Bupati Tekan OPD Satu Kata Relokasi PKL Ke Pusat Wisata Kuliner Pancor

Minggu, 9 Juli 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat koordinasi relokasi PKL ke Pusat Kuliner Pancor, yang berlangsung secara virtual. (Istimewa)

Rapat koordinasi relokasi PKL ke Pusat Kuliner Pancor, yang berlangsung secara virtual. (Istimewa)

LOMBOKINI.com – Bupati Lombok Timur, H.M.Sukiman Azmy menekankan pemangku kebijakan satu kata dalam mensosialisasikan dalam rangka relokasi PKL ke pusat wisata kuliner di Jalan Pejanggik Pancor.

Pemangku kebijaka yang di maksudkan yakni Kepala Dinas PUPR, Camat, Lurah dan kepala OPD terkait. Hal tersebut guna menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Rapat koordinasi yang berlangsung secara virtual itu, Bupati mengingatkan agar menyamakan persepsi antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat, pada Jumat (7/7/2023).

Baca Juga :  Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

“Tidak boleh ada perbedaan dalam sosialisasi antara apa yang dituturkan camat dan Kadis,”pesan Bupati.

Sukiman juga mengingatkan untuk mempertimbangkan akses masyarakat, termasuk yang hendak menunaikan ibadah di Masjid.

Mengingat salah satu tujuan rekolasi itu adalah penataan kota, maka penting memperhatikan kebersihan dan parkir.

“Saya berharap para pedagang bisa menjaga kebersihan dan mengelola sampahnya, baik sampah padat maupun cair,”ucap Sukiman.

Baca Juga :  DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Orang nomor satu di Gumi Patuh Karya ini menambahkan, setelah direlokasi agar tidak ada lagi aktivitas pedagang di sekitar RTP yang dinilai dapat mengurangi estetika.

Untuk diketahui, terdapat 32 pedagang yang saat ini tersebar di sekitar RTP maupun yang ada di trotoar Jalan Pejanggik. (*)

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:03 WITA

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA