Sembalun Luncurkan Atraksi Seni Budaya sebagai Magnet Pariwisata Baru

Sabtu, 27 Desember 2025 - 20:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sembalun Luncurkan Atraksi Seni Budaya sebagai Magnet Pariwisata Baru. (Foto: Lombokini.com).

Sembalun Luncurkan Atraksi Seni Budaya sebagai Magnet Pariwisata Baru. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Kawasan wisata Sembalun kini memperkuat daya tariknya dengan meluncurkan pertunjukan seni budaya rutin. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama pelaku usaha resmi mengoperasikan atraksi ini untuk memperkaya pengalaman wisatawan dan melestarikan warisan leluhur.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, secara resmi meluncurkan program pertunjukan musik tradisional dan tari-tarian khas Sembalun di Resto Mahakala, Desa Sembalun Bumbung, Sabtu 27 Desember 2025.

Wabup Edwin menekankan program ini sebagai bentuk sinergi Pentahelix antara pemerintah, pengusaha, media, akademisi, dan komunitas.

“Ini adalah bentuk kepedulian pengusaha untuk mengangkat budaya daerah. Kita berharap kegiatan ini menjadi jadwal tetap, misalnya setiap akhir pekan, sehingga wisatawan tidak hanya melihat gunung, tapi juga menikmati nilai budaya,” ujar Edwin.

Ia menyoroti posisi Sembalun sebagai daerah penyangga destinasi prioritas. Kehadiran atraksi rutin seperti Tari Tandang Mendet diharapkannya dapat meningkatkan lama kunjungan wisatawan.

Baca Juga :  Kisah Pilu Ziadatun Nisa: Bertahan Hidup Jadi Buruh Cuci Demi Sekolah, Beratap Kelas yang Nyaris Roboh

Sanggar Aldakmas Jadi Ujung Tombak Regenerasi

Ketua Pembina Sanggar Aldakmas Sembalun, Rolansyah, menyambut baik tersedianya panggung tetap ini. Sanggar yang menaungi pemuda dari tingkat SD hingga umum itu kini memiliki wadah untuk mengekspresikan diri dan melatih mental.

“Kami mengangkat potensi asli seperti Tari Tandang Mendet, Tari Slogok, dan Tari Pangkureyong. Selama ini, kami hanya tampil jika ada undangan. Di sini, adik-adik kami memiliki wadah untuk meregenerasi pengetahuan budaya agar tidak lekang waktu,” jelas Rolansyah.

Ia berharap dukungan pemerintah berkelanjutan hingga ke level akar rumput agar seniman dan pengrajin lokal Sembalun mendapatkan pengakuan dan pembinaan.

Amfiteater Baru Siap Jadi Teater Alam

Inisiatif menghadirkan atraksi budaya ini berawal dari keinginan para pelaku wisata setempat yang menginginkan activity-based tourism. Owner Mahakala, Naopal, menjelaskan pihaknya kini melengkapi tempatnya dengan amfiteater berkapasitas 250-300 orang.

Baca Juga :  KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara

“Kami berkomitmen menyediakan destinasi baru. Harapannya, Sembalun bisa seperti Bali, di mana wisatawan melihat interaksi budaya secara langsung. Bagi yang mungkin tidak terlalu suka mendaki, mereka kini punya alasan kuat ke sini untuk menikmati karya seni,” ungkap Naopal.

Jadwal Pertunjukan untuk Wisatawan

Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan kekayaan budaya Sembalun, berikut jadwal rutin di Mahakala Rinjani: Latihan Terbuka pada Senin, Rabu, dan Jumat sore (dapat disaksikan secara gratis) dan Pentas Utama (Full Show): Setiap hari Sabtu.

Dengan peluncuran ini, Sembalun bertransformasi menjadi destinasi yang memadukan keajaiban alam Gunung Rinjani dengan kekayaan budaya otentik. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi
Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa
Dispar Lombok Timur Desak Pemprov NTB Terbitkan Aturan Laut Teluk Ekas
Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun
Pemerintah Hampir Ratakan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Kini Fasilitas Itu Mulai Beroperasi
Buka Rinjani 100, Plt Kadispora Lepas Pelari Kategori Ekstrem
Pemuda Asal Masbagik Terseret Ombak di Tanjung Beloam
Sembalun dan Ekas Jadi Sorotan, Ini Dampak Perda Pariwisata Baru

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:30 WITA

Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:12 WITA

120 Bangunan di Desa Adat Sade Hangus Terbakar, DPR RI Siapkan Revitalisasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:34 WITA

Api Melalap Desa Wisata Adat Sade

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:19 WITA

Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:33 WITA

Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:06 WITA

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Tim SAR Evakuasi 106 Penumpang KMP Putri Yasmin

Berita Terbaru

Kebudayaan di Nusa Tenggara Barat . (Foto: Lombokini.com).

Opini

Bermasalah: Roadmap Kebudayaan NTB 2027-2047

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:15 WITA

Okky Afriwan, SE, MBA: Dosen Fakultas Ilmu Komputer dan Kecerdasan Artifisial Universitas Teknologi Mataram (Foto: Istimewa)

Opini

Resensi Buku ‘Kebijakan Ekonomi Publik’

Minggu, 23 Agu 2026 - 11:55 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Pertanyaan Seputar Cerpen

Sastra

CERPEN Yuspianal Imtihan: Pertanyaan Seputar Cerpen

Minggu, 23 Agu 2026 - 08:00 WITA