LOMBOKINI.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali menunjukkan komitmen menjaga jaring pengaman sosial menjelang akhir Ramadan. Tahun ini, Pemkab menyiapkan anggaran Rp 30 miliar untuk mengadakan paket sembako.
Pemkab akan menyalurkan paket ini khusus kepada masyarakat miskin di wilayah Gumi Patuh Karya menjelang lebaran idulfitri 1447 H.
Pemkab mengambil langkah ini tidak hanya sebagai bantuan sosial, tetapi juga sebagai instrumen strategis menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, optimistis intervensi ini memberikan dampak langsung terhadap pengendalian harga di pasar.
“Kita akan berikan lagi sembako untuk masyarakat miskin. Pembagian sembako ini nanti pasti akan berpengaruh terhadap inflasi setelah kita bagi,” terang Haerul Warisin, Rabu 4 Maret 2026.
Meskipun program ini tetap berjalan, Pemkab melakukan penyesuaian dari sisi fiskal. Total anggaran tahun ini turun Rp 10 miliar dibanding alokasi tahun 2025 yang mencapai Rp 40 miliar. Penurunan ini terjadi karena pemerintah pusat memberlakukan kebijakan efisiensi anggaran.
Kondisi tersebut memaksa pemerintah daerah memutar otak agar bantuan tetap tepat sasaran dan merata. Pemkab mengambil strategi dengan menyesuaikan volume isi paket, khususnya pada komoditas beras.
“Saya minta supaya yang menerima lebih banyak, iya cukup berasnya saja yang dikurangi dari jumlah sebelumnya. Misalnya berasnya hanya 5 kilogram kemudian ada gula, ada minyak dan sebagainya,” jelasnya.
Jika pada tahun sebelumnya masyarakat menerima 10 kilogram beras, kali ini Pemkab mengurangi paket menjadi 5 kilogram. Namun, pengurangan volume ini bertujuan memperluas jangkauan penerima manfaat.
Dengan total dana Rp 30 miliar dari APBD Lombok Timur, pemerintah menargetkan bantuan ini menjangkau sedikitnya 198 ribu masyarakat miskin. Pemerintah memfokuskan penyaluran pada warga kategori kesejahteraan desil satu hingga desil dua.
Pemerintah berharap, dengan paket sembako berisi beras, gula, dan minyak goreng ini, beban dapur masyarakat prasejahtera selama Ramadan terbantu. Paket ini juga menekan lonjakan permintaan pasar yang biasanya memicu kenaikan harga. ***
Penulis : Najamudin Anaji







