Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam dialog publik bertema

Dalam dialog publik bertema "MBG dalam Perspektif Baru: Antara Kepentingan Rakyat atau Beban APBN" yang diinisiasi HMI Cabang Selong pada Ahad malam (5/7), program prioritas nasional ini disoroti baik dari segi dampak ekonomi maupun tata kelola administrasinya.

 

LOMBOKINI.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Timur memicu perputaran uang yang masif sekaligus menjadi lokus terbesar di daerah.

Dalam dialog publik bertema “MBG dalam Perspektif Baru: Antara Kepentingan Rakyat atau Beban APBN” yang diinisiasi HMI Cabang Selong pada Ahad malam (5/7), program prioritas nasional ini disoroti baik dari segi dampak ekonomi maupun tata kelola administrasinya.

Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, memaparkan bahwa pembiayaan MBG murni bersumber dari APBN, sehingga tidak membebani APBD.

Di Lombok Timur, intervensi anggaran ini menggerakkan ekonomi lokal secara masif melalui 262 unit dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyerap tenaga kerja setempat.

Alokasi gaji untuk karyawan, pengelola, dan relawan mencapai lebih dari Rp29 miliar, sementara belanja bahan makanan menembus angka lebih dari Rp132 miliar per bulan.

Baca Juga :  Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lombok Timur Gelar Rangkaian Aksi Sosial, Jaga Lingkungan hingga Bedah Rumah Dinas

Sekda meluruskan bahwa dari kacamata manajemen publik, program ini merupakan bagian dari administrasi pembangunan yang harus berorientasi pada solusi dan hasil nyata, bukan administrasi negara yang kaku.

Mengingat program ini sudah berjalan, ia mendorong para akademisi dan mahasiswa untuk melakukan penelitian ilmiah sebagai bahan perbaikan.

“Karakteristik kebijakan publik yang baik adalah dapat dievaluasi dan disempurnakan. Tidak ada kebijakan yang begitu lahir langsung sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran adalah hal yang wajar dan sangat diperlukan,” tegas Juaini Taofik saat menyampaikan materinya.

Dari sisi birokrasi, Sekda menambahkan pentingnya desentralisasi urusan operasional kepada Gubernur maupun Pemerintah Kabupaten/Kota demi efektivitas pengawasan di lapangan.

Di tempat yang sama, Senior HMI, Muhammad Saleh, memberikan pandangan dari perspektif negara kesejahteraan (welfare state). Menurutnya, MBG merupakan wujud kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan primer pangan rakyat. Kendati demikian, sebagai program yang lahir dari janji kampanye, MBG dinilai kental dengan pendekatan politik populis.

Baca Juga :  DPRD Sebut Pelayanan Kesehatan di Lombok Timur Masih Jauh dari Ideal

Saleh mengingatkan pemerintah agar tidak tergesa-gesa mengejar implementasi tanpa kesiapan sistem yang matang.

Sebagai solusi, ia menawarkan alternatif tata kelola distribusi berbasis zonasi desa atau kecamatan melalui penguatan kantin sekolah demi menjamin higienitas dan meminimalkan celah korupsi. Ia pun meminta mahasiswa untuk aktif mengawal program ini menuju Indonesia Emas 2045.

“Program ini sangat baik, manakala tata kelolanya benar-benar akuntabel, higienitasnya terjamin, dan bersih dari praktik korupsi,” ujar Muhammad Saleh di akhir dialog.

Acara yang berlangsung interaktif tersebut turut dihadiri oleh kalangan akademisi serta berbagai organisasi kemasyarakatan setempat.

Penulis : Paozan Azima

Berita Terkait

Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim
80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat
Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara
Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor
Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu
Dugaan Jual-Beli Titik Program MBG dan Tambang Ilegal, Massa PMII dan HMI Geruduk Kejari Lombok Timur
Aliansi Pemuda Tuding Bulog Lotim Lakukan Pungli dan Gandeng Barang, Kepala Cabang Siap Tindak Oknum
Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lombok Timur Gelar Rangkaian Aksi Sosial, Jaga Lingkungan hingga Bedah Rumah Dinas

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:53 WITA

PW Pemuda NW NTB Gelar Diskusi dan Bakti Sosial ‘Desa Berdaya’ di Sembalun

Senin, 29 Juni 2026 - 23:32 WITA

Perkuat Pengamanan KEK Mandalika, Gubernur NTB dan Danjen Kopassus Lepas Konvoi Taktis

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:40 WITA

Daftar Mutasi Polda NTB: 13 Kapolres hingga Pejabat Utama Dirotasi Kapolri

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:55 WITA

Tim Gabungan Amankan Pria Pengaku TNI Usai Aniaya Mahasiswi di Lombok Timur

Senin, 22 Juni 2026 - 18:57 WITA

Pembobolan Alfamart Lendang Bedurik: Manajemen Taksir Kerugian Hingga Rp40 Juta

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:42 WITA

Gubernur NTB dan Wakil BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:39 WITA

Pria Paruh Baya di Pringgasela Tewas Disayat Tetangga Menggunakan Sabit

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WITA

Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal

Berita Terbaru