Policy Brief Stunting dari Mahasiswa Unram Diterima Dinas Kesehatan Lombok Timur

Sabtu, 20 Juli 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua tim riset PKM bidang Sosial dan Humaniora Unram menyerahkan policy brief ke Dinas Kesehatan Lombok Timur. (foto: ong)

Ketua tim riset PKM bidang Sosial dan Humaniora Unram menyerahkan policy brief ke Dinas Kesehatan Lombok Timur. (foto: ong)

LOMBOKINI.com – Empat mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang tergabung dalam tim riset Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Sosial dan Humaniora menyerahkan policy brief kepada Dinas Kesehatan Lombok Timur pada Jumat, 19 Juli 2024.

Penyerahan tersebut dilakukan oleh ketua tim, Paenal Juni Harian, dan diterima oleh Kepala Seksi Gizi, Wahyuni Kunayarti, yang mewakili kepala dinas.

Paenal menjelaskan bahwa policy brief ini adalah hasil tambahan dari penelitian mereka yang berfokus pada peran tuan guru dalam pencegahan dan penanganan stunting di Lombok Timur.

Baca Juga :  Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong

“Kami mencoba mengupas isu stunting melalui kaca mata sosial. Policy brief ini diminta oleh dinas kesehatan sejak awal penelitian,” kata Paenal.

Penelitian ini berlangsung dari Mei hingga Juli 2024, dengan anggota tim yaitu Shafwatu Qalbiy Taqiyudin Nabani dari jurusan Ilmu Komunikasi, dan Devi Yuliana dari jurusan Pendidikan Sosiologi.

Wahyuni Kunayarti mengapresiasi ide dan gagasan ilmiah para mahasiswa, menyebutkan bahwa usulan kebijakan tersebut berdasarkan penelitian empiris dan sistematis.

“Stunting adalah tanggung jawab bersama, memerlukan keterlibatan banyak pihak, termasuk tokoh agama dan masyarakat,” jelas Wahyuni.

Baca Juga :  Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores

Ia menambahkan bahwa program da’i kesehatan yang pernah ada pada 2020-2021 tidak dilanjutkan karena masalah anggaran dan kesulitan koordinasi.

Beberapa poin kebijakan yang diusulkan dalam dokumen tersebut meliputi:

  • Mengembalikan dan mengoptimalkan program da’i kesehatan.
  • Setiap puskesmas memiliki minimal satu da’i kesehatan dari unsur tuan guru setempat.
  • Pengajian rutin bulanan di setiap kecamatan dengan figur tuan guru yang berpengaruh.
  • Kolaborasi berkelanjutan dengan pondok pesantren untuk edukasi kesehatan sejak dini. ***

Penulis : Ong

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT
Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong
Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026
Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:31 WITA

Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:23 WITA

Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:48 WITA

Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Rabu, 30 September 2026 - 15:19 WITA

RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Berita Terbaru