LOMBOKINI.com – Para petani tembakau virginia di Kabupaten Lombok Timur memprotes merosotnya harga jual komoditas mereka secara drastis pada tahun ini.
Sahmun, seorang petani dari Sepapan, Jerowaru, mengkonfirmasi penurunan harga yang signifikan.
“Tahun lalu harga daun terbaik mencapai Rp 5-7 juta per kuintal. Sekarang paling tinggi hanya menyentuh Rp 4 juta,” jelas pria yang akrab disapa Amaq Toni itu, Jumat 4 September 2025 di kediamannya.
Amaq Toni mengaku tidak memahami penyebab pasti anjloknya harga. Kondisi ini mengancam pendapatan dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi para petani.
Merespons hal ini, mereka menuntut pemerintah daerah segera mengintervensi pasar dan menstabilkan harga. “Kami berharap pemerintah segera hadir membantu kami,” pintanya.
Sebelumnya, menyikapi gejolak ini, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin telah menggelar rapat koordinasi dengan puluhan pengusaha tembakau pada 27 Agustus 2025 lalu.
Rapat tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan sektor agribisnis tembakau yang menjadi penopang perekonomian daerah.
Pemkab Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk menjembatani kepentingan para pengusaha dan petani sebagai ujung tombak produksi. ***
Editor : Najamudin Anaji







