Unram Bubarkan Pemutaran Film ‘Pesta Babi’ di Area Kampus, Mahasiswa Protes

Kamis, 7 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas keamanan Unram menghalangi layar pemutaran film "Pesta Babi" yang terpasang untuk nonton bareng mahasiswa, Kamis malam 7 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com/Asman).

Petugas keamanan Unram menghalangi layar pemutaran film "Pesta Babi" yang terpasang untuk nonton bareng mahasiswa, Kamis malam 7 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com/Asman).

LOMBOKINI.com – Universitas Mataram (Unram) membubarkan rencana pemutaran film dokumenter “Pesta Babi” di area kampus, Kamis malam 7 Mei 2026. Puluhan petugas keamanan kampus pun menghalangi layar yang sudah terpasang untuk nonton bareng, sehingga mahasiswa batal menggelar kegiatan tersebut.

Sejak sore hari, mahasiswa mulai berkumpul di lokasi pemutaran. Namun, suasana berubah tegang saat Wakil Rektor III Unram, Dr. Sujita, langsung menyampaikan penolakan di hadapan para peserta.

“Mohon harap dimengerti untuk kebaikan bersama. Menurut pandangan kami, demi menjaga kondusivitas, sebaiknya film ini tidak ditonton,” ujarnya.

Di depan para mahasiswa Sujita mengatakan, karena alasan yang semestinya kalian tahu sendiri sebagai mahasiswa. Unram menolak demi kondusivitas, persatuan, dan kesatuan bangsa, agar tidak ada ketersinggungan.

Baca Juga :  Anggota DPRD Lotim dari PDIP Diduga Kelola Tiga Dapur MBG

“Film ini tidak baik untuk ditonton, lebih baik nonton film lain,” tegas Sujita, Kamis 7 Mei 2026 malam.

Pernyataan itu langsung memicu reaksi mahasiswa. Mereka menilai kampus terlalu berlebihan dalam merespons kegiatan pemutaran film. Koordinator mahasiswa, Darmawan Alawi, menyebut pembubaran itu sebagai bentuk ketakutan kampus terhadap ruang diskusi kritis.

“Saya kira meskipun Unram merupakan universitas terbaik di NTB, sangat disayangkan kampus ini takut sama film saja. Bagaimana kami ingin belajar dan mengetahui apa yang terjadi di Papua sana, tetapi kami malah dihalangi seperti ini,” ujar Darmawan.

Baca Juga :  Anggota DPRD Lotim dari PDIP Diduga Kelola Tiga Dapur MBG

Menurut Darmawan, kampus seharusnya menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa untuk berdiskusi dan memahami berbagai persoalan sosial di Indonesia, termasuk isu Papua.

“Malam ini kami tegaskan Unram bukan universitas terbaik lagi di NTB. Mungkin dari kampus mereka tidak mau para mahasiswa tahu masalah-masalah yang ada di Papua,” katanya.

Meski mahasiswa gagal memutarkan film di dalam kampus, mereka memastikan diskusi tidak akan berhenti.

“Hari ini akses kami ditutup di sini, tetapi kami akan cari akses lainnya nanti. Satu layar tertutup, sepuluh layar lain akan berkembang,” tegasnya. ***

Penulis : M. Asman

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggota DPRD Lotim dari PDIP Diduga Kelola Tiga Dapur MBG
Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB
Bahasa Sasak Bertahan di Tengah Globalisasi, Sangkep Internasional I Siapkan Empat Fokus Utama
KPK Buka JNBA 2026 dari Mataram, Usung Tema ‘Dari Timur untuk Indonesia Berintegritas’
Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB
KAI Tutup Rakernas 2026 dengan Perayaan HUT ke-18 di NTB
Ketua PMI Lombok Barat Bantah Tuduhan Penyelewengan Anggaran Darah Rp 150 Juta
Bupati Lombok Timur Lepas 393 JCH Kloter 9 Embarkasi Lombok

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:36 WITA

Anggota DPRD Lotim dari PDIP Diduga Kelola Tiga Dapur MBG

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:13 WITA

Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:47 WITA

Bahasa Sasak Bertahan di Tengah Globalisasi, Sangkep Internasional I Siapkan Empat Fokus Utama

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:37 WITA

KPK Buka JNBA 2026 dari Mataram, Usung Tema ‘Dari Timur untuk Indonesia Berintegritas’

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:55 WITA

Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB

Berita Terbaru

Berita

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:41 WITA