Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

LOMBOKINI.com – Bendungan Pandandure di Kecamatan Terara, Lombok Timur, kembali merenggut korban jiwa. Ahmad Rahman (12), anak asal Kalimantan yang baru beberapa minggu tinggal di Lombok Timur, tewas tenggelam, Kamis 7 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 Wita.

Korban yang tidak bisa berenang dan baru pertama kali datang ke bendungan itu mengajak temannya bermain di kawasan tersebut. Beberapa rekan korban ikut mandi, lalu Ahmad mengikuti.

Baca Juga :  KPK Pantau Implementasi Desa Antikorupsi di Lombok Timur

“Korban tidak bisa berenang. Beberapa teman sempat menolong karena kondisi air cukup dalam,” ungkap Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, Jumat 8 Mei 2026.

Karena panik, korban berusaha berenang sambil dibantu rekannya. Namun, usaha itu gagal. Ahmad perlahan tenggelam. Warga kemudian menemukan korban di dasar bendungan setelah melakukan pencarian.

Baca Juga :  Api Melalap Desa Wisata Adat Sade

Tim dokter Puskesmas Terara menyatakan Ahmad Rahman meninggal dunia akibat tenggelam. Ciri-cirinya meliputi air yang terus keluar dari hidung, pupil mata melebar, dan nadi tidak teraba.

Polres Lombok Timur mengimbau orang tua agar mengawasi anak-anaknya. “Jangan biarkan anak mandi di sekitar Bendungan Pandandure,” pesan Rusmaladi.

Bendungan Pandandure kerap menelan korban jiwa, baik orang dewasa maupun anak-anak. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Viral! Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink, Ini Kata DKP NTB 
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa
Material Jerami dan Bambu Picu Api Cepat Lalap Rumah Adat Sade
Api Melalap Desa Wisata Adat Sade
Festival Gawe Beleq Sakra Barat Resmi Ditutup Kapolres Lombok Timur
HMPS SI FT Unham Gelar Seminar Pangan Hadirkan Sekda Lotim
Temui Massa Aksi, Wabup Pastikan Jalan Kalijaga Timur Diperbaiki Lewat APBD Perubahan 2026

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:43 WITA

Viral! Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink, Ini Kata DKP NTB 

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:31 WITA

Masjid Al Amanah Luncurkan ATM Beras Digital untuk Warga Duafa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:30 WITA

Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:12 WITA

120 Bangunan di Desa Adat Sade Hangus Terbakar, DPR RI Siapkan Revitalisasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 01:34 WITA

Material Jerami dan Bambu Picu Api Cepat Lalap Rumah Adat Sade

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:34 WITA

Api Melalap Desa Wisata Adat Sade

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:48 WITA

Video Air Berbusa dari Tambak Udang Viral, Nelayan Protes Susah Cari Ikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:02 WITA

TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara

Berita Terbaru