Layanan Kesehatan RSUD Selaparang Mempunyai Peran Penting di Timur Kota Selong

Rabu, 3 April 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD Selaparang, dr. H. Ade Anugrah Karyana. (dok:lombokini.com)

Direktur RSUD Selaparang, dr. H. Ade Anugrah Karyana. (dok:lombokini.com)

LOMBOKini.com,- Sebagai salah satu dari lima rumah sakit yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Lombok Timur (Pemda Lotim), RSUD Selaparang mempunyai peran penting dalam menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas di wilayah Timur Kota Selong.

Dibangun pada tahun 2023 lalu, RSUD Selaparang diharapkan dapat memudahkan akses pelayanan bagi pasien rawat jalan, rawat inap, serta rujukan termasuk wisatawan mancanegara.

Saat ini, RSUD Selaparang memberikan layanan IGD 24 jam, rawat inap, bersalin, poliklinik rawat jalan, instalasi gizi, farmasi, dan laboratorium.

Kerja sama dengan BPJS Kesehatan sejak Oktober 2023 telah membuka pintu bagi pasien BPJS untuk mulai menerima layanan di RSUD Selaparang.

Baca Juga :  Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Tak heran, terjadi peningkatan signifikan dalam kunjungan pasien sejak pembukaan pelayanan pada Mei 2023 lalu.

Meskipun demikian, RSUD Selaparang masih tergolong sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), setara dengan puskesmas atau klinik, karena menyandang Tipe D Pratama.

Direktur RSUD Selaparang, dr. H. Ade Anugrah Karyana, kepada media ini menjelaskan bahwa persiapan menuju Tipe D membutuhkan peningkatan fasilitas dan pelayanan.

Dari segi fasilitas, RSUD Selaparang perlu meningkatkan jumlah kamar rawat inap menjadi minimal 50 kamar, sementara saat ini baru tersedia 25 kamar.

“Selain itu, peningkatan fasilitas lainnya seperti ruang perawatan, tangga darurat, dan lainnya juga diperlukan,”kata dr. Ade, Rabu, 3 April 2024.

Baca Juga :  LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Lebih lanjut, Untuk memenuhi standar Tipe D, RSUD Selaparang juga perlu memiliki minimal empat dokter spesialis, termasuk spesialis anak, penyakit dalam, bedah, dan kandungan.

“Kelengkapan alat kesehatan dan obat-obatan juga menjadi faktor penunjang dalam menyediakan empat pelayanan dasar tersebut,”ujar dr. Ade.

Dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas fasilitas, RSUD Selaparang berupaya meningkatkan Tipe D Pratama menuju D di tahun 2025.

Dengan menyandang Tipe D, RSUD Selaparang dapat memberikan layanan rujukan dari FKTP wilayah Wanasaba, Sambelia, Labuhan Lombok dan Sembalun. (lk)

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting
Seleksi Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB 2026, Lombok Timur Usung Tiga Inovasi Unggulan
Kejar Target UHC, Pemda Lotim Dorong Kepesertaan BPJS Kesehatan Segmen Pekerja

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Rabu, 30 September 2026 - 15:19 WITA

RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA