Koalisi Masyarakat Sipil Dorong Koperasi Kelola Tambang Rakyat di NTB

Senin, 14 Juli 2025 - 19:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov NTB bersama Koalisi Masyarakat Sipil menggelar Focus Group Discussion (FGD) solutif untuk menggalang koperasi tambang rakyat di Hotel Santika Mataram, Senin 14 Juli 2025. (Foto: Lombokini.com).

Pemprov NTB bersama Koalisi Masyarakat Sipil menggelar Focus Group Discussion (FGD) solutif untuk menggalang koperasi tambang rakyat di Hotel Santika Mataram, Senin 14 Juli 2025. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Koalisi Masyarakat Sipil untuk Tambang Rakyat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mendorong Tata Kelola Tambang Rakyat yang Berkeadilan untuk Koperasi” di Santika Hotel Mataram, Senin 14 Juli 2025.

Puluhan peserta yang terdiri dari aktivis, perwakilan LSM, advokat, akademisi, dan awak media menghadiri acara tersebut. Selanjutnya, Pembina Koalisi, Fihiruddin, membuka sekaligus menegaskan FGD sebagai upaya serius mewujudkan koperasi tambang rakyat.

“Kami ingin menghadirkan solusi adil, inklusif, dan legal melalui koperasi. Selain itu, skema ini akan memperkuat posisi tawar masyarakat sekaligus menjamin aspek lingkungan dan ekonomi lokal,” tegasnya.

Baca Juga :  Koresponden tvOne Datangi Ponpes Al-Ishlahuddiny dan Sampaikan Maaf atas Polemik Pemberitaan

Pada kesempatan itu, Plt. Kepala Dinas ESDM NTB Wirawan Ahmad menjelaskan bahwa Pemprov NTB mendorong akselerasi pertambangan rakyat berbasis koperasi sesuai UU No. 3/2020.

“Secara khusus, kewenangan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) berada pada pemerintah provinsi. Kami melakukan seluruh proses secara paralel tanpa melanggar regulasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Ahmad Mashuri menyatakan koperasi tambang rakyat sangat dimungkinkan dengan anggota masyarakat sekitar tambang. Ia mengapresiasi inisiatif Kapolda NTB dan Gubernur NTB dalam skema ini.

Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPRD NTB Hamdan Kasim mendesak percepatan IPR berbasis koperasi. “Pertama, tambang rakyat mewujudkan amanat Pasal 33 UUD 1945. Kedua, kami mendukung penuh Kepmen ESDM No. 194/2025 yang menetapkan 16 blok tambang rakyat di NTB,” ujarnya. Ia meyakini model koperasi dapat menyelesaikan kemiskinan ekstrem sekaligus mendorong hilirisasi UMKM.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran

Meski mendukung, Direktur Walhi NTB Amri Nuryadin mengingatkan pentingnya sensitivitas lingkungan. “Pengelolaan harus mengedepankan aspek lingkungan agar tidak menjadi kutukan sumber daya alam,” tegasnya.

Sebagai penutup, Wahidjan memoderatori diskusi yang menghadirkan narasumber kunci seperti Kabid DLHK NTB Didik Mahmud Gunawan Hadi dan perwakilan asosiasi tambang. ***

Berita Terkait

Koresponden tvOne Datangi Ponpes Al-Ishlahuddiny dan Sampaikan Maaf atas Polemik Pemberitaan
Gubernur NTB Dukung Penuh Pelaksanaan UKW SMSI 28-29 Juli
Kapolda NTB Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Kapolda NTB Rotasi 8 Pejabat Utama dan 4 Kapolres Tindak Lanuti Telegram Kapolri
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Wabup Lotim Tegaskan Pelaku Judi dan Pinjaman Online Satu KK Auto Dicoret dari Daftar Bantuan Bansos
Z Coffee Hening Resmi Dibuka: Kafe Inklusif 100 Persen Dikelola Disabilitas Hadir di Lombok Timur
Kapolda NTB dan Bupati Lotim Serahkan Santunan kepada Anak Yatim dan Lansia di Kantor Baznas

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:32 WITA

Lombok Barat Dikutuk Guru Dane

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:13 WITA

Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:53 WITA

Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:44 WITA

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:11 WITA

Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:12 WITA

Krismon 1997-1998 Bakal Terulang Kembali? 

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:48 WITA

ESAI Khaerul Majdi: Oase Sejarah’ dan Tahun-Tahun yang Sial: Melihat HIMMAH NWDI dari Timur

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:33 WITA

Esai Yuspianal Imtihan: Menilik Sikap Seniman di Era Artificial Intelligence 

Berita Terbaru