DPM Unram Siapkan Gugatan ke PTUN soal Pergeseran Dana BTT Rp 484 Miliar

Selasa, 11 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DPM Unram Gugat Pergeseran Dana BTT Rp484 Miliar ke PTUN dan Desak Audit BPK.(Foto: Lombokini.com).

DPM Unram Gugat Pergeseran Dana BTT Rp484 Miliar ke PTUN dan Desak Audit BPK.(Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Mataram (DPM Unram) menyiapkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram dan mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigatif atas pergeseran Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp 484 miliar dalam APBD NTB Tahun Anggaran 2025.

Ketua DPM Unram, Maulana, mempertanyakan penggunaan tambahan Dana Bagi Hasil (DBH) sekitar Rp 515 miliar. Menurutnya, pemerintah memasukkan dana itu ke pos BTT dan kemudian mengalihkannya untuk membiayai belanja modal atau proyek fisik melalui Peraturan Gubernur (Pergub) NTB Nomor 2 Tahun 2025 dan Nomor 6 Tahun 2025.

DPM Unram menilai mekanisme pengalihan anggaran tanpa pembahasan APBD Perubahan bersama DPRD itu berpotensi mengabaikan fungsi penganggaran legislatif.

“Padahal, aturan memperuntukkan dana BTT bagi kondisi darurat dan bencana, bukan kantong ajaib untuk proyek fisik reguler atau janji politik kampanye,” tegas Maulana dalam keterangan tertulisnya, Senin 10 Agustus 2026.

DPM Unram juga menyoroti tidak adanya catatan khusus mengenai pergeseran Rp484 miliar tersebut dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Perwakilan NTB yang BPK serahkan pada Juni 2026.

Baca Juga :  LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Karena itu, DPM Unram meminta BPK Perwakilan NTB menjelaskan kepada publik alasan tidak adanya temuan khusus terkait pergeseran anggaran itu.

Desak Audit Investigatif dan Pansus

DPM Unram menyampaikan sejumlah tuntutan kepada lembaga negara. Mereka mendesak BPK RI melakukan audit investigatif atau Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) terhadap pergeseran dana BTT tersebut.

DPM Unram juga meminta BPK memeriksa kemungkinan kerugian keuangan negara jika menemukan indikasi pelanggaran.

Selain itu, DPM Unram meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan supervisi dan menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan wewenang serta potensi tindak pidana korupsi.

DPM Unram juga mendesak DPRD NTB membentuk panitia khusus (Pansus) untuk menguji penerbitan dan substansi Pergub NTB Nomor 2 Tahun 2025 dan Nomor 6 Tahun 2025.

Siapkan Gugatan OOD ke PTUN

Baca Juga :  Jerry Dorong Penguatan Hulu agar NTB Jadi Pusat Industri Kelapa

DPM Unram tidak hanya bergerak di jalur advokasi. Maulana mengatakan pihaknya bersama elemen mahasiswa mempersiapkan gugatan Onrechtmatige Overheidsdaad (OOD) atau Perbuatan Melawan Hukum oleh Badan/Pejabat Pemerintahan terhadap Gubernur dan DPRD NTB.

“Jika tidak mendapat respons, kami akan menggugat tindakan melawan hukum pejabat melalui PTUN demi mengawal uang rakyat,” ujarnya.

DPM Unram menilai penerbitan kedua pergub itu mengandung persoalan hukum materiil, potensi detournement de pouvoir (penyalahgunaan wewenang), serta dugaan pelanggaran Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB).

Maulana menegaskan, seluruh tudingan tersebut masih merupakan sikap dan penilaian awal DPM Unram, belum merupakan putusan hukum berkekuatan tetap.

Ia juga menyatakan DPM Unram akan menyampaikan dokumen laporan terkait skandal dana BTT itu langsung kepada Presiden Prabowo dalam kunjungannya ke Lombok.

Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Provinsi NTB, DPRD NTB, dan BPK Perwakilan NTB belum menanggapi tudingan dan tuntutan DPM Unram tersebut. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mantan Kabais Soleman Ponto Desak Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Penyadapan Presiden Prabowo
Jerry Dorong Penguatan Hulu agar NTB Jadi Pusat Industri Kelapa
Bareskrim Polri Tetapkan Listyo Sigit dan Dua Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden
Siswa SD di Selong Diduga Jadi Korban Pelecehan Usai Dicekoki Miras, Polisi Lakukan Penyelidikan
Kapolres Lotim Kejar Curanmor Sampai ke Plafon, Sempat Ayunkan Parang ke Anggota
Mahkamah Partai Gerindra Memecat Tiga Kader karena Kasus Narkoba
Mabes Polri Copot Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Perwira usai Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Jaksa Pertahankan Tuntutan 2 Tahun Mugni, PH Tolak Dalil JPU dan Persoalkan Pasal 483 KUHP

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 09:12 WITA

Mantan Kabais Soleman Ponto Desak Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Penyadapan Presiden Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 22:29 WITA

Jerry Dorong Penguatan Hulu agar NTB Jadi Pusat Industri Kelapa

Selasa, 3 November 2026 - 22:35 WITA

Bareskrim Polri Tetapkan Listyo Sigit dan Dua Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden

Selasa, 3 November 2026 - 16:49 WITA

Siswa SD di Selong Diduga Jadi Korban Pelecehan Usai Dicekoki Miras, Polisi Lakukan Penyelidikan

Senin, 2 November 2026 - 23:32 WITA

Mahkamah Partai Gerindra Memecat Tiga Kader karena Kasus Narkoba

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur Drs. H. Haerul Warisin, M.Si. (Foto: Lombokini.com)

Opini

TPAKD Award 2026:Tanpa Kemiskinan  

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:20 WITA