Pentingnya Kesadaran Konsumsi Pangan Sehat untuk Mencegah Gagal Ginjal pada Anak

Kamis, 8 Agustus 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pentingnya Kesadaran Konsumsi Pangan Sehat untuk Mencegah Gagal Ginjal pada Anak. (foto: lombokini.com/istimewa)

Pentingnya Kesadaran Konsumsi Pangan Sehat untuk Mencegah Gagal Ginjal pada Anak. (foto: lombokini.com/istimewa)

LOMBOKINI.com – Gagal ginjal umumnya ditemukan pada orang tua, namun kini kasus ini juga banyak terjadi pada anak-anak. Di Indonesia, angka kejadian gagal ginjal pada anak meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram telah menyediakan fasilitas cuci darah khusus untuk anak-anak, menanggapi peningkatan kasus ini.

Menurut Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, Yosef Dwi Irwan, beberapa penyebab gagal ginjal pada anak meliputi kelainan bawaan sejak lahir, penyakit tertentu seperti autoimun, dan pola makan yang tidak sehat, terutama konsumsi makanan tinggi gula.

Produk pangan yang telah mendapatkan izin edar telah melalui evaluasi mutu dan keamanan, namun harus dikonsumsi sesuai aturan dan tidak berlebihan. Oleh karena itu, BPOM mengusung tagline “Cek KLIK” yang salah satunya adalah “Cek Label”. Konsumen diharapkan membaca label untuk mengetahui komposisi makanan yang dikonsumsi.

Baca Juga :  Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

“Carilah produk dengan kandungan Gula, Garam, dan Lemak (GGL) yang rendah,” kata Yosef.

Selain itu, penting bagi konsumen untuk mengetahui Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dibutuhkan tubuh, yang biasanya tercantum pada label makanan. Orang tua diharapkan memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya konsumsi pangan yang aman, sehat, dan bergizi sejak dini.

“Kandungan GGL yang tinggi dapat menyebabkan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes,” jelas Yosef.

Baca Juga :  333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Dia mengungkap, saat ini diabetes tidak hanya dialami oleh orang tua, tetapi juga oleh remaja dan anak-anak akibat konsumsi pangan tinggi gula dan kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga. Diabetes dapat merusak fungsi ginjal, yang berujung pada perlunya cuci darah.

Untuk itu, Yosef menghimbau konsumen selalu baca label, pilih makanan yang lebih sehat (rendah GGL), konsumsi pangan dengan gizi seimbang, dan rutin berolahraga.

“Sebagai orang tua dan konsumen, kita harus bijak dalam memilih dan memberikan makanan yang baik untuk diri kita dan anak-anak kita,” tandasnya. ***

Penulis : Ong

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026
Anggota DPRD Lotim dari PDIP Diduga Kelola Tiga Dapur MBG
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB
Bahasa Sasak Bertahan di Tengah Globalisasi, Sangkep Internasional I Siapkan Empat Fokus Utama
Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting
Seleksi Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB 2026, Lombok Timur Usung Tiga Inovasi Unggulan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Rabu, 30 September 2026 - 15:19 WITA

RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Senin, 21 September 2026 - 23:36 WITA

Anggota DPRD Lotim dari PDIP Diduga Kelola Tiga Dapur MBG

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:13 WITA

Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB

Berita Terbaru

Dokter Umum RSUD Soedjono Selong, Dr Ario menjelaskan tentang Influenza A yang marak diperbincangkan saat ini.

Kesehatan

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Selasa, 6 Okt 2026 - 19:51 WITA

Calon Ketua Umum BPD ABUJAPI NTB, Syamsuddin, S.Sos, S.H, M.H., atau Bung Syam.  (Foto: Lombokini.com).

Berita

Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Senin, 5 Okt 2026 - 22:00 WITA

Warga rentan, petani, dan pelaku usaha kecil menanggung beban kenaikan PKB dan PBBKB melalui Perda NTB No. 3/2026. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Gubernur Visioner atau Sekadar Penagih Pajak?

Senin, 5 Okt 2026 - 19:09 WITA