FKKM NTB Temukan Kejanggalan Proyek KNMP Jerowaru, Ancam Demo Saat Presiden Prabowo Berkunjung

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FKKM NTB Ungkap Dugaan Penyimpangan Rp 24,4 di Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Ekas Buana Jerowaru. (Foto: Lombokini.com).

FKKM NTB Ungkap Dugaan Penyimpangan Rp 24,4 di Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Ekas Buana Jerowaru. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Forum Komunikasi dan Kajian Masyarakat (FKKM) NTB menemukan sejumlah kejanggalan dalam proyek strategis nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ekas Buana, Jerowaru, Lombok Timur. Proyek senilai Rp 24,4 miliar yang digadang sebagai penggerak ekonomi pesisir itu kini diduga kuat menyimpan praktik penyimpangan.

Ketua FKKM, Pahri Rahman, mengungkap temuan ini berdasarkan investigasi lapangan. Ia mendapati indikasi kuat ketidaksesuaian antara bangunan fisik dengan spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Kami temukan banyak kejanggalan. Secara kasat mata, kualitas dan bentuk bangunan tidak sebanding dengan nilai anggaran,” katanya kepada media ini, Rabu 11 Februari 2026 di Mataram.

SPBU Hilang, Anggaran Diduga Digeser

Satu kejanggalan paling mencolok: fasilitas SPBU untuk nelayan tak muncul di lokasi proyek. Padahal, perencanaan awal mencantumkan sarana vital ini.

Baca Juga :  Pemkab Lotim-Unram Teken Hibah Lahan Riset Rumput Laut dan Klinik Spesialis di Ekas

Pahri mengaku sempat berdialog dengan karyawan PT Adhi Karya selaku pelaksana proyek. Pihak perusahaan menyebut anggaran SPBU telah dialihkan ke item pembangunan lain. Pernyataan itu justru memperkuat dugaan modus pemindahan anggaran tanpa prosedur.

“Perubahan pelaksanaan anggaran negara harus disertai adendum kontrak. Jika tidak ada, itu janggal dan rawan disalahgunakan. Bisa jadi modus pencucian anggaran,” tegas Pahri.

Ancaman Demo Saat Kunjungan Presiden Prabowo

Menanggapi temuan ini, FKKM NTB mengancam menggelar unjuk rasa besar-besaran. Aksi akan digelar bertepatan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Lombok Timur pekan depan. Presiden dijadwalkan meresmikan proyek KNMP.

Pahri menyebut aksi ini sebagai jalan menyampaikan langsung dugaan korupsi proyek strategis nasional kepada kepala negara.

Baca Juga :  Warga Aikmel Timur Hajar Pencuri Motor, Polisi Tembak Gas Air Mata

“Kami ingin Presiden tahu fakta di lapangan. Jangan sampai proyek pro-rakyat jadi ladang bancakan,” ujarnya.

FKKM Bawa Data Proyek Bermasalah Lain

Dalam aksi nanti, massa juga akan membawa data dan laporan sejumlah proyek lain di Lombok Timur yang diduga bermasalah. Menurut FKKM, penyimpangan tak hanya terjadi di KNMP, melainkan juga proyek lain dari sisi perencanaan, pelaksanaan, hingga transparansi anggaran.

Ironis. Di tengah gaung kesejahteraan nelayan, tata kelola proyek justru mencederai semangat keadilan sosial dan akuntabilitas publik.

Masyarakat kini menanti sikap tegas aparat penegak hukum dan pemerintah pusat. Sebab, jika dugaan ini terbukti, Kampung Nelayan Merah Putih bisa berubah dari simbol harapan menjadi monumen kegagalan tata kelola anggaran negara. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Warga Aikmel Timur Hajar Pencuri Motor, Polisi Tembak Gas Air Mata
Nursalim Sebut Ada Perintah ‘Gubernur Iqbal’ di Balik Munculnya Kasus Gratifikasi Dana Siluman DPRD NTB
Agen BRILink Sekaligus Pendamping PKH di Lombok Timur Diduga Intimidasi KPM demi Keuntungan Pribadi
Perampok Aniaya Dua Warga Jerowaru saat Gagal Curi Kerbau
S Bantah Gelapkan Rp 1,05 Miliar Dana Pembangunan Dapur MBG di Selong, Lombok Timur
Polisi Tetapkan F alias MS sebagai Tersangka Penganiayaan di Bagik Nyaka Santri
Polres Lombok Timur Selidiki Dugaan Penipuan Pengadaan Dapur MBG Rp Rp 1,05 Miliar
Imigrasi Lombok Timur Deportasi dan Cekal WNA Selandia Baru Pembuat Onar di Gili Trawangan

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:32 WITA

Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:55 WITA

Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya Belum Dapat Kejelasan, Bantuan Stimulan Tak Tepat Sasaran

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:16 WITA

Jurnalis Warga Kampanyekan Irigasi Tetes di Lahan Kering Lombok Timur

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:36 WITA

Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:26 WITA

Lantik Pengurus Kwarcab, Bupati Lombok Timur Minta Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:04 WITA

Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Senin, 4 Mei 2026 - 19:06 WITA

PT Energi Selaparang Targetkan 100 Persen Dapur MBG Lotim Gunakan Air Mineral BPOM, Libatkan Koperasi Merah Putih

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA