LOMBOKINI.com — Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Abul Chair, menegaskan bahwa Al-Qur’an harus menjadi kompas utama dalam mengawal gerak pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Malam Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi NTB yang berlangsung khidmat di Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam pidatonya, Abul Chair mengingatkan seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah bahwa kemajuan fisik suatu daerah tidak akan bermakna tanpa landasan spiritual yang kokoh.
“Jika pembangunan membutuhkan jalan, kekuatan, dan keberkahan, maka Al-Qur’an adalah petunjuk, sumber kekuatan, sekaligus kunci keberkahannya,” ujar Abul Chair.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum MTQ kali ini sebagai gerakan bersama dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an. Langkah ini dinilai strategis untuk mewujudkan visi NTB yang makmur, berdaya saing global, namun tetap religius.
Di hadapan ratusan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se-NTB, Sekda juga menekankan bahwa Malam Ta’aruf bukan sekadar seremoni pembuka.
Ia menyebut agenda ini sebagai “malam perjumpaan hati” dan ruang pertemuan perjuangan bagi generasi muda pencinta Al-Qur’an, khususnya mereka yang telah menempuh perjalanan jauh dari Pulau Sumbawa, Bima, dan Dompu.
Kepada para peserta, Abul Chair berpesan agar tidak terjebak pada orientasi juara semata. Menurutnya, esensi tertinggi dari MTQ adalah proses belajar, memahami, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan pernah berpikir siapa juaranya. Sejak Saudara-Saudari memutuskan belajar dan mengamalkan Al-Qur’an, pada hakikatnya Anda telah menjadi pemenang di sisi Allah,” tegasnya.
Selain memberikan motivasi kepada para kafilah, Pemerintah Provinsi NTB bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kabupaten Lombok Tengah yang bertindak sebagai tuan rumah.
Abul Chair memuji kesiapan panitia serta kehangatan masyarakat lokal yang telah menyambut dan memfasilitasi para tamu dari berbagai penjuru bumi gora.
Ia berharap ikatan persaudaraan yang terjalin selama kompetisi ini dapat memperkuat persatuan dan menjadi modal sosial yang berharga bagi masa depan NTB.
Penulis : Paozan Azima







