluruh aktivitas usaha di sepanjang pesisir pantai, khususnya di area perumahan nelayan.

Baca Juga :  Warga Tutup Paksa dan Rusak Fasilitas Kafe di Pantai Lungkak

Menurutnya, penutupan ini bertujuan menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

“Kami tidak akan mentolerir lagi aktivitas di pinggir pantai. Ini demi kepentingan bersama,” tegasnya.

Dalam kesepakatan tersebut, pemerintah memberikan tenggat waktu tujuh hari kepada para pemilik warung untuk membongkar sendiri bangunan mereka. Jika para pemilik warung tidak mematuhi batas waktu tersebut, Satpol PP akan turun langsung melakukan pembongkaran secara paksa.

Kepala Wilayah (Kawil) Lungkak Selatan, H. Muh Taufik, mengajak seluruh warga mengawasi jalannya proses pembongkaran. Ia menegaskan, peran aktif masyarakat menjadi kunci utama untuk menjaga komitmen bersama.

“Kami minta warga ikut mengawal kesepakatan ini agar berjalan sesuai rencana,” ujar H. Muh Taufik.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare di Bukit Loco Senggigi Berhasil Dipadamkan

Sebagai bentuk persetujuan, perwakilan masyarakat turut menandatangani dokumen kesepakatan penutupan permanen. Warga sekitar menyambut positif keputusan ini. Mereka mengaku lega dan bersyukur karena kawasan yang selama ini meresahkan kini kembali tertata.

“Saya bersyukur akhirnya warung di Pantai Lungkak ditutup. Ini demi kebaikan kita semua,” ungkap salah satu warga dengan perasaan lega.

Dengan berakhirnya aktivitas warung tersebut, masyarakat berharap pemerintah segera menata ulang kawasan Pantai Lungkak. Mereka ingin lingkungan itu kembali aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga, terutama bagi mereka yang tinggal di perumahan nelayan. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta
Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare di Bukit Loco Senggigi Berhasil Dipadamkan
Viral! Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink, Ini Kata DKP NTB 
Masjid Al Amanah Luncurkan ATM Beras Digital untuk Warga Duafa
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa
Material Jerami dan Bambu Picu Api Cepat Lalap Rumah Adat Sade
Api Melalap Desa Wisata Adat Sade

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:30 WITA

Festival Gawe Beleq Sakra Barat Resmi Ditutup Kapolres Lombok Timur

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:21 WITA

Awik-Awik Baru untuk Pendaki Rinjani: Wajib Ikut Ritual Adat Sembeq Buraq? Ini Penjelasan TNGR

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:58 WITA

JAMNAS V BPAN Mengumpulkan Pemuda Adat Se-Nusantara di Desa Perigi: Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Masyarakat Adat

Senin, 29 Juni 2026 - 06:56 WITA

Ratusan Pemuda Adat Nusantara dari Berbagai Wilayah Melebur dalam Sakralnya Tradisi Tetulaq Desa di Desa Perigi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:17 WITA

Lombok Timur Jadi Tuan Rumah Jambore Nasional V BPAN, Ratusan Peserta Siap Berkumpul di Wilayah Adat Perigi dan Limbungan

Senin, 22 Juni 2026 - 20:56 WITA

Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:17 WITA

KKN IAI Hamzanwadi Kunjungi Museum Genggelang, Telusuri Narasi Sejarah yang Terlupakan

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:25 WITA

Perang Topat Bukan Toleransi

Berita Terbaru

Peneliti Lombok Research Center (LRC),
Dr. Maharani. (Foto: Istimewa)

Lingkungan

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Selasa, 1 Sep 2026 - 22:01 WITA

Gedung kantor Bupati Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Sejarah Lahirnya Lombok Timur: ‘Onder Afdeling’

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:28 WITA