Pedagang Cilok Protes Keras Larangan Berjualan di Bale Mangrove Jerowaru

Jumat, 2 Januari 2026 - 23:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang Cilok Protes Keras Larangan Berjualan di Kawasan Wisata Bale Mangrove Jerowaru. (Foto: Lombokini.com).

Pedagang Cilok Protes Keras Larangan Berjualan di Kawasan Wisata Bale Mangrove Jerowaru. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Sejumlah pedagang cilok memprotes keras kebijakan pengelola Kawasan Wisata Bale Mangrove, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, yang melarang mereka berjualan di area tersebut. Mereka menuntut kejelasan aturan dan keadilan dalam pengelolaan ruang penghidupan.

Wawan, salah seorang pedagang, mengeluhkan larangan tidak jelas dari pengelola. “Kita dilarang berjualan oleh pengelola Bale Mangrove dengan alasan nanti jualan mereka di lapak itu tidak laku. Padahal rezeki sudah diatur dan kita sama-sama punya hak untuk berjualan di kawasan wisata ini,” ujarnya kepada media pada Jumat, 2 Januari 2026.

KepalaWilayah (Kawil) Badui, Irfan Muliadi, mendesak pengelola bersikap transparan setelah menerima laporan dari pedagang kecil setempat.

Baca Juga :  Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi

“Apabila memang ada kebijakan pelarangan, seharusnya hal itu disampaikan secara jelas melalui papan imbauan yang besar dan mudah terlihat. Dengan begitu, tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan kewenangan pengelola, tetapi meminta klarifikasi aturan secara terbuka. Irfan juga mendorong pengelola membuka ruang dialog untuk mencari solusi bijak. Menurutnya, pedagang cilok merupakan bagian dari denyut ekonomi rakyat kecil yang ingin menikmati manfaat dari potensi wisata di Jerowaru.

Baca Juga :  Pemkab Lombok Timur Gelar Rakor Evaluasi Program Pencegahan Korupsi

“Mereka bukan ingin mengganggu ketertiban, tetapi mencari penghidupan yang halal,” tambahnya.

Ia mengingatkan, jika aspirasi pedagang kecil terus diabaikan, bukan tidak mungkin mereka akan menyampaikan protes secara terbuka. Namun, semua pihak berharap masalah ini dapat diselesaikan melalui musyawarah dan kebijakan yang berkeadilan.

Pengelolaan kawasan wisata berkelanjutan seharusnya tidak hanya menjaga keindahan dan ketertiban, tetapi juga memastikan masyarakat sekitar merasakan manfaat ekonomi dari pariwisata.

Sementara itu, pengelola Bale Mangrove, Lukman Hakim, belum memberikan komentar hingga berita ini dimuat. Saat dikonfirmasi melalui telepon, Lukman juga belum menjawab.***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani
Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi
Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa
Dispar Lombok Timur Desak Pemprov NTB Terbitkan Aturan Laut Teluk Ekas
Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun
Pemerintah Hampir Ratakan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Kini Fasilitas Itu Mulai Beroperasi
Buka Rinjani 100, Plt Kadispora Lepas Pelari Kategori Ekstrem
Pemuda Asal Masbagik Terseret Ombak di Tanjung Beloam

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:01 WITA

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:34 WITA

Lombok Timur Peringkat Pertama Penerima Program LSDP Bantuan Bank Dunia

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:25 WITA

Merawat Ruang Hidup di Hari Kemerdekaan: Komunitas Adat Batu Rentek Mengajak Warga Aikmel untuk Sadar Ekologis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:48 WITA

Video Air Berbusa dari Tambak Udang Viral, Nelayan Protes Susah Cari Ikan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:42 WITA

KPPI dan FITRA NTB Desak DPRD Lotim Kawal Darurat Air-Sampah di Pesisir Selatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WITA

Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:16 WITA

Gubernur NTB Rehabilitasi Lingkungan dan Apresiasi Perusahaan demi Perkuat Pembangunan Hijau

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:29 WITA

NTB Jadi Tuan Rumah Forum Internasional Energi Terbarukan

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Nasional

Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Kamis, 3 Sep 2026 - 21:31 WITA

Peneliti Lombok Research Center (LRC),
Dr. Maharani. (Foto: Istimewa)

Lingkungan

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Selasa, 1 Sep 2026 - 22:01 WITA