Harga Tembakau Lombok Timur Anjlok, Petani Protes dan Minta Intervensi Pemerintah

Jumat, 5 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Tembakau Lombok Timur Anjlok, Petani Protes dan Minta Intervensi Pemerintah. (Foto: Lombokini.com).

Harga Tembakau Lombok Timur Anjlok, Petani Protes dan Minta Intervensi Pemerintah. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Para petani tembakau virginia di Kabupaten Lombok Timur memprotes merosotnya harga jual komoditas mereka secara drastis pada tahun ini.

Sahmun, seorang petani dari Sepapan, Jerowaru, mengkonfirmasi penurunan harga yang signifikan.

“Tahun lalu harga daun terbaik mencapai Rp 5-7 juta per kuintal. Sekarang paling tinggi hanya menyentuh Rp 4 juta,” jelas pria yang akrab disapa Amaq Toni itu, Jumat 4 September 2025 di kediamannya.

Baca Juga :  Ratusan Ribu Jamaah Banjiri Pancor, Ikuti Hultah ke-91 NWDI dan Haul ke-29 Maulana Syaikh

Amaq Toni mengaku tidak memahami penyebab pasti anjloknya harga. Kondisi ini mengancam pendapatan dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi para petani.

Merespons hal ini, mereka menuntut pemerintah daerah segera mengintervensi pasar dan menstabilkan harga. “Kami berharap pemerintah segera hadir membantu kami,” pintanya.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Sebelumnya, menyikapi gejolak ini, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin telah menggelar rapat koordinasi dengan puluhan pengusaha tembakau pada 27 Agustus 2025 lalu.

Rapat tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan sektor agribisnis tembakau yang menjadi penopang perekonomian daerah.

Pemkab Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk menjembatani kepentingan para pengusaha dan petani sebagai ujung tombak produksi. ***

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?
Pemkab Lombok Timur Petakan Kebutuhan ASN, Ribuan Tenaga Honorer Masuk Usulan
Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WITA

Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Selasa, 8 September 2026 - 14:42 WITA

Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Berita Terbaru

Dr. H. Ali Bin Dachlan.  (Foto: Lombokini.com).

Nasional

Gibran Digugat di MK, Ali BD: Saya Ragu Hakim Akan Kabulkan

Rabu, 23 Sep 2026 - 21:46 WITA

Nirmala Rahayu Luk Santi, anggota DPRD Lombok Timur dari PDI Perjuangan, berada di SPPG Selaparang Monjok Timur 3 Mataram, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Lombokini.com)

Mataram

Anggota DPRD Lotim dari PDIP Diduga Kelola Tiga Dapur MBG

Senin, 21 Sep 2026 - 23:36 WITA