LOMBOKINI.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kongres Advokat Indonesia (KAI/ADVOKAI) ke-18 menutup meriah rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ADVOKAI Tahun 2026 di Nusa Tenggara Barat. Acara berlangsung di Hotel Lombok Raya, Mataram, Sabtu malam 6 Juni 2026.
Panitia membuka acara penutupan dengan pertunjukan teatrikal bertema Officium Nobile. Teater hukum itu menggambarkan profesi advokat sebagai profesi terhormat. Para pelakon mengangkat nilai-nilai pengabdian dan perjuangan dalam penegakan hukum.
Ketua Presidium DPD KAI NTB, Adv. Oke Wiredarme, mengaku sempat pesimistis NTB dapat menjadi tuan rumah Rakernas. Namun, dukungan berbagai pihak akhirnya mewujudkan kegiatan nasional tersebut.
“Kami dari NTB salam hormat karena sudah mau menginjakkan kaki di NTB. Awalnya kami pesimis, banyak dinamika. Syukurnya banyak Presidium DPP memberikan dukungan. NTB ini masih sangat muda,” ujarnya.
Oke juga mengapresiasi dukungan Presidium DPP KAI selama persiapan hingga pelaksanaan Rakernas. “Saya katakan sama teman-teman NTB, trend center kita Presidium DPP,” tuturnya.
Menurut Oke, persiapan Rakernas melewati perjalanan panjang dengan berbagai pengorbanan dari anggota dan panitia daerah. “Perjalanan Rakernas, teman-teman NTB ada satu yang tumbang pulang karena sakit. Ada juga teman kita tadi siang pulang karena tiga hari meninggalkan istri,” katanya.
Ia bersyukur Rakernas dapat dihadiri anggota KAI dari berbagai daerah. “Saya sangat bersyukur rekan-rekan KAI bisa hadir di NTB. Saya berterima kasih kepada panitia di daerah,” ujarnya. Oke juga memohon maaf atas kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.
Ketua Panitia Nasional Rakernas sekaligus Presidium DPP KAI, Adv. Muh. Israq Mahmud, menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta. “Saya berterima kasih kepada seluruh teman-teman. KAI ini organisasi yang penuh berkah,” ujarnya.
Ia menilai kehadiran peserta dari berbagai provinsi menunjukkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap organisasi.
“Terima kasih kepada teman-teman DPD lainnya yang sudah menyempatkan hadir ke Rakernas NTB. Itu usaha sulit karena tiket ke NTB cukup mahal, tetapi karena kecintaan terhadap KAI, teman-teman bisa hadir di sini,” katanya.
Setelah sambutan, panitia memberikan berbagai penghargaan kepada individu dan organisasi yang berdedikasi dan berkontribusi bagi perkembangan KAI.
Penghargaan pertama jatuh kepada DPD KAI NTB beserta seluruh panitia pelaksana Rakernas KAI 2026 atas kesuksesan penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.
Selanjutnya, panitia memberikan penghargaan dedikasi kepada beberapa anggota KAI. Adv. Aris Harianto SH MH menerima penghargaan karena menangani 409 perkara dengan berkekuatan hukum tetap terbanyak.
Adv. Andri Darmawan SH MH meraih penghargaan atas aktivitas advokasi kelompok rentan, isu lingkungan, bantuan hukum pro bono di Sulawesi Tenggara, serta keterlibatannya dalam uji materi Undang-Undang Advokat di Mahkamah Konstitusi terkait kepemilikan advokat.
Adv. A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra SH, MH, M.Kn menerima penghargaan atas pengadaan mobil ambulans dan mobil bantuan hukum KAI di Bali. Adv. Agung Pramono SH mendapat penghargaan karena aktif menyebarkan informasi dan pengetahuan melalui artikel dan opini di situs web KAI.
Panitia juga memberi penghargaan kepada Adv. Michael Agung Budianto Kaparang SH yang menghadiri Rakernas KAI 2026 dengan perjalanan dari Solo menuju Lombok menggunakan sepeda motor.
Selain penghargaan individu, panitia mengapresiasi sejumlah DPD KAI paling aktif. DPD KAI Jawa Timur menerima nominasi kelembagaan aktif. DPD KAI Sulawesi Tenggara meraih nominasi aktif advokasi kasus sekaligus nominasi perekrutan anggota terbanyak. DPD KAI Jawa Barat menerima nominasi kegiatan pembinaan anggota dan kerja sama.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dipimpin para Presidium DPP KAI, di antaranya Ketua Presidium DPP KAI, Adv Dr. H. KP. Heru S. Notonegoro, SH. MH. Alunan musik dan sorak sorai peserta memeriahkan suasana di ballroom hotel.
Perayaan HUT KAI ke-18 itu sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian Rakernas Kongres Advokat Indonesia Tahun 2026 di Nusa Tenggara Barat. ***
Penulis : Harianto
Editor : Najamudin Anaji







